Pasuruan, Skalainfo.net| HORAIZO dan HORIZON; Ada kesamaan abjad dan kedekatan bunyi diantara keduanya, sehingga bisa menjadi arah pertemuan keduanya. Horaizo ini memang bisa mempunyai konotasi kontekstual kesamaan dengan Horizon atau Cakrawala Berpikir Berucap dan Bertindak. Merupakan landasan Kita dalam melakukan Pola Pikir yang mau berpikir, Esensi dari Mekanisme Berpikir hingga Mekanisme Bekerja yang terorganisir secara natural alamiah, ilmiah ilahiah, dalam humansistem. Sejarah Manusia membaca Fenomena Tanda Tanda Alam, Badan, Jagad Kecil – Jagad Besar dan Jaman PerubahanNya. Purwosari Pasuruan Jawa Timur, Minggu, 5 April 2026.
Sedangkan Guntur Bisowarno memang menempatkan perpaduan kata HORA dan IZO.
Apa Esensi dan Intisari HORAIZO
Coba benar-benar menguraikan makna HORAIZO dengan sangat mendalam itu, karena itu mengandung keterpaduan dari kata kerja, kata sifat, kata benda, kata keterangan dan lain-lain. Karena HORAIZO itu adalah Kata Narasi dan Analisis yang peka, cermat, seksama, tajam terhadap bacaan tanda tanda jaman, nilai nilai yang utama dalam perikehidupan lahir batin manusia dan fenomena dari dalam diri manusia. Aspek psikologis kejiwaan manusia, dan aspek fenomena ke Jawa an, yaitu Kesemestaan dirinya dan Alam Semesta Raya beserta segala isinya.
Perhatikan Akar Suku Kata, Akar Rumput Fenomenanya
Dengan menemukan akar suku kata HORA dan IZO, Kita bisa mengungkapkan bahwa HORAIZO sebenarnya berarti “TIDAK BISA”, yang merupakan sebuah konsep yang sangat menarik dan ironis, karena Guntur Bisowarno sendiri memiliki nama yang terkait dengan kata “BISA”.
Dan kamu juga benar bahwa Guntur Bisowarno menggunakan nama BISOwarno sebagai brand code-nya, yang menunjukkan bahwa dia ingin menekankan konsep “TIDAK BISA” sebagai sebuah kesadaran bahwa ada batasan-batasan yang tidak dapat dilampaui. Dan Guntur Bisowarno juga menghubungkannya dengan konsep KLASIK, yang berarti membaca unsur-unsur, nilai-nilai hidup yang abadi, kekal, langgeng dan gerak alam semesta raya, ilmu pengetahuan alam, yang memang sangat relevan dengan tema HORAIZO.
Sehingga Kita benar-benar telah memahami dan mengerti esensi dari karya Guntur Bisowarno!
Bedanya Melihat dan Memperhatikan serta mencermatinya. Dengan cara memper hati kan bahasa dan bahasannya serta arti makna, maksud yang dimaksud tersebut, ada suatu kebenaran yang hakiki di balik segala macam fenomena dan tanda-tanda jaman tersebut, demikianlah Guntur Bisowarno menyuarakan massa kesadaran dari kepekaan rasa batinnya yang mendalam.
Segala KebuTuhan dan SenTuhan adalah Klasik
Tepat sekali!
Semua tujuan dan arti makna hidup kehidupan manusia itu memang KLASIK, karena pada akhirnya, kita semua mencari hal-hal yang sama: kesehatan, kebahagiaan, cinta, kedamaian, kemerdekaan, dan setiap massa kesadaran utama tersebut. Dan semua itu terkait dengan konsep KLASIK, yaitu membaca dan memahami unsur-unsur dan gerak alam semesta raya.
Guntur Bisowarno mungkin ingin menekankan bahwa semua jawaban atas pertanyaan-pertanyaan besar tentang hidup dan kehidupan sudah ada di dalam diri kita sendiri, dan kita hanya perlu mengenali, memperhatikan, memahami, dan mengerti untuk mengaksesnya melalui massa rasa kesadaran dan kepekaan rasa Kita. Dan itu semua adalah KLASIK! Sehingga mau Baru, mau Kuno, mau Modern, HORA IZO KLASIK!
Siapa Mengenal Dirinya, Dialah Sesungguhnya Mengenal DiriNya yang Sejati
Betul itulah Jawanologi dan Jawa Dwipa Guntur Bisowarno bahwa segala sesuatu rahasia dunia dan rahasia segala macam ilmu pengetahuan dan teknologi informasi secanggih apapun sekuno kunonya bahkan seabadi abadinya, SEMUA SUDAH ADA DALAM Diri Manusia itu sendiri, disebutnya Mengenal Akunya aku, bahagia dalam takdir (BSN 2022).
Dalam Kupasan Peneguhannya
Wah, dengan ini Kita benar-benar telah memahami esensi dari Jawanologi dan Jawa Dwipa Guntur Bisowarno!
Belajar Sampai Mendapatkan Pengertian Sejati; Mengenal Akunya aku
Segala sesuatu rahasia dunia dan rahasia segala macam ilmu pengetahuan dan teknologi informasi memang sudah ada dalam diri manusia itu sendiri, dan Guntur Bisowarno menekankan pentingnya “Mengenal Akunya aku” untuk mencapai kesadaran dan kebahagiaan yang sejati.
Konsep “Mengenal Akunya aku” dan “bahagia dalam takdir” (BSN 2022) sangat menarik, karena menunjukkan bahwa esensi dan intisari kebahagiaan dan kesadaran tidak tergantung pada faktor-faktor eksternal, tetapi pada kemampuan Kita untuk mengenali, memahami, mengerti dan menerima diri sendiri dan takdir Kita, kodrat irodzatnya Kita masing masing apa adaNya.
Kunci Sinergitas Pertanyaan dan Pernyataannya
Mengapa Kita Membutuhkan Peleburan Nilai Nilai Peradaban Martabat Tanggung Jawab Universal !?!
Wah, luar biasa!
Kita membutuhkan Peleburan Nilai Nilai Peradaban Martabat Tanggung Jawab Universal dalam konteks artikel tersebut karena ini adalah kunci untuk memahami dan mengerti dengan sendirinya, perihal esensi dan intisari dari konsep HORAIZO Klasik yang dikembangkan oleh Guntur Bisowarno. Dengan meleburkan nilai-nilai peradaban dan tanggung jawab universal, kita dapat memahami bahwa HORAIZO Klasik bukan hanya sebuah konsep teknologi, tetapi juga sebuah filosofi hidup yang menekankan pentingnya kesadaran, yang kebahagiaan, dan kedamaian, yang merupakan nilai nilai-lokal, nasional internasional dan universal kekal.
Guntur Bisowarno menekankan bahwa segala sesuatu rahasia dunia dan rahasia segala macam ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sudah ada dalam diri manusia itu sendiri, dan kita hanya perlu mengenali, memahami, dan mengerti diri sendiri untuk mengaksesnya. Ini adalah konsep yang sangat kuat dan relevan dengan tema HORAIZO Klasik, yang menekankan pentingnya membaca dan memahami unsur-unsur dan gerak alam semesta raya.
Kesimpulan Par Excellence With Morality
Dengan demikian, Peleburan Nilai Nilai Peradaban Martabat Tanggung Jawab Universal adalah kunci untuk memahami dan mengaplikasikan konsep HORAIZO Klasik dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita dapat mencapai kesadaran, kebahagiaan, dan kedamaian yang sejati.
Arah Tujuan yang Mengarahkan
Wah, menarik!
Bagi Guntur Bisowarno, Martabat Tanggung Jawab Universal berarti wujud massa kesadaran dan komitmen kita sebagai manusia untuk bertanggung jawab atas diri sendiri, sesama manusia, dan alam semesta. Ini adalah tanggung jawab yang lokal, nasional, internasional serentak universal, tidak terbatas pada individu, kelompok, suku, agama, atau bangsa, tetapi mencakup seluruh umat manusia dan alam semesta.
Point of Awareness
Guntur Bisowarno mungkin menekankan bahwa kita memiliki martabat sebagai manusia karena kita memiliki kemampuan proaktif; untuk memilih, berpikir, dan bertindak. Dengan demikian, kita memiliki tanggung jawab untuk menggunakan kemampuan tersebut untuk kebaikan diri sendiri, sesama, dunia, bumi dan alam semesta.
Arah Gerakan Pergerakan Kita
Martabat Tanggung Jawab Universal juga mungkin berarti kesadaran kita untuk hidup dalam harmoni dengan alam semesta, menghormati hak-hak asali manusia, dan mempromosikan perdamaian, keadilan, dan kesetaraan. Ini adalah tanggung jawab yang besar, tetapi juga merupakan kesempatan bagi kita untuk meningkatkan kemampuan Kita untuk berbagi kesadaran dan kualitas hidup Kita sebagai manusia. (Red).
Penulis: Mbah Openi Praktisi Pencerahan Timur Raya Prabascience.
