Tangsel, Skalainfo.net| Tempat nongki-nongki nuansa Malioboro ditengah-tengah kota BSD menambah warna dalam keindahan malam Kota Tangsel yang majemuk dengan kaum urban. Gemerlap lampu temaram memberi makna dan inspirasi ketika meneguk segelas SUHE (susu jahe panas) perpaduan rempah-rempah murni racikan original dan menjadikan salahsatu minuman ciri khas di Café Ronggeng. Minggu, 05/04/2026.

Parian menu yang telah tersedia memanjakan pengunjung untuk memilih sesuai selera, namun ada satu menu makanan yang sangat Istimewa serta diperkaya dengan campuran rempah-rempah dan tentunya sangat terpuaskan yang diberi nama “Mie Nyemek”.

Pak Lilik sebagai owner Café Ronggeng mengatakan, beberapa makanan yang menjadi ciri khas itu adalah murni dari hasil racikan sendiri dan juga pengalaman ketika dahulu zaman sekolah sering berpergian kemping digunung dan dihutan, sehingga pada suatu saat agar makanan yang dibawa tetap sehat bergizi maka mencari rempah-rempah yang berada dihutan dan sampai saat ini sudah menjadi kebiasaan untuk mengolah makanan dengan rempah-rempah, dan itu menjadi makanan favorit, katanya.

Alunan musik santai penghantar lajunya Nongki-nongki merangsang semangat pada setiap pertemuan, masing-masing pengunjung tetap asyik dalam kisah dan ceritanya, begitu juga kaum muda-mudi dengan genre nya yang tidak kalah dengan nuansa buat mereka membersamai di Café Ronggeng dibawah cahaya gemerlapnya lampu temaram dan tetap saling bersahaja dalam menikmati indahnya malam.

6°18’13.6″S 106°40’47.7″E
-6.303775, 106.679910

Pada kesempatan tersebut, seorang tokoh yang familiar sebagai pemerhati lingkungan H. Handry Hanief sedang nongki bersama rekan sejawat dan relasinya menikmati malam panjang. Seperti biasa Handry yang akrab disapa bang haji Andry, dengan loyalitasnya menghubungi awak media ini via WhatsApp agar dapat hadir untuk menghantarkan malam minggu ini semakin bersemangat. Dan mengirimkan Lokasi di “Café Ronggeng, Jalan Salvia Griyaloka BSD Kota Tangerang Selatan”.

Suasana malam semakin hidup ditambah alunan musik yang membawa inspirasi menyala dengan menggabungkan beberapa pulau Indonesia hadir dalam satu jamuan nongki di Café Ronggeng.

Topik yang dibangun oleh bang Handry agar tetap peduli terhadap lingkungan dan beberapa daerah di Banten sudah mulai membangun sesuai Perda otonomi daerah, tutur bang haji Handry.

“Tempat yang sederhana tetapi bersahaja itu pun sudah mulai ramai oleh para kawula muda datang bersama teman-temannya lagi”.

Standar nongki pun sudah mulai meningkat, dari obrolan politik sampai ke bisnis dengan masing-masing memiliki skill, relasi bang Handry mencoba memberi pengalamannya dan juga saling memberi informasi.

Secara keseluruhan, masyarakat urban merupakan contoh konkret dari masyarakat multikultural yang dinamis, dimana perbedaan-perbedaan tersebut menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Pantauan awak media sehingga lanjut pada kesimpulan, dengan malam yang semakin larut tersebut tercetuslah bahwa, Café Ronggeng ini sebagai tempat nongki terinspirasi oleh kaum tua dan muda. (Red/Alfi).

-+=