• January 27, 2021

Disnaker Tutup Mata, 380 Buruh PT KSI Diduga Kuat Tidak Memiliki BPJS

 Disnaker Tutup Mata, 380 Buruh PT KSI Diduga Kuat Tidak Memiliki BPJS

Tangsel, Skalainfo.net| Setelah beberapa hari lalu surat pertama dan ketiga dilayangkan kepada perusahaan PT. KSI akhirnya mendapat tanggapan secara lisan dari team lawyer perusahaan. Adapun yang disampaikan kepada redaksi bahwa apa yang diajukan dalam surat 1,2 dan 3 akan segera diurus menurut team lawyer dari perusahaan PT. KSI itu, 6/1/2021.

Dengan kedatangan team lawyer perusahaan tersebut keredaksi skalainfo.net benar terkuak bahwa sesungguhnya selama ini perusahaan itu memperkerjakan karyawannya hanya mengandalkan tenaga saja, dan tidak memperdulikan bagaimana untuk memberikan kesejahteraan kepada pekerja.

Hal ini sangat miris dengan apa yang sudah diketahui oleh kami sebagai penyeimbang informasi, benar bahwa pekerja tersebut selama ini tidak diberikan metode yang sudah diterapkan oleh Kemenaker RI, sebagai standarisasi bagi perusahaan yang memberi kerja kepada karyawan.

Team lawyer PT. KSI mengatakan kepada pimred skalainfo.net bahwa, semua yang disebutkan dalam surat 1,2, dan 3 akan segera diproses dan saat ini sudah diberikan juga jam kerja sesuai aturan Kemenaker RI, ucap team lawyer PT. KSI saat mendatangi redaksi media skalainfo.net.

Lebihlanjut Pimred skalainfo.net menanyakan kepada team lawyer perusahaan yaitu dalam mengembangkan pemberitaan agar masyarakat luas mengetahui apabila perusahaan atau pabrik yang memperkerjakan karyawannya sudah wajib untuk menerapkan Undang-undang ketenagakerjaan sesuai peraturan Kemenaker RI.

Ketika Pimred skalainfo.net menanyakan nama Asli dari team lawyer PT. KSI tersebut, eehh malah lawyer itu enggan untuk memberikan nama aslinya dan hanya dipanggil saja dengan sebutan (Aat), ucapnya.

“Kami sebagai media informasi merasa sangat aneh…? ini ada apa dengan team Legalnya perusahaan PT. KSI itu”..?…

Pada ke-esokan harinya Pemred skalainfo.net kembali menghubungi team lawyer itu yang ber-inisial (Aat) terkait karyawan yang sudah diberhentikan secara sepihak tanpa berbuat kesalahan, hanya kondisi badannya yang kurang fit, dan ingin mendapatkan keadilan dari PT. KSI tersebut, karena telah berkerja selama 10 Tahun dan di berhentikan secara tidak terhormat, sedangkan selama berkerja sudah memberikan kontribusi banyak kepada perusahaan itu yang disebut saat ini PT. KSI.

Lagi-lagi team lawyer PT. KSI ketika dihubungi via telepon saat diminta nama jelasnya tidak mau memberikannya, tujuan kami sebagai informasi publik agar tidak salah nama dalam pemberitaan dan tetap berimbang sesuai kode etik jurnalistik.

“Akibat susahnya kami dalam mengkonfirmasi walaupun kepada team lawyernya yang mengaku sebagai kuasa Hukum dari PT. KSI tersebut”.

Dengan lantang kami sebagai pencari berita mengatakan bahwa dugaan kuat perusahaan garmen PT. KSI belum mengantongi izin/usaha terbukti dari tertutupnya team kuasa hukum perusahan itu yang mengaku atas nama alias (Aat), dan tidak mau memberikan nama jelasnya kepada awak media Pimred skalainfo.net.

“Ada apa dibalik kuasa Hukum PT. KSI (Keumkwang Semyu Indonesia) dan apakah dibalik perusahaan yang memperkerjakan pekerja kurang lebih dari 380 orang itu hanya diperkerjakan semau sang pemilik saja,” sungguh terlalu…

Kami meminta kepada Instansi terkait Disnaker Kota Tangerang agar segera menindaklanjuti adanya perusahaan garmen memperkerjakan karyawan yang tidak memakai aturan standarisasi Kemenaker RI. Serta memperhatikan kelayakan perusahaan dalam menjalankan roda ekonomi untuk mengisi arti dari kemerdekaan untuk anak Bangsa Indonesia.

“Dan kami sebagai corong informasi publik, jangan sampai lagi menemukan adanya tekanan kepada karyawan di Indonesia, dalam menyongsong kemerdekaan pekerja”.

Sampai berita ini diturunkan kami belum melihat adanya itikat baik dari perusahaan PT. KSI kepada pekerja dan surat 1,2 dan 3 skalainfo.net belum selesai secara birokrasi Demokrasi di Negara Indonesia ini, (Red/WH).

BERSAMBUNG**-

Berita sebelumnya…

Dugaan Kuat PT. KSI (Keumkwang Semyu Indonesia) Abaikan Kesejahteraan Karyawan