Tangsel, Skalainfo.net| Sejak tahun 2022 sampai Tahun 2024 alokasi dana yang dikucurkan Pemkot Tangsel untuk pengelolaan sampah di TPA Cipeucang mencapai Rp. 154 milyar, namun kondisi terkini di TPA Cipeucang masih semraut serta penumpukan sampah telah melebihi kapasitasnya (overload), kemana dan apa saja yang dilakukan oleh DLH Tangsel penuh tanda tanya. Kamis, 06/02/2025.
“Begitu banyak anggaran yang dikeluarkan untuk pengolahan sampah tapi pada kenyataannya hingga saat ini sampah belum dapat diatasi oleh Pemkot Tangsel khususnya DLH Kota Tangsel”.
Tumpukan sampah disetiap pojok pasar-pasar di Kota Tangsel telah mencoreng wajah Tangsel yang ber-motto-kan cerdas modern relegius, apa yang terjadi pada negeri Tangsel sementara reward dan penganugerahan untuk para pejabat Tangsel terus bermunculan dan menjadi Trend ditengah-tengah masyarakat Kota Tangsel.
Belum lama ini warga yang bermukim di pinggiran pasar Serpong mengeluhkan bau tidak sedap yang mereka alami setiap hari, sedangkan retribusi sampah terus berjalan di permukiman warga masyarakat Tangsel, bahkan pembayaran iuran sampah selalu naik pada setiap tahunnya. Lalu apa sebenarnya yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel mengingat anggaran untuk sampah begitu besar yang dikucurkan Pemkot Tangsel melalui anggaran APBD itu?
Awak media ini langsung menyambangi kantor LSM Perkota Nusantara terkait penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir Cipeucang, dengan kondisi terkininya yang sangat mengkhawatirkan, baik kepada para pekerja yang ada di Cipeucang dan juga warga masyarakat yang berada di areal TPA Cipeucang.
Ketua harian LSM Perkota Nusantara saudara Ridho menyampaikan, bahwa kondisi TPA Cipeucang tinggal menunggu bom waktu saja, karena sudah tidak memungkinkan lokasi Cipeucang ditimbun sampah ratusan ton setiap harinya, sedangkan untuk upaya pengolahan sampahnya tidak dilakukan, katanya.
“Padahal sama-sama kita ketahui bahwa anggaran terbesar nomor tiga (3) itu adalah Dinas Lingkungan Hidup, selain dinas SDA/BMBK dan Juga Perkim Tangsel,” tambahnya.
Tetapi lanjutnya, walaupun anggaran DLH itu sangat besar namun tidak nampak untuk apa dan kemana anggaran itu perginya. Lalu kita lihat kondisi TPA Cipeucang saat ini, wahh itu lebih parah lagi,…terus kemana anggaran itu di peruntukan?, mana realisasi dengan uang sebanyak itu?.
Pada tahun 2024 kemarin, anggaran sampah DLH Tangsel sebesar Rp. 77,2 milyar, dan pada tahun 2023 sebesar Rp. 35, 8 milyar, dan pada tahun 2022 sebesar Rp. 41 milyar dengan total keseluruhan sampai pada tahun 2024 itu, mencapai Rp. 154 milyar, sungguh anggaran yang sangat fantastis, terangnya.
Tiga tahun terakhir ini secara kasat mata kami melihat dan memantau terkait pengelolaan sampah oleh DLH Tangsel, belum ada perubahan. Justru TPA Cipeucang malah semakin parah, apakah tidak sadar… bahwa ledakan di TPA Leuwigajah Jawa Barat itu cukup untuk dijadikan contoh, dan kami sangat berharap kepada pengurus TPA Cipeucang supaya jangan maen-maen mengenai sampah yang telah menggunung di TPA Cipeucang itu, tegasnya.
Terkait sampah yang di TPA Cipeucang, ketua DPD LSM Perkota Nusantara saudara Andi membenarkan bahwa kondisi Cipeucang sudah tidak layak untuk di timbun sampah. Apa lagi sampai ratusan ton perhari yang terus menerus di jejaki sampah, sedangkan upaya untuk pengolahan sampah di TPA Cipeucang cendrung tidak ada, ucap Andi.
Oleh karena itu kami dari LSM Perkota Nusantara mempertanyakan kemana anggaran Rp. 154 milyar itu diperuntukkan, dan hari ini kami sudah melayangkan surat kepada DLH Tangsel terkait anggaran tersebut, tutupnya. (Red/Billy).
Bersambung**
