• January 20, 2021

Deklarasi Jaga Keutuhan NKRI, Pemkot Kota Baubau Gandeng TNI – POLRI

 Deklarasi Jaga Keutuhan NKRI, Pemkot Kota Baubau Gandeng TNI – POLRI

Baubau-Sultra, Skalainfo.net| Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau Sabtu, (12/12/2020) menggelar deklarasi dalam rangka menjaga kesatuan dan keutuhan Negara Republik Indonesia (NKRI) di baruga Keraton. Dalam deklarasi tersebut, Pemkot Baubau menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polisi Republik Indonesia (Polri).

Deklarasi tersebut dilaksanakan pada kegiatan Apel Kebangsaan dalam menjaga keutuhan NKRI Dengan Semangat Po5 Mari Kita Bangun Persatuan dan Kesatuan di Kota Baubau yang diikuti oleh seluruh elemen masyarakat yang terdiri dari TNI, Polri, kepala Organisasi Pemerintahan Daerah, Kerukunan Umat Beragama, tokoh Masyarakat, tokoh Adat, toko Pemuda, serta Camat dan Lurah Se Kota Baubau.

Wali Kota Baubau melalui sambutannya mengungkapkan, Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Memiliki wilayah yang sangat luas terdiri dari puluhan ribu pulau yang didiami oleh suku, bangsa, agama dan kepercayaan, adat istiadat, kebudayaan maupun kondisi geografis yang berbeda-beda.

“Bahwa keberagaman adalah suatu anugerah dan takdir Tuhan kepada Bangsa Indonesia yang senantiasa harus kita syukuri sebagai modal dasar dalam membangun bangsa. Akan tetapi potensi anugerah yang sedemikian besar tersebut apabila tidak dapat kita kelola dengan baik dapat berpotensi menjadi ancaman dan hambatan dikemudian hari,” tuturnya.

Ditambahkan, kewajiban kitalah sebagai anak bangsa untuk senantiasa merawat dan merajut potensi bangsa tersebut untuk menjadikan Indonesia yang besar dan lebih baik di masa yang akan datang. Untuk itu, sebagai Negara yang lahir lewat perjuangan merebut kemerdekaan, maka sebagai warga Negara yang baik senantiasa dapat mencermati isu-isu strategis.

AS Tamrin memaparkan, isu strategis tersebut dinatarnya ialah memudarnya semangat nasionalisme dan rasa cinta tanah air, Kurangnya pemahaman tentang sejarah perjuangan bangsa, masih adanya kasus perusakan fasilitas sekolah, universitas, dan fasilitas umum akibat tawuran dan ketidakpuasan terhadap layanan pendidikan.

Selain itu, Isu kewarganegaraan ganda dan hasil pernikahan campuran, kurangnya pemahaman tentang hak dan kewajiban warga Negara yang berimplikasi pada terjadinya berbagai permasalahan kewajiban sebagai warga Negara.

“Dalam menata bangsa kita ke depan kita butuh konsep yang tepat untuk mengantisipasi segala ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang berpotensi mengganggu kelangsungan berbangsa dan bernegara kita. Adalah Wawasan Kebangsaan sebagai salah satu yang dapat dijadikan perekat batin bagi seluruh Indonesia,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kota Baubau ini juga mengungkapkan, sebagai orang Buton kita telah diwariskan dengan nilai-nilai awal dalam berpemerintahan dan bernegara yaitu Sara Patanguna. Sara Patanguna tersebut telah diterapkan tidak kurang 700 tahun lamanya sebagai konsep bernegara dan bermasyarakat yang masih tetap hidup dan berkembang hingga saat ini.

Hal tersebut merupakan nilai-nilai yang universal yang dapat dipahami oleh setiap orang. Bahwa dalam perkembangannya, Sara Patanguna berkembang menjadi konsep yang saat ini kita juga kenal sebagai Po-5. Adalah juga terinspirasi dari nilai-nilai Sara Patanguna tersebut sebagai satu kesatuan utuh yang di dalamnya terkandung nilai atau filsafat rasa sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang sempurna.

“Dari konsep inilah kita semakin mampu memahami cara pandang bangsa kita. Bagaimana kita memandang diri kita sendiri maupun memandang lingkungan di luar kita. Melalui Apel Kebangsaan ini maka kita akan diingatkan kembali apa yang seharusnya kita lakukan untuk masa depan bangsa dan Negara yang kita cintai ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut Walikota dua periode ini mengungkapkan, perbedaan bukanlah rintangan menjalin persatuan. “Kita mempunyai Sara Patanguna, Po-5 maupun nilai-nilai luhur lainnya yang merupakan warisan nenek moyang kita. Dan sebagai bangsa Indonesia, kita juga mempunyai Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sama-sama kita cintai,” pungkasnya. (Red/Husna).

Autentikasi : DINAS KOMINFO BAUBAU.