Pasuruan, Skalainfo.net| Jawa Timur, Rabu Pahing, 20 Mei 2026. Angka Aksara Berbicara. Pertama: Dalam Kajian dan Telaah Jawanologi, Rabu berangka 7 dan Pahing berangka 9, sehingga 7+9=16, 1+6=7. Kedua: 20 Mei 2026; 20+5+20+26=71; sehingga terbaca 7 nya ya 1; apa itu, ya 7+1=8, Delapan, WoLu Wohe Luhur, terjadilah Perilaku Pikiran, Ucapan dan Tindakannya terwujud berbudi pekerti luhur, sampai pada proses yang disepakati sepakat mufakat sebagai Kasampurnane Budi Luhur; Kasampurnane (SepuhLoh) Perilaku Luhur.

Ketiga: 20/5/2026; 2+0+5+2+0+2+6 = 17; Kita ketemu hubungannya, kait terkait dalam maksud yang dimasukkan yaitu 7, 71-17; 7 Tujuh Tujuannya 1(Satu) & 1(Satu) Tujuh Tujuannya, apa itu dalam kompleksitas situasi kondisi, sudut pandang dan pandangan hidup dalam membaca semua realita dan Sinau belajar Kaweruh Diam & Dinamis dalam perubahan serta perjalanan hidup kehidupan ini, yaitu Bahagia Dalam Takdir Mengenal Akunya aku. Bahagia karena mempunyai dan menyatu dengan semua kelengkapan bahan hidup, yang memadai sehingga berkurangnya sampai hilangnya rasa ketakutan dan rasa kecemasan dalam tata sistem hidup berkehidupan adanya.
7 Tujuh Tujuan Hidup Berkehidupan
Berdamai dengan diri sendiri, Mengenal Akunya aku, Bahagia Dalam Takdir, Mengenal dan Mengalami Transformasi Diri berbasis Rasa Kebangkitan Rasa Kesadaran Keilahian, artinya wes terpadu, sinergi dan terkolaborasikan tata sistem Biosistem dari Kebangkitan Rasa Berkesadaran Jiwa(Spirit) yang hidup berkehidupan ini.
Membaca Ulang Rekomendasi Kenduri Agung Borobudur
Setelah memonitoring dan mengevaluasi Acara tgl 23 Juli 2023, dalam Acara Kenduri Agung Borobudur, yang diadakan oleh Padepokan Tulis Tanpa Papan Kasunyatan Jati Singgangsono Kulon Progo Yogyakarta Jawa Tengah dengan Team Bamboo Spirit Nusantara Support System, kembali Kita sadar menyadari, Pesan Transformasi Informasi Energi Spiritual dalam Dimensi Sains Spiritual nya adalah Siapkah dan Bersediakah Kita untuk menjadi Agensi dan Duta Kesadaran Keilahian untuk Diri, Keluarga, Warga, Masyarakat, Nusa Bangsa dan Dunia di Jaman Perubahan Peradaban ini.
Kenduri Agung Borobudur, 23 Juli 2023
Jadi sudah menempuh waktu selama 3×365 hari (3 thn=2023-2026)-63 hari =1.095 – 63 hari= 1.032, karena kurang 60 hari, menuju 23 Juli 2026 di tahun ini, jika Kita mulai dari 23 Mei 2026, justru karena dihitung ulang Tanggal 20 Mei 2026, bertepatan dengan 118 Thn Hari Kebangkitan Nasional, maka 3 Thn — 63 hari= 1.032 hari, sudah menempuh 1.000 hari lebih 32 hari lamanya, Sewu 1000, Sewu(jud); Evaluasi dan Monitoring Sustainable Ejawantah nya bagaimana ?!?
10 Sepuluh SepuhLoh Angka Kesempurnaan
118 Thn; Angka 1+1+8=10, Sepuluh, di Indonesia SepuhLoh, Angka Sempurna adalah 10, semua tidak ada yang kebetulan bahwa SepuhLoh; merujuk pada Kasepuhan dan Kasampurnane Pelindung dan Mahkota Kesadaran Dunia, yang ditemukan di Saujana Candi Borobudur, adalah Aset Bangsa Indonesia untuk Bangkitnya Massa Kesadaran Keilahian di Jaman Now, Jaman Perubahan Peradaban Baru Kuno Modern HORAIZO Klasik saat ini, secara Enerjologi dan Enerjolite, frekuensi getaran resonansi vibrasi nya Sempurna di Hari Ini, Tahun Ini, dan Saat ini, bagi siapapun yang Jiwa(Spirit) Kesadaran Keilahian nya terbangkitkan Nya dalam Rasa Karsa Cipta Kita masing masing sesuai kapasitas dan kodrat irodzatnya yang bersangkutan.

Purwosari Pasuruan Jawa Timur, 20 Mei 2026; Jam 19.18 WIB.
Payung Perlindungan dan Mahkota Kesadaran Dunia; Sloka Sastra Realita dari Batik Tulis Singhasari Berfilosofi Padma Catra Payung Song Song Aji Bawono. Sebutan CaTRa adalah Cahaya Sinar Nur Transformasi Rasa Sadar Berkesadaran Ilahi.
Sloka Sastra Realita Batik Tulis Singhasari Berfilosofi Padma atau Lotus atau Teratai adalah Lambang Ketekunan, Ketangguhan dalam Perjuangan Hidup Kehidupan, Puspa Bunga Kembang Teratai mampu hidup di tengah tengah tanah lumpur sekalipun, bahkan mampu bertahan hidup, dan mekar indah harum mewangi justru diatas tanah lumpur tersebut.
Sloka Sastra Realita Batik Tulis Singhasari Berfilosofi Song Song Aji Bawono, apa yang Kita song song dari Sumber Daya Hidup Kehidupan yang mampu menjadi Aji Peyangga, Aji Mangku Bawono, itulah Fokus Tujuan 7, Satu Tujuan 17 dan Tujuan Satu dari Kebangkitan Massa Sadar Kesadaran dari Payung Mahkota Kesadaran Keilahian saat ini, kini dan di sini adaNya.
Kajian Telaah Pelaku Pembatik Singhasari Berfilosofi
Dalam Kajian Telaah Ibu Listyorini Gayantri 60 Tahun, Pembatik Warisan Leluhur Singhasari Nusantara Jaya menjelaskan dengan Cetho dan lugas logis di bawah ini:
Motif Batik Padma Catra – Padma
- BANGKIT DARI LUMPUR TAPI TETAP SUCI. Padma tumbuh di lumpur tapi bunganya tetap mekar bersih di atas air tanpa ternodai. Maknanya: Manusia yang bisa hidup di tengah kesulitan, godaan dan kotoran dunia, tapi tetap menjaga hati dan pikiran tetap suci.
- KESEMPURNAAN & PENCERAHAN. Setiap kelopaknya adalah tahap penyempurnaan diri Maknanya: Perjalanan hidup itu bertahap, tidak ada yang langsung sempurn, butuh proses, sabar dan latihan bati.
- KESEIMBANGAN DAN HARMONI. Bentuk Padma simetris, dengan kelopak yang tersusun rapi melingkar. Artinya: Keseimbangan antara duniawi dan spiritual, antara jasmani dan rohani, antara hak dan kewajiban. Di Jawa ini nyambung pada konsep “Memayu Hayuning Bawana” memperindah dunia.
KEMURNIAN DAN KETULUSAN
Warna putih dan merah muda Padma melambangkan ketulusan hati yang tidak pura pura. Artinya: Lakukan kebaikan tanpa pamrih, makanya Padma sering di pakai pada upacara adat dan sesaji sebagai lambang doa yang tulus.
- Kebangkitan dalam siklus hidup
Padma mekar pagi, menutup sore, lalu mekar lagi esok harinya. Artinya: Hidup itu siklus, ada jatuh, ada bangkit, selalu ada kesempatan kedua. Padma cocok banget di pakai di tema “Hari Kebangkitan Nasional 20/5/2026” Simbol bangsa yang bangkit dari keterpurukan.
CATRA; SONG SONG; PAYUNG: Di Budaya Jawa, Bali dan Nusantara, payung punya makna yang dalam, nggak hanya buat peneduh panas/hujan saja, Tapi simbol kepemimpinan dan perlindungan.
- PERLINDUNGAN DAN PENGAYOMAN
Fungsi dasar payung melindungi dari hujan dan panas. Maknanya: Melindungi, mengayomi, menjaga rakyatnya, Di Keraton payung Kerajaan di sebut “Payung Agung / Catra” dan cuma di pakai Raja, itu tanda tanggung jawab besar seorang pemimpin.
- WIBAWA DAN MARTABAT
Martabat itu datang dari tanggung jawab, bukan dari paksaan. Warna dan motif payung melambangkan tingkat kebijaksanaan dalam kewibawaan seseorang.
- PENYARING ATAU PENYEIMBANG
Payung menyaring matahari agar tidak langsung membakar, dan menahan air hujan agar tidak langsung mengguyur. Maknanya: Pemimpin harus jadi penyeimbang, menahan amarah, menyaring informasi, meredam konflik biar tidak melukai rakyatnya. Ini menyambung sama konsep “Andap Asor” rendah hati tapi berwibawa.
- KONEKSI LANGIT DAN BUMI
Gagang payung tegak keatas, kainnya melingkar ke bawah. Maknanya: Penghubung langit sebagai sumber nilai dan bumi sebagai tempat hidup manusia, Pemimpin di harapkan membawa nilai luhur ke dalam kehidupan nyata.
- KEBERSAMAAN
Satu payung bisa di naungi banyak orang kalau mereka mau berdesakan. Maknanya: Semangat gotong royong di bawah satu tujuan, perbedaan bisa disatukan. Maknanya: Di upacara adat, payung sering dipakai mengiringi pengantin atau jenasah. Simbol kebersamaan dalam suka dan duka.
Hari Kebangkitan Nasional 20/5/2026 ini; Motif Payung ini bisa di pakai untuk melambangkan “Kepemimpinan yang mengayomi” dan “Bangsa yang bersatu dalam satu naungan”.
Diarsipkan di Perpustakaan Baru Kuno Modern HORAIZO Klasik Kawasan Gunung Arjuno Induk Peradaban Dunia, 20 Mei 2026, Pukul 20.31 WIB. (Red).
Oleh: Guntur Bisowarno Ketua Bamboo Spirit Nusantara Support System.

