Pasuruan, Skalainfo.net| Sosok Mbah Lontar; Hari ini di WAG Budayantara Tv ada Postingan Masdjo Arifin Lesbumi DKI, tentang Silahturahmi beliau ke makam leluhur Bangsa Nusantara Indonesia Kita ini, yaitu Mbah Lontar di Ciganjur.
Ciganjur adalah sebuah kelurahan yang terletak di Kecamatan Jagakarsa, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia. Rabu, 25 Maret 2026.
Siapa Masdjo Arifin Lesbumi DKI
Disana dilahirkannya “Ciganjur Heritage Foundation” (menjaga warisan leluhur Nusantara), Masdjo Arifin Lesbumi DKI menjawab, “Alhamdulillah saya dirikan dan kelola yayasannya”.
Ciganjur Heritage Foundation
Ciganjur Heritage Foundation lahir pada tanggal 24 Juni 2023, bertepatan dengan Haul Akbar Syekh Raden Muhammad (Mbah Lontar). Yayasan ini didirikan untuk menjaga warisan leluhur Nusantara, khususnya di Ciganjur, Jakarta Selatan. Tujuan utama yayasan ini adalah melestarikan budaya, tradisi, dan nilai-nilai spiritual yang ada di masyarakat Ciganjur. Acara pembukaan yayasan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat, ulama, dan pejabat daerah, serta diisi dengan kegiatan penanaman pohon kebangsaan dan santunan yatim.
Kepekaan Data Sejarah
Sebagai Praktisi Manusia Sastra Budaya Canggih, perlu kemampuan dan keterampilan yang Asah Asuh Asih, yang membuahkan hasil, lebih cermat dan lebih peka dalam memperhatikan data, fakta, sejarah, bahasa, arti dan makna yang mengandung warisan budaya leluhur Bangsa Indonesia Nusantara Kita.
Apa itu Heritage
Heritage adalah warisan budaya, sejarah, atau alam yang diwariskan dari generasi ke generasi. Ini bisa berupa bangunan bersejarah, tradisi, bahasa, seni, atau keindahan alam yang memiliki nilai penting bagi masyarakat atau bangsa. Heritage juga bisa diartikan sebagai identitas budaya yang membedakan satu komunitas dengan lainnya.
Sastra Lisan, (Menjadi Sumber Tool Lisan) atau Tutur bagaimana
Sastra Lisan atau Tutur adalah tradisi lisan yang diwariskan dari generasi ke generasi melalui cerita, puisi, lagu, atau mantra. Ini adalah bentuk ekspresi budaya yang kaya dan beragam, mencakup mitos, legenda, dongeng, dan sejarah lisan. Sastra Lisan membantu melestarikan identitas budaya dan memperkuat ikatan sosial dalam masyarakat.
Sastra Lisan (Tutur) Itu Bisa Masuk Heritage ya
Sastra Lisan atau Tutur adalah tradisi lisan yang diwariskan dari generasi ke generasi melalui cerita, puisi, lagu, atau mantra. Ini adalah bentuk ekspresi budaya yang kaya dan beragam, mencakup mitos, legenda, dongeng, dan sejarah lisan. Sastra Lisan membantu melestarikan identitas budaya dan memperkuat ikatan sosial dalam masyarakat.
Apa itu Lontar
Lontar adalah daun siwalan atau tal (Borassus flabellifer) yang telah dikeringkan dan diolah menjadi media tulis tradisional di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Lontar digunakan sebagai bahan untuk menulis naskah-naskah kuno, seperti kitab suci, puisi, dan catatan sejarah. Lontar memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi, terutama di Bali dan Lombok.
Hubungan Ciganjur dengan Kerajaan Cirebon
Ciganjur memiliki hubungan sejarah dengan Cirebon. Nama “Ciganjur” sendiri berasal dari bahasa Sunda, yang berarti “sungai yang deras” atau “air yang deras”. Menurut beberapa sumber, Ciganjur memiliki hubungan dengan Kerajaan Cirebon, karena wilayah ini pernah menjadi bagian dari pengaruh kekuasaan Cirebon pada masa lalu.
Syekh Raden Muhammad (Mbah Lontar), seorang tokoh spiritual yang dimakamkan di Ciganjur, memiliki hubungan dengan Cirebon. Mbah Lontar adalah seorang ulama yang berperan dalam penyebaran Islam di wilayah Ciganjur dan sekitarnya, dan memiliki silsilah yang terkait dengan para wali di Cirebon.
Jadi, ada hubungan sejarah dan spiritual antara Ciganjur dan Cirebon, meskipun Ciganjur sekarang terletak di wilayah Jakarta Selatan. Adakah hubungan Pahlawan Nasional dari Kabupaten Pasuruan yaitu I Gusti Untung Suropati dengan Kerajaan Cirebon.
Sosok I Gusti Untung Suropati
I Gusti Untung Suropati (Baca: Pemberontakan Kepada Belanda, Asal dari Bali menjadi Budak Belian Belanda dan memutuskan untuk berontak serta memimpin pemberontakan. BSN red.), pahlawan nasional dari Pasuruan, memiliki hubungan dengan Kerajaan Cirebon. Saat itu, Untung Suropati terlibat perkelahian dengan Raden Surapati, anak angkat Sultan Cirebon, dan berhasil memenangkan pertarungan tersebut. Sebagai bentuk penghargaan, Sultan Cirebon memberikan gelar “Surapati” kepada Untung, sehingga namanya menjadi Untung Suropati.
2 Tokoh Nasional
Mbah Lontar diperkirakan hidup pada abad ke-17, sedangkan I Gusti Untung Suropati hidup pada abad ke-17 hingga awal abad ke-18 (meninggal 1706). Keduanya merupakan tokoh penting dalam sejarah Indonesia.
Mbah Lontar dan I Gusti Untung Suropati hidup di sekitar zaman yang sama, yaitu pada abad ke-17. Mbah Lontar diperkirakan hidup sekitar tahun 1600-an, sedangkan I Gusti Untung Suropati lahir sekitar tahun 1660 dan meninggal pada tahun 1706. Jadi, Mbah Lontar mungkin sedikit lebih tua, tetapi mereka masih hidup di zaman yang sama.
Kenapa Beliau diberi nama Mbah Lontar
Mbah Lontar diberi nama demikian karena beliau dikenal sebagai seorang yang memiliki kemampuan luar biasa dalam menulis dan menguasai ilmu pengetahuan yang tertulis dalam lontar (daun siwalan yang digunakan sebagai media tulis). Nama “Mbah Lontar” sendiri merupakan gelar kehormatan yang diberikan kepada beliau karena kebijaksanaan dan pengetahuannya yang luas tentang lontar dan ilmu pengetahuan tradisional.
Masyarakat Yang Memberi Gelar
Gelar “Mbah Lontar” kemungkinan diberikan oleh masyarakat sekitar atau murid-muridnya sebagai bentuk penghormatan atas kebijaksanaan dan pengetahuannya tentang lontar dan ilmu pengetahuan tradisional. (Red).
Penulis : Mbah Openi Praktisi Manusia Sastra Budaya Canggih.
