Tangsel, Skalainfo.net| Kampung pemulung yang berada di wilayah Jurang Mangu Barat Kota Tangsel terancam akan digusur setelah adanya surat himbauan ke- 3 dari pihak pengembang Bintaro untuk mengosongkan tempat pemukiman para pemulung tersebut, tercatat sebelum tanggal yang sudah ditetapkan oleh pihak pengembang Bintaro yaitu pada 15 April 2026 ini.
Surat edaran itu sudah dilayangkan sejak bulan Februari lalu, namun dalam surat edaran yang ke- 3 ini menentukan limit waktu akhir pada 15 April 2026 segera dikosongkan, bila tidak mengindahkan surat edaran tersebut, maka akan digusur paksa oleh buldoser milik pengembang Bintaro. Hal itu diungkapkan langsung oleh warga kampung pemulung bernama Acang saat ditemui awak media ini pada hari Kamis, 09/04/2026.
Acang mengatakan, sekitar 11 orang pemilik lapak yang berada di pemukiman kampung pemulung Jurang Mangu ini dan 192 Kepala Keluarga serta 1200 jiwa warga kampung pemulung segera untuk meninggal tempat itu dan membongkar lapaknya sendiri.
Warga kampung pemulung Jurang Mangu Kota Tangsel sudah menempati lokasi tersebut sejak tahun 2006 silam, di dalamnya sudah ada musholla dan tempat belajar atau sekolah kelompok dari sebuah Yayasan Nara Kreatif Foundation yang peduli akan Pendidikan bagi anak-anak pemulung, ucap Acang.
Bahkan disetiap minggu itu ada juga mahasiswa/mahasiswi dari kampus STAN Bintaro yang datang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak-anak disini. Tidak hanya itu, ada juga dari ASN Mengajar, UIN dan kampus Budi Luhur datang memberi Pelajaran dan melakukan kegiatan-kegiatan serta penelitian untuk bahan praktek dan sebagai materi belajar mereka disini.
Oleh karena itu, keceriaan dalam belajar dan semangat anak-anak pemulung disini menerima pelatihan belajar dari kaka-kakaknya sudah terbangun, sehingga sangat sedih rasanya untuk meninggalkan tempat ini. Prestasi dan piagam perolehan anak-anak pemulung ini, sudah banyak sekali, anak saya saja kira-kira sebanyak 15 piagam yang dia dapatkan atas peringkat ataupun lomba-lomba baik dari pihak swasta maupun pemerintah.
Kalau saja pihak Bintaro untuk pembangunannya itu masih lama biarlah kami tinggal disini dulu, tapi kalau memang harus keluar juga sebelum tanggal 15 April 2026 ini, yaa…saya coba mencari tempat atau lahan kosong yang bisa ditempati oleh warga pemulung secara bersama-sama seperti disini ini, katanya.
Harapan kepada pemerintah Kota Tangsel
Warga kampung pemulung menyampaikan permohonan, harapan serta perhatian dari pemerintah Kota Tangsel agar bisa memberikan Lokasi lahan kosong kepada kami warga kampung pemulung. Dan juga mohon kami diperhatikan, benar-benar diperhatikan agar kami juga dapat hidup layak sebagaimana Masyarakat lainnya, memiliki peran layak meskipun kami Adalah Masyarakat pemulung, ungkapnya.
Pesan khusus kepada Walikota Tangerang Selatan H. Benyamin Davnie
Kami atas nama warga Masyarakat Kampung Pemulung Kelurahan Jurang Mangu Barat/Timur, Kota Tangsel meminta kepada bapak H. Benyamin Davnie untuk melihat kami dan memperhatikan warga kami sebagai pemulung. Pendidikan kami memang tidak mumpuni, akan tetapi kehidupan buat anak-anak kami ingin berbeda dengan kami sebagai orangtua mereka. Dengan pekerjaan kami hanyalah mengais sampah dan mengumpulkan barang-barang bekas untuk membiayai keperluan anak-anak kami yang ikut sekolah kelompok di kampung pemulung ini, kiranya dapat menjadi atau merubah kehidupan lebihbaik mereka di masa depan.
Pak Benyamin, saya Acang warga kampung pemulung berharap semoga bapak dapat memberi kami tempat, tidak ada tanah yang luas selain tanah pemerintah. Hanya bapak Benyamin yang bisa membela kami warga pemulung ini, karena sebentar lagi kampung kami ini akan digusur pak, pesan Acang sebagai perwakilan warga pemukiman Kampung Pemulung. (Red/Alfi).
Bersambung-
