Surabaya, Skalainfo.net| Senin pagi jam 08.00 kehadiran Prof Dr H Muhammad Adib MA sudah ditunggu oleh Wiwit Triwibowo M.Hut Kepala Perhutani Divisi Regional Jawa Timur. Jln.Genteng Kali No, 49 yang didampingi Joko Santoso selaku Kepala Departemen Produksi Sumber Daya Hutan guna membahas mengenai Kawasan Hutan yang terletak di petak 22 rph Sugro Ngadirejo Pasuruan.

Profesor Adib yang didampingi Guntur Bisowarno selaku Ketua Satgas Peduli Mata Air Nusantara dan AM Aminoto (Ketua Satgas Peduli Mata Air Jawa Timur) dari tim awak media skalainfo.net, serta Dimas dari Mahasiswa Jurusan Antropologi Lingkungan semester 8 Universitas Airlangga Surabaya.

Foto exclusive skalainfo

Pertemuan pagi ini sangat ganyeng sekali bak gayung bersambut, baik rasa syukur atas kerjasama sebelumnya hingga adanya kesamaan cita-cita serta arah tindakan yang sejalan sinergis kolaboratif di antara Kita.

Berbagi dan Merajut Kembali Hubungan;

Adanya arah pemikiran Arif dan bijaksana dari beberapa tokoh Perhutani dan Wiwit Triwibowo sendiri yang berharap program-program Perhutani bisa terserap bersama apa yang Prof Adib cita-citakan dalam Program Mulltipihak di Kawasan Hutan Perhutani, Khususnya Desa Ngadirejo.

Foto exclusive kebersamaan skalainfo

Point Point Penting adalah: 1. (Baca: Senada dengan ungkapan Prof Adib, “Masyarakat dipisahkan dengan Hutan, Banjir Pasti Datang,”red.) “Masyarakat di sekitar hutan, tidak boleh dipisahkan dengan Hutan,” ungkap Wiwit Triwibowo yang menjabat sejak 15 Juli 2024 dengan memiliki 23 Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) yang tersebar di wilayah Jawa Timur.

Alumni Sarjana Kehutanan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1997 dan Pascasarjana (S2) dari UGM tahun 2001, begitu juga harapan dari Prof Adib setelah penanaman 10.000 Pohon Cemara Gunung dan 500 pohon nangka oleh LMDH Cemara Indah Desa Ngadirejo, ada feedback bisa membawa kemaslahatan buat masyarakat sekitar hutan, yaitu dampak positif dari kredit karbonnya.

Sang Profesor juga berharap dari hasil pertemuan ini ada tindak lanjut oleh Perhutani Regional Jawa Timur bisa diterima nya Putra Putri Peradaban Tengger Bromo untuk mengenyam pendidikan di Universitas Airlangga dengan beasiswa penuh baik dari S1 S2 bahkan S3, dari sinergitas dan kolaborasi masyarakat desa hutan dari pohon yang mengandung kredit karbon tersebut, khususnya Pohon Cemara’ Gunung 10.000 juga dari 62 Sumber Mata Air di Ngadirejo Pasuruan.
2.Mewujudkan Program Beasiswa Berkelanjutan dari Ekonomi Hijau Desa Ngadirejo.

Dasar Tindakan Sinergitas dan Kolaborasi Unair dan Perhutani Divisi Regional Jawa Timur adalah :

1. Adanya 2 Surat yaitu dari Kepala Desa Ngadirejo dan Ketua LMDH CEMARA INDAH kepada Prof. Dr. Muhammad Adib, Drs, M.A. Unair -1.Nomer : 001/EX01/LMDH/2026 Dari Ketua LMDH Ngadirejo Kab Pasuruan, Tanggal 7 Pebruari 2026 & -2.Nomer 001/EX01/322.201/2026 dari Kepala Desa Ngadirejo Kab Pasuruan, Tanggal 07 Pebruari 2026 Perihal :
Mohon Kesediaan Mendukung Telaah Terapan Kajian Etnoscience Kearifan Lokal Desa Ngadirejo.

2. Adanya data fakta : 62 Sumber Mata Air dan Penanaman Berjenjang Bertahap 10.000 Pohon Cemara Gunung sejak 5/2/2026.

3. Adanya 2 (Dua) tulisan Ketua Satgas Peduli Mata Air Ngadirejo, Miftahuz Zainiah (Nia), Selasa, 23/2/2026 Berjudul: Langkah Miftahuz Zainiah (Nia) Menuju Eksplorasi Ethnoscience di Unair.

Dari Ground Zero Majapahit hingga Episentrum Tengger: Menyongsong Masa Depan Berbasis Kawasan Cagar Budaya.

3. Dan 1 (Satu) Senin, 2 Maret 2026 Berjudul: Solusi Transformasi Pembuatan Sprei BATIK ‘Homestay’ Ngadirejo berbasis Teknik Grading.

Sebelum pertemuan berakhir sekitar pukul 09.00 Wib, Profesor Adib sempat memberikan cindera mata buat Kepala Perhutani Divisi Regional Jawa Timur juga sebaliknya, yaitu Buku SAA Sendhakep Angawe Awe dari Prof Adib. Ada cinderamata yang telah disiapkan oleh Wiwit Triwibowo kepada kami semua, yaitu Batik Khas Banyu Mas dalam wadah Kotak Kayu yang eksotik, 2 Botol Kemasan Madu Klanceng Premium, 4 Botol Minyak Kayu Putih dalam bungkus kain hijau yang menawan.

Profesor Adib berharap atas kehadiran Kepala Perhutani Divisi Regional Jawa Timur saat Sarasehan di Desa Ngadirejo Pasuruan waktunya nanti setelah Lebaran Idul Fitri 1447 H. Juga berharap respon dari Pemangku Kebijakan (Forkopimda) tingkat 2, LMDH khusus nya pihak Perhutani di Kabupaten – Kabupaten se-Jawa Timur agar program Sumber Pangan Nasional berjalan semakin efektif dan efisien di Propinsi Jawa Timur, harapnya. (Red).

Penulis Aminoto.
Editor : Guntur Bisowarno.

-+=