Pasuruan, Skalainfo.net| Casuarina junghuhniana, atau yang biasanya dikenal sebagai Cemara Gunung, adalah spesies pohon pionir endemik Indonesia yang menjadi salah satu bagian dari flora di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Pohon Cemara ini memiliki peran yang sangat krusial dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup.
Ciri-ciri Fisik:
- Pohon Cemara ini tumbuh di daerah yang memiliki ketinggian 1.500 hingga 3.100 mdpl.
- Memiliki ketinggian mencapai 15-35 meter dengan diameter batang 30-50 cm.
- Daunnya berbentuk sisik kecil seperti jarum dengan warna hijau dan keabu-abuan.
- Buah pohon cemara jenis ini memiliki struktur kayu oval, permukaan bergerigi, mirip dengan kerucut konifer (kecik, coklat kehitaman).
- Memiliki tekstur batang yang keras, berserat, dan berwarna coklat/cocok buat bahan arang kayu.
Habitat Pohon Cemara Spesies Casuarina Junghuhniana (Cemara Gunung) berada di wilayah pegunungan Indonesia bagian timur, dengan penjelasan sebagai berikut:
Wilayah Geografis: Tersebar mulai Jawa hingga Kepulauan Nusa Tenggara (Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, Wetar, dan Timor).
Kondisi Lingkungan:
Iklim: Tumbuh subur di daerah tropis basah dan dikenal sangat tahan terhadap kekeringan. Jenis Tanah: Mampu beradaptasi di tanah bebatuan yang keras, alkalin, dan tanah yang kekurangan hara.
Pionir Lahan Ekstrim: Spesies ini dominan di lereng gunung berapi, lembah kawah, dan daerah yang sering terjadi longsor. Salah satu habitat utama yang terkenal di Indonesia adalah kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Pengaruhnya terhadap Pertanian dan Ekosistem;
Casuarina Junghuhniana (Cemara Gunung) memiliki peran yang cukup signifikan terhadap pertanian dan ekosistem, karena kemampuannya beradaptasi di lahan marginal.
Pengaruh terhadap Sektor Pertanian dan Ekosistem;
Windbreaks (pemecah angin): memiliki struktur yang tajuk dan batangnya yang kuat, sangat efektif untuk melindungi tanaman budidaya dari kerusakan akibat angin kencang yang berada di dataran tinggi.
Penyubur Tanah: melalui simbiosis dan adanya bakteri Frankia pada bintil akarnya. Cemara ini dapat mengikat nitrogen dari atmosfer dan mengubahnya menjadi bentuk yang tersedia bagi tanaman. Hal ini dapat meminimalisir penggunaan pupuk kimia yang mengakibatkan ketergantungan.
Pagar Hidup & Sumber Energi: Petani sering menanam Pohon Cemara Gunung di sekeliling ladang atau kebun sebagian pembatas dan menjadi kayu bakar berkualitas tinggi karena terdapat nilai kalori yang sangat baik.
Penyerap Karbon dan Habitat: memiliki peran dalam mitigasi perubahan iklim dengan menyerap CO2 dan menjadi tempat berlindung serta sumber makanan bagi burung, serangga, dan sejenisnya.
Konservasi Tanah: akarnya yang kuat membantu menstabilkan struktur tanah yang curam agar terhindar dari longsor dan dapat mencegah erosi.
Spesies Pionir: Pohon Cemara Gunung ini mampu mendominasi lahan terbuka ekstrim, seperti lereng gunung berapi pasca letusan atau daerah rawan longsor.
Casuarina Junghuhniana (Cemara Gunung) memiliki Korelasi terhadap nama “Cemara Indah” pada Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).
Hubungan sastra (dalam konteks kultural atau makna simbolis) antara Pohon Cemara Gunung (Casuarina Junghuhniana) dengan nama “Cemara Indah” pada Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) merupakan bentuk apresiasi masyarakat terhadap keindahan alam, fungsi ekologis, dan peran Cemara Pohon terhadap pertanian.
Hubungan antara keduanya adalah memiliki karakter energik simbiotic. Casuarina Junghuhniana (Cemara Gunung) memiliki “keindahan” dan manfaat ekologis. Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) memberi nama “Cemara Indah” sebagai bentuk atensi, dan LMDH melindungi serta memanfaatkan agar alam tetap lestari. LMDH Cemara Indah menjadi simbol gerakan dan kepedulian yang menggabungkan konservasi (pelestarian pohon cemara) dengan kesejahteraan masyarakat. (Red).
Penulis : Miftahuz Zainiah
Editor : Guntur Bisowarno (Praktisi Pariwisata Mata Air Dusun & Desa).
