Padang, Skalainfo.net| Institut Seni Indonesia Padang Panjang: Pertunjukan dramatic reading naskah drama “Perempuan di Persimpangan” karya Syafriwan sukses digelar di Teater Arena ISI Padang Panjang pada Sabtu, 17 Januari 2026 pukul 20.00 WIB. Acara ini merupakan bagian dari tugas akhir mahasiswa Jurusan Seni Teater atas nama Syafriwan.

Pertunjukan berlangsung meriah dan mendapat antusias tinggi dari penonton. Sekitar 300 orang hadir memenuhi gedung pertunjukan, menciptakan suasana yang padat dan penuh apresiasi terhadap karya seni teater tersebut.

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tamu undangan penting, di antaranya Kabid Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar, Kabid Olahraga Kabupaten Tanah Datar, Komunitas Sakata, Media Kreatif Milenial Batusangkar, Wawan Project Batusangkar, serta berbagai komunitas seni lainnya.

Sebelum pertunjukan dimulai, penonton disuguhkan dengan penyambutan khas budaya Minangkabau melalui penampilan Gandang Tambua dari sanggar Tigo Sapilin Nagari koto laweh  serta tari Galombang dari Komunitas Seni Ulak Sariak. Penampilan pembuka ini semakin menambah semarak suasana malam pertunjukan.

Dari segi akademik, karya ini berada di bawah bimbingan Ketua Program Studi Dr. Dede Pramayoza, S.Sn., M.A., dengan pembimbing karya Leni Efendi, S.Sn., M.Sn. Sementara itu, penguji karya terdiri dari Dr. Afrizal H., S.Sn., M.Sn. dan Hendri Jihadul Barkah, S.Sn., M.Hum.

Secara pertunjukkan, “Perempuan di Persimpangan” mengangkat kisah Diana, seorang perempuan Minangkabau yang kembali ke kampung halamannya setelah menempuh pendidikan di luar negeri. Kepulangannya yang penuh harapan berubah menjadi konflik ketika pandangan hidupnya tentang kesetaraan dan kebebasan perempuan berbenturan dengan nilai-nilai keluarga, terutama ayahnya, Syamsul Bahri. Konflik semakin memuncak ketika terungkap trauma masa lalu keluarga terkait hilangnya Mirna, adik Syamsul Bahri. Di titik inilah Diana dihadapkan pada pilihan sulit antara cinta keluarga dan idealisme perjuangan, yang berujung pada perpisahan, penyesalan, dan kehilangan mendalam.

Pertunjukan ini digarap dengan dukungan tim produksi yang solid, dipimpin oleh Pimpinan Produksi Trisyah Wahyuni, dengan Stage Manager Chon, serta disutradarai oleh Sharief Jalaludin Al Kindi. Para aktor yang terlibat antara lain Maharani Saputri, Fauzy Akbar, Farid, Beby Anastasya Putri Efendi, Malvin, dan Aga.

Selain itu, aspek artistik juga diperkuat oleh tim rias (Neta, Gea, Pajar), penata artistik Puspita Sari, serta tim setting yang melibatkan Ahmad Fajri, Abenk, Reza, Ijap, Arif, dan Hima Seni Teater. Penataan musik oleh Ananda, vokal oleh Harlan dan Aulia, serta tata cahaya oleh Ary Wirya, S.Sn. dan Dandi Devondra turut memberikan nuansa dramatis yang kuat pada pertunjukan.

Acara dipandu oleh MC M. Iqbal dan Dini, serta didukung oleh penampilan tari yang dikoordinatori oleh Windy dan Zinta, dengan penari utama Mentari, S.Sn.

Secara keseluruhan, pertunjukan berjalan lancar dan mendapat apresiasi tinggi dari penonton. Karya ini tidak hanya menjadi pencapaian akademik bagi Syafriwan, tetapi juga menjadi kontribusi penting dalam perkembangan seni teater, khususnya dalam mengangkat isu perempuan dan budaya Minangkabau ke dalam panggung pertunjukan teater. (Red/Syafriwan).

By Admin

-+=