Tangsel, Skalainfo.net| Antusias para kontestan dalam mempersiapkan atribut alat peraga yang akan tampil di Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang SMP se-Kota Tangsel. Mereka yang hadir pada hari ini adalah, para calon seniman yang unggul dan berbakat setelah melewati penyeleksian sebelumnya pada tingkat Kecamatan se-Kota Tangsel dan saat ini adalah, hari penentuan untuk lolos kepuncak jenjang tingkat provinsi Banten.

(FLS3N) jenjang SMP se-Kota Tangsel dilaksanakan pada hari Kamis tanggal (21/5/26) bertempat di SMPN 11 Rawa Mekar Jaya, Kota Tangsel. Ajang kompetisi seni dan sastra bergengsi ini yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Prestasi Nasional. Jum’at, (22/05/2026).

foto exclusive skalainfo.net

Walikota Tangerang Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel memfasilitasi ruang dan capaian bagi para kontestan (FLS3N) jenjang SMP se-Kota Tangsel dan juga kepada masing-masing kontestan lomba siswa tersebut, untuk mengeksplorasi bakat, minat serta kreativitasnya dibidang seni dan sastra diajang bergengsi ini. Tentunya, akan membawa nama baik sekolahnya dan mengharumkan nama Kota Tangsel di tingkat nasional.

Melalui tim panitia, event bergengsi (FLS3N) jenjang SMP se-Kota Tangsel menyebutkan beberapa item rincian cabang lomba yang meliputi berbagai bidang seni dan sastra yaitu, 1. Lomba Tari Kreasi, 2. Lomba Vokal Solo/grup, 3. Lomba Musik Tradisional, 4. Lomba Pantomim, 5. Lomba Menulis Cerita, Baca Puisi, 6. Lomba Ansambel Campuran 3 Alat Music, 7.  Lomba Ilustrasi, 8. Lomba Mendongeng dan Seni Kriya.

Begitu semaraknya lomba (FLS3N) jenjang SMP se-Kota Tangsel ini, sehingga membangkitkan rasa percaya diri dari para kontestan untuk lebih serius menampilkan bakatnya. Seluruh kontestan terbilang berkarakter serta kategori seniman pilihan dan terbaik di Kota Tangsel, hampir kesemua kontestan tidak ada yang over lap dibidang masing-masing jurusan seni yang ditampilkan.

Diketahui bahwa, dewan juri yang diturunkan pada (FLS3N) jenjang SMP se-Kota Tangsel juga adalah juri-juri professional independent secara nasional bahkan sudah ada yang Go International. Jadi tidak hanya memberi penilaian semata namun dengan cermat sesuai intuisi penuh memberi penilaian yang akurat dan valid serta terintegrasi, tentunya ajang bergengsi ini bukan ajang asal-asalan.

Ketika seluruh dewan juri sudah menyelesaikan tugas maka, saatnya penentuan pemenang kepada masing-masing para kontestan (FLS3N) terbaik dari yang terbaik (the best of the best) untuk naik kejenjang puncak pada tingkat provinsi Banten.

Kategori lomba Pantomim dengan perolehan nilai tertinggi yaitu (264) mendominasi menjadi juara 1 dengan nomor peserta 05, bertema ‘Lautku Yang Indah’ berJudul ‘Ada Tangis di Balik Lautku yang Indah’ diperankan oleh Isabella Nurahman Permata Gumilar dan Fatisha Khaira Salsabila dari SMP Al Azhar 25 Kecamatan Setu, Kota Tangsel.

Kategori lomba Tari Kreasi dengan perolehan nilai tertinggi yaitu (251) mendominasi menjadi juara 1 dengan nomor pserta 01, judul Tari Kreasi ‘Syawalan’. Diperankan oleh Shofi, Tania, Felma, Mara, Syafa dari SMP Paramarta Unggulan dari Kecamatan Ciputat.

Kategori lomba Dongeng dengan perolehan nilai tertinggi yaitu (257) mendominasi menjadi juara 1 dengan nomor peserta 06, kisah dongeng tentang perjuangan rakyat Tangerang melawan penjajahan Belanda berjudul ‘Nyi Mas Melati’ diperankan oleh Aneska Jenithanza.

foto exclusive skalainfo.net

Terpisah, Fatisha Khaira Salsabila dari SMP Al Azhar, (FLS3N) kategori Pantomim yang mendapat peringkat juara 1 tingkat Kota Tangsel mengatakan, rasa bangga dan bahagia atas prestasi yang diraih sehingga memperoleh juara 1 dari lomba Pantomim. Dibalik layarnya itu lanjutnya, banyak sekali perjuangan mulai dari latihan setiap hari kemudian juga saya sering dispen ketika sekolah sehingga sering izin kepada guru mata pelajaran di sekolah.

Namun, dari hasil yang diperoleh saat ini rasanya sudah terbayarkan atas kerja keras yang kami lakukan dalam perjuangan itu. Kami mohon doanya agar kami terus sukses semoga lebih banyak lagi meraih prestasi kedepannya, ungkap Fatisha.

Pemerintah terus galakkan program FLS3N

Fatisha menyampaikan dengan harapan semoga pemerintah terus mengembangkan program (FLS3N) ini dengan baik dan memberi dukungan atas prestasi yang telah diraih oleh anak-anak bangsa. Tentunya siswa/siswi ini mempunyai tujuan dan cita-cita dalam menggeluti seni dan sastra nantinya dapat menjamin kehidupan dimasa depan.

Jangan merasa lelah terus berjuang capai prestasi

Dipenghujung obrolan dengan Fatisha menyampaikan pesan dan prinsip yaitu, teruslah berusaha pantang menyerah untuk mencapai prestasi kalian. Tidak boleh menyerah karena kalian gagal, ketika kalian gagal teruslah mencoba untuk bangkit Kembali dan jangan mengulangi kesalahan yang berlalu, lupakan masa lalu dan perbaikilah untuk masa depan, tutupnya.

Ditempat yang sama, Shofi dari SMP Paramarta Unggulan Ciputat sebagai juara 1 kategori Tari Kreasi di (FLS3N) jenjang SMP se-Kota Tangsel mengatakan, tema yang dibawa dalam tarian itu adalah Tari Syawalan yang menujukkan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberi rezeki berlimpah kepada nelayan dari hasil tangkapan ikan yang sangat banyak. Dimasyarakat Banten itu ada Namanya tradisi Nadilan, yaitu tradisi rasa Syukur terhadap laut karena sudah memberikan hasil tangkapan ikan yang sangat banyak sekali.

Nah,..dalam tarian itu kami memakai prperti seperti perahu, bubu ikan jala, jaring, caping kemudian ada sasajen dan kepala kerbau. Sasajen dan kepala kerbau ini secara simbolis menunjukkan bahwa sasajen itu untuk rasa Syukur dan terima kasih yang dibuang kelaut, kalau kepala kerbau dilambangkan sebagai sifat buruk yang ada dalam diri manusia. Kedua-duanya dibuang kelaut semua, terang Shofi.

Capaian dalam program FLS3N untuk nengeri lebih maju

Kami dalam group Tari Kreasi SMP Paramarta Unggulan ini, harapannya itu ingin mengharumkan nama sekolahan kami dan membawa Kota Tangerang Selatan bisa lebih maju lagi terutama dibidang pendidikannya. Kemudian untuk para generasi disekolah kami teruslah semangat, mau menang atau kalah yang jelas kita sudah menampilkan yang terbaik dengan semaksimal mungkin. Kalau mengikuti lomba itu kita sudah pikirkan dan menampilkan yang terbaik, bila urusan menang kalah itu adalah belakangan, karena menang itu adalah bonus, pungkas Shofi.

Dikeramaian para siswa/siswi (FLS3N) jenjang SMP se-Kota Tangsel di SMPN 11 Rawa Mekar Jaya, Serpong, pada momen baik itu jumpa dengan guru sekolah sekaligus pelatih Pantomim dari SMP Al Azhar, Kecamatan Setu Kota Tangsel yaitu saudara Izharul.

Trik apa yang di ajarkan kepada murid Pantomim sehingga memiliki kekuatan linier dalam tampilan seni Pantomim?

Izharul mengatakan, pertama kami memang memilih bibit yang sudah sesuai dengan bakatnya kemudian berlatih secara rutin dan mencarikan pelatihnya yang memiliki kompetensi dan diberikan waktu disela-sela sekolah, jadi mereka itu ada waktunya untuk berlatih, katanya.

Dan kami selalu memberikan motivasi dari bapak/ibu guru dan mengajaknya kedepan untuk memperkenalkan diri, dalam mengikuti lomba itu mereka diperkenalkan dulu kepada teman-temannya, jadi tidak hanya Latihan saja, tetapi ada juga dukungan moril dari teman-temannya. Kemudian kami di SMP Al Azhar 25 itu medapatkan anak-anak yang memang berbakat di Pantomim jadi kami kembangkan dengan mencari pelatih tambahan.

Harapan kami sebagai guru, semoga anak-anak ini bisa lebih sukses lagi ditahap berikutnya, tahap provinsi dan nasional sekaligus menjadi motivasi buat teman-temannya, tutup Izharul. (Red/A).

-+=