• January 27, 2021

Pilkada Di Labuhanbatu, Saksi Paslon No 2: Kalau Memiliki C6, Kenapa Mencoblos Mengunakan E-KTP? 

 Pilkada Di Labuhanbatu, Saksi Paslon No 2: Kalau Memiliki C6, Kenapa Mencoblos Mengunakan E-KTP? 

Labuhanbatu, Skalainfo.net |  Banyaknya pengguna E-KTP di pilkada Labuhanbatu layak untuk diteliti dan dilidik pihak terkait untuk mencari tahu apakah pemilih tersebut menggunakan Hak pilihnya satu kali atau tidak.

Pemilih yang menggunakan E-KTP di saat hari pencoblosan 9 Desember lalu sengaja merusak pesta Demokrasi pemilihan kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut), Tahun 2020 apa bila dengan sengaja dua kali melakukan pencoblosan di TPS.

Dugaan itu diungkapkan Dody Syahputra saksi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, Senin (14/12/2020), yang menyebutkan, banyak warga Kecamatan Rantau Selatan yang menggunakan E-KTP saat datang ke TPS.

“Kita tidak permasalahkan, tetapi setelah dicroos cek, pemilik E-KTP tersebut terdaftar sebagai pemilih tetap atau DPT di Kecamatan Rantau Utara, jadi kita pertanyakan, kalau terdaftar di DPT,  kenapa pula mengunakan E-KTP” papar Dody Syahputra saksi di PPK Paslon bupati nomor urut 02 Era.

Dijelaskannya, kecurigaan itu berdasar, karena jarak tempuh dan jarak alamat pemilih di c 6 dengan pindahnya pemilih dimaksud dengan menggunakan E-KTP tidak begitu jauh.Lagi pula pemilih berpindah harus jelas alasannya,

Pemilih yang menggunakan E-KTP itu sebagian berada di Kecamatan Rantau Selatan, tetapi, setelah di croos cek pemilih dimaksud terdaftar sebagai pemilih tetap atau DPT di Kecamatan Rantau Utara.

“Ada pemilih di kecamatan Rantau Selatan datang ke TPS yang Kartu Tanda Penduduknya berdomisili di Rantau Utara, bahkan, pemilih tersebut terdaftar sebagai di DPT,” Ujarnya.

Selain itu, papar Dody, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten labuhanbatu dihari pertama penghitungan suara di kecamatan, saksi 02 maupun saksi 01 meminta daftar hadir yang menggunakan E-KTP di berikan oleh Panitia Pemilih Kecamatan (PPK). Akan tetapi, pada hari kedua saksi meminta untuk dilihatkan daftar hadir pemilih yang menggunakan E-KTP sudah tidak di perbolehkan lagi oleh PPK.

Ketika dipertanyakan oleh (saksi-red) kembali ketua KPUD Kabupaten Labuhanbatu Wahyudi pada saat itu hadir di PPK mengatakan “akan di telaah nanti” jawab Dody menirukan ucapan Wahyudi.

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Labuhanbatu Wahyudi saat ditanya apakah ada laporan kecurangan yang dilaporkan pihak Paslon Bupati kepada KPUD, dikantornya Senin (14/12/2020) sekira pukul 11:30 wib. Wahyudi menyebutkan belum ada laporan resmi.

“Sampai sekarang tidak ada laporan resmi tentang kecurangan yang dilaporkan kepada kami,” ujarnya menjawab wartawan.

Dijelaskannya, sampai saat ini ada (2) dua laporan yang diterima, diantaranya mengenai surat suara yang kurang, itu sudah diselesaikan dan sampai saat ini Pilkada di Labuhanbatu berlangsung aman dan damai, (Damanik/red),