Pasuruan, Skalainfo.net| Dari Senen Pahing 20/4/2026 hingga 23/42026. Proses Keterhubungan ini secara khusus di sastra kerja spiritual kan selama 4 hari 4 malam, di alat Teknologi Meditasi Limas Bamboo Limboo segi 8 di Kantor Pusat Bamboo Spirit Nusantara Support System Purwosari Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Purwosari Pasuruan Jawa Timur, Kamis Kliwon, 20 April 202.

Sesudah terhubungnya Pancaindera Inderakila Gunung Arjuno dengan Pasopati Arjuno dan Untung SuroPATI, SuraPATI, Sura bisa menjadi Sari, dimana huruf hidup a,i,u,e,o bisa berputar, menurut Kaidah Kaweruh Manusia Sastra Budaya Canggih; sehingga kunci lokal, lock kuncinya akal-kalbu, Sasmitasning dhumadi terbuka, sehingga Kita dapat menemukan SariPATI dari  PAsuruan sejaTi (20/4/2026).

Hari Kamis berangka 8 dan Pasaran Kliwon berangka 8, menurut Kaweruh Jawanologi JawaDwipa.

Sandhi Sastra 20 =8

Di Sandhi Sastra Aksara Bali Kuno, dalam bahasan bahasa Sansekerta, 20 disebut DwiBindu, 2 Lingkaran 0, yang sama dengan Angka 8, yang bermakna 8 atau WoLu Wohing Luhur, 8 itu Sloka Simbol Alam Raya, infinitum Continum, garis lingkaran yang tak ada putusnya, namun ada simpul, bindunya.

Tgl 20 4 2026 = 20 4 10 (2+0+2+6=10), sehingga 8 ditempatkan 4, dalam 10 menjadi 108, jumlah kalung tasbeh; (mentas Kabeh) Umat Hindu Bali, ada di Angkanya Cakra Kresna.

Hari Ini, Senen 4 Pahing 9, pasangan 49 adalah melebur, molting dalam Kaidah Angka Aksara Kitab Perubahan, Kitab I Ching China Kuno.

4+9 = 13, artinya Pusaka Manjing Warangka, yaitu masuknya ilmu Ngelmu kaweruhNya Kresna (Baca: Inilah salah satu bagian dari Ilmu Kaweruh Leluhur Nusantara. red.) Kepada Arjuno dalam Babad Bhagawadghita.

Angka 22: Cermin Diri dalam Angka I Ching, karena menurut Ajaran Kaweruh Ilmu Leluhur, Enerjologi Jawanologi, “Segala rahasia ilmu Kaweruh, sesungguhnya ada dalam dirimu, badan tubuh, wadah tubuh, batin sekti batin sukci, yang disebut Kaweruh Batin Tulis Tanpa Papan Kasunyatan.

23: Membebaskan, Membebaskan dikotomi dan sekat sekat NyataGhoib dan GhoibNyata.

Sandhi Sastra Angka Aksara

Didalam Sandi Angka Aksara nama nama dan penamaan segala aspek hidup dan kehidupan, serta segala isinya langit dan bumi, menggunakan bahasa Induk Bahasa Indonesia  yaitu Bahasa Jawa, masih terbukti baik yang Baru Kuno Modern HORAIZO Klasik, masih digunakan, misalnya dalam adanya; Jawa Program dan Jawa Script di Dunia Pemograman Android dan IT, maupun di dalam ilmu Jawanologi dan JawaDwipa, dimana di dalamnya, banyak  yang mengandung makna, arti, maksud dimaksud dari Ajaran Kaweruh Leluhur Nusantara, yang membahas tuntas Babakan (Menggunakan PancaIndera Fisik= NyataGhoib) dan (Pancaindera Sains Spiritual= GhoibNyata).

Salah satu upaya Kita adalah mengurai dan mengolah dua lokasi (Puncak Indrakila Gunung Arjuno dan Pasopati Cakra Nusantara Pasuruan) dan dua sastra Sloka Realita pusaka ampuh Nusantara yaitu Pasopati dan Cakra Nusantara, keduanya mengandung NyataGoib dan GhoibNyata.

Peneguhan Untuk Menghubungkan Pasopati dan Cakra dalam Konteks Nusantara

Sesudah Kita bersepakat dengan Joko Pasopati Cakra Nusantara Dewan Pengurus Cabang DPC Kota Pasuruan (Pas disuruh Tuan dan Tuhan), untuk mengurai perihal hakekat dan Suropati, Saripati dari Senjata Pasopati Arjuno dengan Cakra Kresna (Senen Pahing, 20/4/2026, BSN Guntur Bisowarno Bamboo Spirit Nusantara Support System Purwosari Kabupaten Pasuruan Jawa Timur).

Pemulihan Pemuliyaan Budaya Peradaban Nusantara

Menghargai dan Merawat Al Ilmu Nya, berupa Ilmu Kaweruh Kebijaksanaan Leluhur, dalam hal ini adalah arti makna, maksud yang dimaksud dari Nama Nama Tokoh, Nama Gunung, Senjata, Dusun Dukuh Desa, Kecamatan, Kabupaten, Kota dan Propinsi di Seluruh Kawasan Indonesia Raya Kita semua ini, Kita mulai dari Nama Puncak Indrakila Gunung Arjuno, di karena kan adanya Kisah Sejarah Peristiwa Kejadian Kirab Budaya Pasoeroean Tempo Doeloe (Sabtu, 4/4/2026) Kita dipertemukanNya dengan Joko Pasopati Cakra Nusantara.

Mengingat Kembali Puncak Indrakila Gunung Arjuno

Panah Pasopati adalah senjata sakti berbentuk panah berujung bulan sabit milik Arjuna dalam wiracarita Mahabharata. Senjata ini dianugerahkan oleh Dewa Siwa (Pasupati) setelah Arjuna bertapa di Gunung Indrakila, dan dikenal sangat mematikan karena hampir tidak pernah meleset dari sasaran. Pasopati digunakan untuk membunuh raksasa Niwatakawaca, serta tokoh kuat seperti Jayadrata dan Karna.

Berikut poin-poin penting mengenai Panah Pasopati: Asal-usul: Astra (panah sakti) dari Dewa Siwa sebagai bentuk anugerah. Kekuatan: Merupakan salah satu dari enam jenis senjata Mantramukta yang sulit ditangkis. Fungsi dalam Cerita: Digunakan Arjuna untuk memenangkan perang Baratayuda dan mengalahkan musuh-musuh kuat.

Konteks Modern: Sloka Sastra Realita nya

Konteks Modern: Dalam konteks Bapenda Jabar, PANAH PASOPATI digunakan sebagai nama aplikasi untuk penelusuran kendaraan bermotor yang menunggak pajak (Penelusuran Penunggak Pajak, Sopan, Akurat, dan Simpati).

Hubungan Pasopati dan Cakra

Angka 108 itu; Senjata Cakra Sudarsana adalah senjata pusaka andalan milik Batara Wisnu. Senjata Senjata Cakra Sudarsana adalah senjata pusaka andalan milik Batara Wisnu. Senjata berbentuk cakram berputar dengan 108 gerigi tajam ini juga dimiliki oleh titisan Batara Wisnu, yaitu Prabu Kresna (Krishna) dalam kisah Mahabharata. Cakra Sudarsana dikenal sebagai senjata ilahi yang dahsyat untuk memusnahkan kejahatan.

Pemilik Utama: Batara Wisnu.

Pengguna dalam Mahabharata: Prabu Kresna.

Fungsi: Senjata sakti yang digambarkan di tangan kanan belakang Wisnu.

Dalam mitologi Hindu, senjata ini sering digunakan untuk memotong kepala musuh yang jahat atau angkuh. Dengan 108 gerigi tajam ini juga dimiliki oleh titisan Batara Wisnu, yaitu Prabu Kresna (Krishna) dalam kisah Mahabharata. Cakra Sudarsana dikenal sebagai senjata ilahi yang dahsyat untuk memusnahkan kejahatan.

Hubungan Arjuna dan Krisna

Hubungan antara Krisna dan Arjuna dalam Bhagawadgita adalah ikatan istimewa yang mencakup persahabatan karib, hubungan keluarga (sepupu/ipar), serta relasi guru-murid yang mendalam. Krisna bertindak sebagai pemandu spiritual, penasihat, dan kusir kereta perang yang menunjukkan jalan dharma (kewajiban) kepada Arjuna di tengah medan perang Kurukshetra.

Berikut adalah poin-poin utama hubungan mereka: Persahabatan dan Kekeluargaan: Krisna dan Arjuna adalah sepupu (ibu Arjuna, Kunti, adalah bibi Krisna) dan Arjuna menikah dengan Subhadra, adik perempuan Krisna. Mereka memiliki ikatan emosional yang tulus dan sangat dekat.

Guru dan Murid: Di saat Arjuna mengalami krisis mental, Krisna berposisi sebagai guru (Acharya) yang memberikan ajaran spiritual abadi (Bhagawadgita) untuk menghapus keraguan Arjuna.

Kusir dan Kesatria: Krisna setuju menjadi kusir kereta perang Arjuna, menunjukkan perannya sebagai pelindung dan penunjuk jalan yang mengarahkan fokus Arjuna pada dharma.

Tuhan dan Penyembah: Meskipun awalnya berinteraksi sebagai teman, hubungan mereka berkembang menjadi relasi antara Tuhan (Krisna sebagai awatara Wisnu, Ejawantah Dzat Allah dalam Wisnu selanjutnya menjadi Kresna) dan penyembah (Arjuna).

Wahyu Semesta (Vishvarupa): Dalam Bab 11, Krisna memperlihatkan wujud semesta-Nya kepada Arjuna, mengubah kekaguman Arjuna dari sekadar sahabat menjadi pemujaan penuh.

Arjuno Wadah Ilmu NgelmuNya Kresna

Krisna menuntun Arjuna untuk memahami bahwa kewajibannya sebagai ksatria adalah bertempur demi kebenaran, tanpa terikat pada hasil, yang dijelaskan dalam ajaran mengenai keabadian jiwa.

Rekomendasi: Sudah teregenerasikan kah bahan ajaran transformasi informasi energi Kaweruh Leluhur Nusantara, NyataGhoib dan GhoibNyata dengan menggunakan Metode Pendidikan dan Pembelajaran kepada Generasi Muda sesuai perkembangan jamannya, oleh karena lengkapnya bahan pembelajaran tersebut. (Red).

Penulis: Guntur Bisowarno Praktisi Manusia Sastra Budaya Canggih.

-+=