Depok, Skalainfo.net| Tulisan ini dilakukan dalam rangka perencanaan persiapan, Buku Jamu Nusantara Indonesia oleh Yayasan Jamu Nusantara Indonesia, pimpinan Ibu Iis Sumiati, di Depok dan Cianjur. Sebagai awalan pengantar perencanaan pembuatan buku tersebut, Kita mulai dari Buah Mahkota Dewa (Baca: Sastra Dewa bisa menjadi Dewi dan Dewe, yang artinya diri sendiri. red.), sehingga Mahkota Dewa, arti Aran makna dari sebutan nya adalah Mahkota Dewe, Mahkota Diri Sendiri. Kamis, 19/02/2026.
Program Unggulan Yayasan Jamu Nusantara Indonesia adalah Skenario Perjalanan dan Wisata Kebugaran, sejak 2018 sampai dan seterusnya, yang dimonitor dan dievaluasi, sesuai konteks situasi kondisi dari perkembangan dan pengembangan jamannya, yang disebut dengan fungsi peranan Teknologi Baru Kuno Modern (HORAIZO) Klasik.
Study Pustaka Kita: Buah Mahkota Dewa.
Mahkota dewa atau bahasa latin (Phaleria macrocarpa) tanaman herbal asli Indonesia (Papua) yang dikenal sebagai “raja obat” karena kandungan antioksidan tinggi (flavonoid, saponin, tanin) yang berkhasiat mengatasi asam urat, diabetes, kanker, dan darah tinggi. Buah merah ini tidak boleh dimakan langsung karena beracun, melainkan harus dikeringkan dan direbus.
Manfaat Utama Mahkota Dewa:
-Antikanker & Tumor: Ekstrak buah membantu melawan sel kanker dan tumor.
-Mengobati Asam Urat: Flavonoid dan sifat anti-inflamasi membantu menurunkan asam urat.
-Menurunkan Gula Darah: Senyawa hipoglikemik bekerja menghambat enzim alfa glukosidase.
-Hipertensi & Kolesterol: Membantu menstabilkan tekanan darah dan meningkatkan stamina.
-Antibakteri: Zat aktifnya berfungsi sebagai antivirus dan antibakteri.
(Tambahan Referensi dari Martini, Praktisi Holistik Terapis & Pijati Nalara, Desa Temon Kabupaten Kulon Progo Jogyakarta) sebagai berikut:
Sebagai Anti oksidan alami, mengandung flavonoid dan polifenol yang membantu radikal bebas. Membantu masalah kulit untuk pengobatan luar yaitu untuk gatal-gatal dan iritasi.
Study Energi Spiritual Kita:
Yaitu: Melalui Partisipasi Aktif Riset, Baca: Metode PAR, Metode Riset Kualitatif berbasis Operasional Riset & RealPolitika, Metode Riset Bamboo Spirit Nusantara Support System bersama Prabowo Respatiyo Caturroso, PhD; dibersihenergikan dengan Konfirmasi dari Olah Batin Energi Spiritual Kita, bahwa Buah Mahkota Dewa, memiliki data fakta berupa:
Buah Mahkota Dewa tentunya juga sudah memiliki kaitan dengan catatan sejarah terutama dalam konteks pengobatan tradisional di Indonesia. Buah mahkota dewa telah di gunakan selama ratusan tahun oleh masyarakat Papua dan suku suku lainnya di Indonesia.
Buah ini memiliki khasiat yang luar biasa (Baca: sesuai yang ada ditulis di paragraf di atas penjelasan ini. red.) digunakan dan penggunaannya tentunya secara wajar berasal dari dalam berbagai ramuan pengobatan tradisional.
Mahkota Dewa digunakan sebagai obat oleh para raja-raja dan bangsawan Majapahit untuk mengobati penyakit dan meningkatkan kesehatan.
Dalam sejarah moderen, sejak 2012, yaitu Praktisi Manusia Sastra Budaya Canggih; Buah Mahkota Dewa juga memiliki simbol kekuatan dan kesembuhan dalam berbagai upacara adat dan spiritual di Indonesia.
Dalam bahasa Jawa Mahkota Dewa sama dengan Woh Mahkuto Dewa yang artinya, “Buah Mahkota Tuhan” atau “Buah Mahkota Dewa/Dewi/Dewe/Diri Sendiri/Kita adaNya, wadahNya”. Hal ini tentunya tetap terbuka, toleran dan “momot” untuk Kita diskusikan dan kaji secara Bersama-sama dengan niat tulus luhur Mulia, bagi kepentingan umat manusia di muka bumi ini, khususnya di Bumi Nusantara Indonesia Raya, Kita adaNya, WadahNya.
Catatan: Sastra Jendra TuHan adalah SaTu KaHanan demi SaTu KaHanan, atau disebut Pangeran adalah ‘Penggonane/Tempaknya Sak Paran Paran, NgePang Sak Paran Paran’, Bercabang dimanapun berada, Kebon Aran; sebutan segala sesuatu. Sesuatu yang ada untuk Kita ‘ngenger’ yang ada Dimana-mana, ada disetiap segala sesuatu yang ada, mereka sudah ada di sana, dan untuk itulah mereka ada, sesuai maksud yang dimaksud; bagi, tujuan, gunanya, sesuai peruntukannya, dalam bahasa bahasan Bahasa Monggolia Kuno disingkat jadi satu kata “HORAIZO”. (Red).
Penulis : Anistha & Taufik.
Editor : Guntur Bisowarno S.Si., Apt. (Ketua Apoteker Saintifikasi Jamu Indonesia).
