• June 19, 2021

Dinkop UKM Tangsel Pengembangan Usaha Skala Mikro Menjadi Pengembangan Produksi

 Dinkop UKM Tangsel Pengembangan Usaha Skala Mikro Menjadi Pengembangan Produksi

Tangsel, Skalainfo.net| Dinkop UKM Tangsel terus memberdayakan pengembangan usaha skala kecil menjadi pelaku suaha memproduksi yang berkelanjutan. Mengikuti anjuran yang sudah difasilitasi oleh Dinas KUKM Kota Tangsel, para pelaku usaha ekonomi skala mikro memiliki pedoman bimbingan memasarkan produk serta pengolahan yang benar sesuai mandatori Pemerintah Nomor : 33 Tahun 2014. Kegiatan bintek, seminar Dinkop UKM Tangsel dihari terakhir “ANGKATAN 3” berharap para pelaku usaha skala mikro dapat dimaknai secara teknis. Resto Saisipan, BSD, 9/4/2021.

 

“Melanjutkan isi materi disampaikan oleh H. Rodani M.Si. Pada sesion ke-3 ini semua para pelaku usaha harus tepat kepada mutu dan bahan yang diproduksi agar tidak menyimpang dari jaminan halal produk yang akan dipasarkan”.

Setelah melengkapi penagjuannya dan juga sudah diaudit selanjutnya akan diberikan ketetapan halal sertifikat produk oleh LPPOM MUI dan surat halal dari pemerintah yang berlogo gambar gaurda. Dikemasan produk para pelaku usaha ekomnomi skala mikro akan ada nomor produknya serta logo halal. Masa berlakunya sesuai Undang-undang Nomor : 33 Tahun 2014 yaitu selama empat (4) tahun, tutur Rodani.

Perumpamaan tambah Rodani, bila bahan yang kita jadikan produk itu harus dicampur dengan bahan yang satunya dalam kategori bahan campurannya itu mengandung bahan tidak halal, maka jangan dilanjutkan lebih baik diganti dengan bahan yang sudah ada sertivikasi halalnya, pungkasnya.

Ditempat yang sama Qoriatul Arbaiyah, S.TP, bidang auditing dan SJH menjelaskan, bahwa dalam pengajuan sertivikasi halal harus tepat dalam pengisian daftarnya. Setelah dibagikan lebaran kertas maka kolom-perkolom jangan sapai salah pengisiannya, perlu ditegaskan kembali segala sesuatu yang meragukan silahkan tanyakan kepada saya, ucap Qori.

“Detail dan lengkap diberikan jenis daging-daging yang umum sudah dikosumsi oleh manusia sehingga para pelaku usaha skala mikro cepat memahaminya, pada seminar terakhir seiseon angkatan 3 Dinkop UKM Kota Tangsel”.

Ditambahkan Qori dalam paparannya mengatakan, ketika sudah mendapatkan sertivikasi halal, kita berharap pemasarannya lebih maju semoga dapat juga diterima di super market. Produk-produk yang dikeluarkan para pelaku usaha UKM juga sudah memiliki jaminan halal. Produk UKM sekarang ini lebih maju bisa diterima dimana-mana dan tidak kalah dari produk pabrik dan juga produk-produk dari luar, harapannya semua lebih maju dan berkembang, pungkasya.

Melanjutkan sesi tanya jawab dalam tata cara dan menempatkan kedudukan para pelaku usaha dalam jenjang struktur dipengajuan sertivikasi halal disampaikan oleh Imas Eva Wijayanti, S.Si., M.Si dari LPPOM MUI Provinsi Banten. Dalam daftar yang diajukan terutama kita menyiapkan nama produk kita dan logonya, atau bren yang kita punya atau dibuatkan juga stikernya. tambah Imas.

 

LPPOM sendiri telah mempunyai system yaitu, ada 11 kretaria system jaminan halal, segala yang berkaitan dengan produksi-produksi baik itu dimulai dari perencanaan maupun evaluasi produksinya. Para pelaku usaha nantinya bisa mengendalikan proses produksi mereka tetap dijalur komitmen halal, bagaimana pendokumentasian serta proses produksinya sehingga bisa tetap dijamin kehalalannya, dan juga dapat ditelusur. Bila nanti ada klaim dari salahsatu pihak bisa menunjukkan bukti-bukti bahwa produknya tetap terjamin halal, ucap Imas yang menyatakan dirinya dari LPPOM MUI Banten dibidang penelitian dan pengkajian.

Diakhir acara fasilitasi standarisasi produk UMKM halal ditutup oleh Kabid UKM Kota Tangsel, Ir. Anafrizal, M.Si, dengan harapan, para pelaku usaha skala  mikro dapat menyerap segala tuntunan yang diterangkan oleh nara sumber dari LPPOM MUI Provinsi Banten, pungkasnya. (Red/Andi L).