Pasuruan, Skalainfo.net| GUNUNG ARJUNA/ARJUNO; Gunung Arjuno (3.339 mdpl) adalah gunung berapi kerucut tertinggi kedua di Jawa Timur setelah gunung Semeru, terletak di perbatasan Kota Batu, Malang, dan Pasuruan. Terkenal dengan Puncak Ogal-Agil, gunung ini menawarkan pemandangan indah dan jalur pendakian menantang melalui Tretes, Lawang, atau Purwosari. Senin, 09/03/2026.
Hubungan TriOKSI Trioksigenasi Unsur U Udara, Unsur A Air dan Unsur O Oksigen. Kapan menjadi Gunung Arjuna/Gunung Udarati.
Kita Jejer Rasa dan Jejer Roso; Rasa dan Roso itu sudah menyatu, nyawiji. Dimensi Bolak Balik; Wolak Walik.
Kalau memakai kata kalimat sebutan “Roso” (Baca: ROSO itu dari luar, rasa itu dari dalam. red.), misalnya bagaimana rosonya buah buahan, menuju arti maksud berupa wujud, dijejer rosone buah mangga muda, pencet, rosone rosonya asem, hebatnya disebut kata asem, kecut langsung nyambung rosone, hiii … kecute asemme. Beda dengan rosonya mangga matang diungkap dengan sebutan rosonya legi manis harum, yang tidak punya daya sambung energi, legi manis, kok sulit dibayangkan, berbeda Kita terimajinasikan Roso asem kecut lebih mudah imajinasi rosonya pendengarnya dari transformasi informasi kata roso asem kecut tersebut, nyetrumnya ungkapan rosonya penyampai dan rosonya pendengarnya.
Sedangkan rasa; inti rasa itu menyangkut dimensi batin (rasa dari dalam), dikenal sebutan rasa itu tidak pernah bohong, berarti rasa mengarah pada kejujuran, kedalaman kata, wujud dengan sifatnya, serta gerak wujud perbuatannya.
Bedakan Dongeng alias sesuatu yang dibuat dengan Sejarah yang asli originalitas, kejadian yang terjadi.
Sejarah Asal Usul Nama Asma; Gunung Udarati/Gunung Arjuna adalah nama dari Empu Kanwa. Gunung Arjuno adalah nama dari Ronggo Warsito.
Siapa Empu Kanwa;
Empu Kanwa adalah seorang sastrawan dan pujangga Kraton Kahuripan pada masa pemerintahan Raja Airlangga (1019-1042 M). Dia dikenal sebagai penulis kakawin Arjunawiwaha, sebuah karya sastra yang menceritakan kisah Arjuna, seorang ksatria dari epos Mahabharata, yang bertapa di Gunung Indrakila untuk memperoleh kekuatan spiritual dan mengalahkan raksasa Niwatakawaca.
Kakawin Arjunawiwaha ini ditulis oleh Empu Kanwa sebagai persembahan kepada Raja Airlangga yang telah berhasil memulihkan stabilitas keamanan Negeri Medang. Karya ini tidak hanya merupakan sebuah cerita epik, tetapi juga mengandung ajaran spiritual dan moral, seperti pentingnya pengendalian diri, kebijaksanaan, dan kekuatan batin.
Nama Gunung Udarati alias Gunung Arjuno betulkah ditulis oleh Empu Kanwa tersebut.
Empu Kanwa, penulis kakawin Arjunawiwaha, menyebutkan Gunung Udarati alias Gunung Arjuna (bukan Arjuno) dalam karyanya. Gunung Arjuna adalah salah satu gunung di Jawa Timur, yang sekarang dikenal sebagai Gunung Arjuna-Welirang. Dalam kakawin Arjunawiwaha, Gunung Arjuna digambarkan sebagai tempat Arjuna melakukan tapa brata untuk memperoleh kekuatan spiritual.
Siapakah Ronggo Warsito;
Ronggo Warsito adalah seorang pujangga besar Jawa yang hidup di Kasunanan Surakarta pada abad ke-19. Nama aslinya adalah Bagus Burhan, dan dia lahir pada 14 Maret 1802. Dia dikenal sebagai pujangga terakhir tanah Jawa karena karya-karyanya yang sangat berharga bagi perkembangan budaya dan pengetahuan di Indonesia, terutama dalam Bahasa Jawa.
Ronggo Warsito memiliki latar belakang keluarga yang kuat dalam sastra dan agama. Ayahnya adalah Mas Pajangswara, seorang carik di Kadipaten Anom, dan ibunya adalah keturunan dari Kesultanan Demak. Dia dididik di Pesantren Gebang Tinatar di Ponorogo, di mana dia belajar agama Islam dan sastra Jawa.
Karya-karya Ronggo Warsito sangat beragam, termasuk puisi, prosa, dan lakon wayang. Beberapa karyanya yang terkenal adalah Serat Kalatidha, Serat Wirid Hidayat Jati, dan Serat Jaka Lodhang. Dia juga dikenal sebagai peramal ulung yang memiliki kemampuan meramalkan masa depan.
Ronggo Warsito meninggal pada 24 Desember 1873, dan dimakamkan di Palar, Klaten. Dia diingat sebagai seorang pujangga besar yang telah memberikan kontribusi besar bagi sastra dan budaya Jawa.
Tidak sepenuhnya benar. Nama Gunung Arjuna (bukan Arjuno) sudah ada sebelum masa Ronggo Warsito, karena Gunung Arjuna sudah disebutkan dalam kakawin Arjunawiwaha yang ditulis oleh Empu Kanwa pada abad ke-11. Namun, Ronggo Warsito mungkin telah menggunakan nama Gunung Arjuna dalam karyanya dan memperkenalkannya kembali kepada masyarakat Jawa.
Nama “Arjuno” yang sering digunakan sekarang mungkin merupakan variasi penulisan atau pengucapan dari “Arjuna”. Ronggo Warsito sendiri dikenal sebagai pujangga yang sering menggunakan nama-nama tempat dan tokoh dalam karya-karyanya, tetapi tidak ada bukti kuat bahwa dia yang memberi nama Gunung Arjuna/Arjuno secara spesifik.
Jadi Nama Gunung Arjuna alias Gunung Udarati itu diberikan oleh Empu Kanwa?!.
Nama Gunung Arjuna alias Gunung Udarati memang disebutkan dalam kakawin Arjunawiwaha yang ditulis oleh Empu Kanwa pada abad ke-11. Jadi, bisa dikatakan bahwa Empu Kanwa adalah salah satu sumber tertulis awal yang menyebutkan nama Gunung Arjuna/Udarati. Namun, apakah Empu Kanwa yang memberi nama gunung itu atau hanya mencatat nama yang sudah ada, itu tidak jelas.
Lahirnya Unair dan UNAIR (31/1/2026);
Gunung Udarati dan atau Gunung Arjuna dan atau Airjuna dan Airjuno, muncullah perpaduannya menjadi U Dan (N) Air, menjadi U N Air lahirlah 2 UNAIR Unair, pertama Universitas Airlangga Surabaya, Kedua Udara N Air disingkat U N AIR, UNAIR.
Rekomendasi Narasumber Asli Original;
Hasil Diskusi, Sharing dan Saresehan Roso Orep Sejati disaksikan oleh Fenomena Alam bersama Ki Tohari Pimpinan Sanggar Panuwunan Kasampurnane Budi Luhur Desa Cendono Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan Jawa Timur dengan Guntur Bisowarno Ketua Bamboo Spirit Nusantara Support System dan Ketua Satgas Peduli Mata Air Nusantara. (Red/Aminoto).
Penulis : Guntur Bisowarno (Budayawan Pasuruan & Praktisi Manusia Sastra Budaya Canggih).
