• January 28, 2021

Rencana Pembangunan Jembatan Buton-Muna Harus Ditangani Dengan Serius

 Rencana Pembangunan Jembatan Buton-Muna Harus Ditangani Dengan Serius

Baubau-Sultra, Skalainfo.net| Terkait dengan rencana Pembangunan jembatan penghubung antara pulau Buton dan pulau Muna, Walikota Baubau Dr. H. AS Tamrin, MH. menegaskan agar dinas terkait beserta stakeholder serius dalam penanganannya. Penegasan ini ia sampaikan pada rapat koordinasi pembahasan kesiapan lahan rencana pembangunan jembatan Buton-Muna di rumah jabatan Walikota Baubau, Senin, (11/1/2021).

H. AS Tamrin menyadari, dalam rencana pembangunan jembatan penghubung antara pulau Buton dan pulau Muna tersebut akan banyak hambatan yang akan dihadapi. Namun ia optimis, jika semua stakeholder bekerja sama dan membangun sinergitas segala hambatan tersebut akan muda di lalaui.

“banyak hal yang harus dilakukan yang menyertai liku-liku daripada rencana pembangunan jembatan ini. Apalagi harus ada sinkronisasi antara dua daerah, dimana kedua daerah ini harus siap dan komitmen. Selain itu segala sesuatunya juga harus dipersiapkan sejak dini”, ujarnya.

Ditambahkan, yang paling utama dalam mempersiapkan pembangunan jembatan tersebut adalah pembebasan lahan. Untuk itu ia berharap agar apa yang menjadi pembicaraan dalam rapat koordinasi tersebut dapat ditindak lanjuti, baik pemerintah Kota Baubau maupun Kabupaten Buton Tengah.

Selain itu, orang nomor satu di Kota Baubau ini juga menekankan agar titik koordinat dari rencana pembangunan jembatan tersebut dapat diperjelas. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pemerintah dalam melakukan langkah-langkah untuk pembebasan lahan.

“Segala apa yang dijelaskan oleh perencana dari pembangunan ini, itu harus diperjelas titik koordinatnya. Di lapangan sudah diberi patok agar apa yang kita sudah tetapkan jangan lagi bergeser. Karena kalau ini bergeser, dikhawatirkan akan muncul hambatan baru”, tandasnya.

H. AS Tamrin juga menegaskan, dalam upaya persiapan rencana pembangunan jembatan tersebut pihak terkait agar lebih serius dan tidak bermain-main. Selain itu, ia juga berharap agar masyarakat tidak berspekulasi dengan alasan yang dibuat-buat yang dapat menghambat rencana pembangunan tersebut.

Walikota dua periode ini juga menegaskan agar peta lokasi sesuai dengan kondisi di lapangan. Untuk itu, koneksitas antara peta dan kondisi di lapangan harus diperjelas. Hal tersebut bertujuan agar dalam proses pembebasan lebih muda dilakukan serta tidak menimbulkan kebingungan bagi masyarakat.

“Jadi ini harus ditangani secara serius, saya sendiri turun tangan, Setda turun tangan, Camat dan Lurah juga harus turun tangan untuk melakukan persiapan-persiapan dari pembangunan jembatan ini terutama dalam persoalan pembebasan lahan,” pungkasnya. (Red/Rachmat).

Autentikasi : DINAS KOMINFO BAUBAU.