Pasuruan, Skalainfo.net| Angka Suci 22 Kitab Perubahan China Kuno adalah Cermin Diri. Pertemuan dan Penemuan Olah “Rasa Orep Sejati” dalam keterbukaan rasa bersyukur yang terlatih dan berpengetahuan Sains Spiritual; dalam ragam warna dan keanekaragaman rasa hidup penghidupan kehidupan, bahwa Akunya aku, “rasa – rumangsa – rumangsani”; dengan Hakekat MakrifatNya dalam Konteks Gesang Kasunyatan, Semua Realita yang ada diletakkanNya; dalam Waktu dan Ruang. Purwosari Pasuruan Jawa Timur, Jumat Wage, 22 Mei 2026.

Bukti Membuktikan, Saksi Kesaksian MenyaksikanNya

Di hari ini, Jumat Wage, 22/5/2026 Kita sudah menangkap, membaca dan memperhatikan sungguh sungguh, sehingga bisa  ditangkap dan dibaca serta didengar sendiri mandiri; dari perjumpaan dan pertemuan dunia real dan dunia Maya, serta Medsos; Kebangkitan Jiwa(Spirit) MaNusantara itu sudah nampak tanda tanda kehadiran serta muncul kemunculan bermunculannya, baik tokoh nasional internasional, yang sudah populer, wajah wajah baru, kalangan warga penduduk biasa, hingga yang tercerahkan dalam rasa sadar berkesadaran nya atas Potensi Diri nya yang semakin logis sains spiritual serentak semakin mengalami Multidimensional Nyata Ghoib dan GhoibNya(ta).

Pertemuan Naturalisasi dan Kulturalisasi

Peradaban di manapun bahan baku awalnya, termasuk diri manusia sendiri bahkan bakat dan Potensi Diri Manusia semua bukan berasal asul usulnya dari diri manusia sendiri, perangkat dan kelengkapan hidup penghidupan dan kehidupan ini semua adalah hasil PenciptaanNya; cukup sadar dan mengertikah Diri bersyukur ini !?!

Awal Mula Ciptaan diisikanNya; Bumi Wiwitan Khewan baru Manusia

Secara Naturalisasi Kita butuh sampai ke asal usul asli, arti makna maksud yang dimaksud bukan sebatas rasa bersyukur, mindset yang cerdas, kreatif dan inovatif untuk pengembangan budaya peradaban secanggih apapun, Tanpa ada arah yang mengarahkan dan jelas yang menjelaskan menuju “Mindset Moralitas dan Sains Spiritual”, untuk sadar berkesadaran pada Sloka Sastra Realita nya, bahwa BUMI, WIWITAN dan Khewan sebagai bahan baku utama, causa prima utama; untuk Pengembangan Budaya Peradaban Canggih dan Luar Biasa itu yang diperagakan secara visual demonstratif spektakuler di media sosial jaman now ini.

Resiko Membangun dan Pengembangan Kulturalisasi Budaya Peradaban tanpa di Naturalisasi

Manusia menjadi lalai dan lupa, hilang sisi spontanitasnya, tertekan sisi keotentikannya, tenggelam sisi alamiah naturalnya, ambyar sisi rasa kemanusiaan yang sejati, lupa akan sejatinya “Roso Orep Sejati” nya, lupa akan sumber segala sumber bahan baku utama semua kegiatan budaya peradaban nya; manusia menjadi serakah dan garang untuk menguasai Bumi, Wiwitan dan Khewan, bukan rasa sadar berkesadaran untuk hidup penghidupan kehidupan yang selaras, senasib sepenanggungan, sa Udara per sa udaraan, harmoni dalam Eksistensi keberagaman yang sejati, murni dan mulia adaNya tersebut.

Awalnya Awal adalah Kosong dan Kembali Kosong

Sudah pernah tersampaikan lah kearifan dan kebijaksanaan lokal universal bahwa pada mula nya mula tak ada apa apa, kosong, lalu baru berisi, dan kembali hilang kosong dan tak ada lagi, inilah Game Kehidupannya, kecuali bangkit sadar berkesadaran tersadari bahwa ada sesuatu yang abadi, kekal, langgeng, baka baku yang tidak pernah hilang, hanya berpindah raga dan wadah, yaitu Jiwa(Spirit), Roh Ruh, Orep Sejati, Sukma Sejati dan Nyawa Sejati, Ya yang sejati, pasti murni, pasti kudus, pasti suci, itulah yang abadi langgeng kekal abadi.

Awalnya Awal di CiptakanNya Waktu dan selanjutnya Ruang

Untuk menampung Kun Fa Ya Kun, Sabda JadiNya, Suara Getaran Bunyi Frekuensi, Gelombang, Power Amplitudo serta VibrasiNya sebagai Wujud Perwujudan Menjadinya dan dijadikanNya, yaitu dari bagian dari diriNya bersama dengan DzatNya, menjadi sifatNya, wujudNya, perilaku karakterNya, makrifatNya dst dst, itulah Perangkat Natural Nya untuk manusia secara natural alami melakukan beragam kegiatan dalam ber Kultural sebagai Budaya Peradaban Manusia disetiap Waktu, Ruang dan Jamannya.

Puncak Budaya Peradaban bukan Kompetisi namun Sinergi

Puncak Kesadaran Semua dalam Satu Persatuan Berkesatuan, Bukan sebagai Materi Untuk Berkompetisi dan Bersaing Prestasi serta berstandar SOP ciptaan manusia saja dan semata mata dipacu dan dipicu oleh Mindset  kemajuan demi kemajuan, demi kecepatan dan percepatan, tanpa jeda untuk sadar berkesadaran, akibatnya menjadi manusia yang tak sadar jati dirinya dan hakekat sejati “Roso Orep Sejati” Nya, Gusti Allah Tuhan Yang Maha Esa nya, terbentuklah Jebakan Batman nya, yaitu menjadi manusia tak sadar terlibat langsung tak langsung dalam membangun golongan mayoritas minoritas, tuan dan buruh, kasta dan strata, tanpa memahami dan mengerti sejatinya maksud yang dimaksud oleh Sang Pencipta dan Sang Maha Hadir, Dia yang meliputi semuanya, Dia ada di dalam semua yang ada serta ada di bersama yang ada.

Dalam Jantung itu Sejatinya Ada Hidup yang Menghidupi

Jantunglah Pusat Budaya Peradaban Kita

Dikenallah Sloka Sastra Realita, Orep itu Urip Murup, Murupi, Nyawani, Orop; Urap Urip Orap; Hidup itu Menghidupi dan Membangun Kehidupan semakin damai, tenteram dan bahagia tak ketakutan apapun, dan tanpa terjebak dogma doktrin, menjadi manusia merdeka yang. sadar berkesadaran dan mulia kemuliaan bersamaNya, bahagia dalam takdir, mengenal Akunya aku dst.

Dalam Jantung itu ada Gerak yang Menggerakkan

Inilah yang Kita yakini sejauh ini sebagai rasa sadar berkesadaran “Roso Orep Sejati” itu, Hidup itu Gerak dan Mengerakkan, Sadar dan Berkesadaran, sehingga “Roso Orep Sejati” bukan hidup bersaing, adu power, adu sakti dan canggih, namun hidup penghidupan kehidupan yang penuh rasa syukur dalam situasi kondisi apapun, dalam perjalanan takdir dan nasib, kodrat irodzatNya masing masing.

Dalam Sains Spiritual: Jantung Itu Sejati Mulia Memuliakan

Detak detik nit menit (need kebutuhan dan keinginan serta emosional), jam jaman jantung hidup, gerak, sejatinya Peradaban Dunia Baru Kuno Modern HORAIZO Klasik, yang berasal dan berangkat dari Hidup, Gerak dan KemuliaanNya dari Sang Diri Jantung pada setiap diri manusia dimana pun mereka berada, di suku bangsa dan negara manapun, inilah salah satu diantaranya dari sadar berkesadaran lokal jantung dan sadar kesadaran “Roso Orep Sejati” yang universal kekal tersebut.

Hasil Saresehan Roso Orep Sejati

Ki Tohari Pimpinan Sanggar Panuwunan Kasampurnane Budi Luhur Desa Cendono Kecamatan-kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan Jawa Timur, Ibu Listyorini Gayantri Pembatik Warisan Leluhur Singosari Singhasari Nusantara, Ucok Khairuddin Lubis Jakarta dan Guntur Bisowarno dari Bamboo Spirit Nusantara Support System Purwosari Kabupaten Pasuruan Jawa Timur.

Canting Catatan Penting

Pertama: 22=2+2=4, 4 Bilik Ruang Waktu Sang Jantung.

Kedua: 22+5+20+26= 73; 7+3 =10 Angka Sempurna, Angka Sepuh=SepuhLoh.

Ketiga: Jumat Wage; Jumat 6 dan Wage 4, 6+4=10, Kembali Sepuluh; SepuhLoh.

Keempat: 2+2+5+2+0+2+6 (22/5/2026)=19, baca Satu Sembilan, Siji Songo, Singhasari letak kedudukannya diri yang bisa dijadikan kaca benggala dalsm bercermin diri sendiri tersebut, 9 Lubang Satu Badan, 9 Planetarian, Putaran Siklus Hidup Cakra manggilingan, Yin Yang, Badan Tubuh Jagad Raya dan Jagad Kecil sudah terajut dengan sempurna.

Kelima: Batik Singhasari Berfilosofinya adalah Motif Batik Tulis Sekar Kamulyan Sejati, Maha Karya Listyorini Gayantri (60 Thn).

Kesimpulan Kesadaran Jantung Mandhita Utama: Dalam Jawanologi, Enerjologi dan Enerjolite dari Hari Jumat Wage, 22 Mei 2026 saat ini terkandung pesan maksud yang dimaksud, kait yang terkait, hubung yang terhubung; 10&10; 2x berulang  Sepuluh & Sepuluh; SepuhLoh & SepuhLoh, yang letak kedudukan sebagai cermin dirinya, luar dan dalam diri sinkron, selaras dan harmonis, sudah terajut Nyata Ghoib dan GhoibNya(ta) secara natural alamiah, holistik Terpadu di dalam 4 Bilik Ruang Waktu Jantung, 19 Badan Tubuh Satu Jantung 9 Lubang, ada Sumber Daya HidupNya, yang Sepuh dan Sempurna Menyempurnakan yaitu Enerjologi dan Enerjolite SepuhLoh dan SepuhLoh.

Diarsipkan di Perpustakaan Baru Kuno Modern HORAIZO Klasik Kawasan Gunung Arjuno Induk Peradaban Dunia. (Red).

Oleh: Guntur Bisowarno Ketua Bamboo Spirit Nusantara Support System.

-+=