• February 27, 2021

Mahasiswa KKN-PPM Unisma Malang, Sosialisasikan Pengolahan Jahe Kepada Masyarakat Kampung Tukang

 Mahasiswa KKN-PPM Unisma Malang, Sosialisasikan Pengolahan Jahe Kepada Masyarakat Kampung Tukang

Malang, Skalainfo.net| Mahasiswa Unisma Malang melaksanakan KKN Tematik di Desa Asrikaton Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, di bimbing oleh Dr. Siti Asiyah, SE., MM selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). KKN Tematik adalah kuliah kerja nyata (KKN) yang orientsi program kegiatannya terfokus pada bidang tertentu sesuai dengan permasalahan kemasyarakatan dan arah kebijakan pembangunan yang diselenggarakan Pemerintah wilayah tertentu (Kabupaten/Kota).

Pandemi covid-19 menyebabkan KKN Tematik Unisma kali ini dilaksanakan secara individu di Desa masing-masing dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, kegiatan KKN lebih banyak dilakukan secara daring mengingat masa pandemi belum berakhir sampai batas waktu yang belum di ketahui. KKN tematik Unisma dilakukan selama 30 hari dari tanggal 03 Agustus-03 September 2020.

Dampak akibat adanya pandemi Covid-19 mempengaruhi perekonomian masyarakat, dimana pendapatan cenderung berkurang. Oleh sebab itu mahasiswa KKN-PPM Unisma Malang terintegrasi melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui sosialisasi mengenai pengolahan jahe. Melalui kegiatan ini berikut kepedulian terhadap Covid-19 karena dengan menjadikan produk jahe instan di Desa Asrikaton Kecamatan Pakis Kabupaten Malang, diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Pembagian poster Germas (gerakan masyarkat hidup sehat) yang akan dipasang di sepanjang jalan dan tempat umum kampung Tukang. “Mengingat adanya pandemi Covid-19 maka kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan secara door to door di kampung Tukang pada tanggal 15 Agustus 2020”.

Adapun sebagian kegiatan sosilisasi juga dilakukan secara daring. Jadi, dalam satu lingkup wilyah, ada dua metode sosialisasi yakni secara daring dan juga door to door. Kalau sosialisasi secara daring dilakukan untuk masyarakat yang jarak rumahnya agak jauh, sedangkan yang door to door dilakukan untuk cangkupan jarak sekitar rumah.

Akan tetapi pada intinya memiliki tujuan yang sama, yakni sosialisasi tentang pengolahan jahe. Program sosialisasi tersebut antara lain menjelaskan mengenai cara pembuatan serbuk jahe yang dapat digunakan untuk berwirausaha ataupun dikonsumsi sendiri serta memberikan contoh serbuk jahe yang sudah jadi agar warga lebih memahami cara pembuatan minuman serbuk jahe. Selain itu warga juga diberikan edukasi mengenai GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) dengan pentingnya mematuhi protokol kesehatan di era new normal serta pembagian masker secara gratis.

Sosialisasi dan pembagian minuman tradisional serbuk jahe serta masker secara gratis kepada warga. Kegiatan pengelolaan jahe ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di era pandemi Covid-19 melalui usaha pengelolaan jahe. Pemanfaatan jahe ditengah-tengah pandemi Covid-19 menurut Kepala Desa Asrikaton meningkat. Dikarenakan jahe memiliki banyak manfaat diantaranya dapat melegakan tenggorokan, meningkatkan nafsu makan, penghangat tubuh, dan manfaat lainnya.

Yang tak kalah penting yaitu untuk dijadikan peluang usaha dengan membuat minuman serbuk jahe instan. “Sehingga banyak digunakan untuk bahan baku dan berpotensi untuk dijadikan peluang usaha.” Ungkap Supaadi selaku Kepala Desa Asrikaton.

Sosialisasi pun disampaikan Mahasiswa KKN-PPM Anil Hidayati tentang cara pengolahan jahe menjadi minuman serbuk jahe instan dengan di bina oleh Dr. Siti Asiyah, SE., MM selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). “Pengkonsumsian jahe ini masih sangat sederhana, sehingga perlu adanya inovasi baru yaitu serbuk jahe instan yang dapat langsung dikonsumsi hanya dengan menyeduh dengan air hangat,” ujar Anil.

Sementara itu Supaadi selaku kepala Desa Asrikaton sangat mendukung kegiatan sosialisasi ini. Karena memberikan wawasan dan motivasi baru bagi masyarakat terutama kaum ibu untuk berwirausaha dan berkarya demi menambah penghasilan keluarga. “Kami tentunya mengharapkan supaya masyarakat Desa Asrkaton dapat berwirausaha melalui pengelolaan jahe menjadi minuman serbuk jahe instan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat kampung Tukang,” ungkap Supaadi selaku kepala Desa Asrikaton. (Red/Jack).

Nama ketua : Pristy Indah Nurfiana (21701081469)

Anggota :

  1. Serviana Trisna Suhesti (21701081490)
  2. Mohammad Agus solikin (21701081491)
  3. Adia Reyhan Putra Pratama (21701081462)
  4. Yogi Adetiya Kurniawan (21701081206)
  5. Zainatun Fajria (21701081207)
  6. Putri Indah Lestari (21701081182)
  7. Nuricha Putri Hasibuan (21701081479)
  8. Agung Bayu Asmoro (21701081487)
  9. Anil Hidayati Rohmah (21701081243)