• December 4, 2020
 Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Dengan Mengenal Tradisi Adat Buton

Buton-Sultra, Skalainfo.net| Pada hari ini Jum’at yang barokah beberapa penjuru dikepulauan Buton sama-sama memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, dengan berbagai kebiasaan terdahulu yang dilakukan oleh para leluhur masyarakat Buton. Hal ini terlihat berbeda dengan biasanya cara yang sangat unik namun tetap kepada tujuan yang menjunjung tinggi derajat Baginda Rasululloh Muhammad SAW. Jum’at, 13/11/20202.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dalam tradisi khusus masyarakat Buton selalu dilaksanakan orang per-orangan. Itu sebagai bentuk wujud kewajiban bagi warga masyarakat dikepulauan Buton.

“Jika ada yang mampu dan mempunyai kelebihan itu akan dilaksanakan secara beramai-ramai di rumah adat dan atau di masjid seperti biasa orang muslim lakukan diluar Pulau Buton”.

Tata cara pelaksanaan nya memang tidak jauh beda dengan kebiasaan orang kaum muslim lakukan, perbedaannya pada saat awal dilaksanakan ritualnya seperti ada suatu janji yang diucapkan dan itu adalah suatu nazhar yang mungkin harus diikuti, dalam pelaksanaan sehari-hari.

Untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW biasanya para keluarga masing-masing sudah mempersiapkan berbagai macam makanan yang nantinya untuk disajikan setelah selesai acara ritual pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Makanan yang disediakan itu adalah bubur nasi yang sangat lezat dan kue labu besar, agar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini selalu ramai digemari oleh para kaum remaja dan juag anak-anak. Tradisi seperti ini mereka lakuan dari turun-temurun oleh warga masyarakat Buton semenjak masuknya ajaran Islam dikepulauan Buton.

Sebagian keluarga yang memiliki keluarga banyak melakukan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini dalam keluarganya yang satu rumpun. Biasanya akan di pimpin oleh seorang imam yang di tuakan dalam keluarga dan ada juga memanggil sespuh tetua dalam korong kampung tersebut.

Sungguh unik dan sangat luar biasa adat istiadat dalam kebhinnekaan tunggal ika Indonesia, pulau Buton menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, seperti hari besar Idul fitri cukup ramai dan penuh sensasi Islami.

Ada orang yang cukup mampu untuk merayakan atau lebih takjub meriah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini dalam warga masyarakat Pulau Buton, biasanya memanggil orang lagi yang masih lingkup warga untuk persiapan acaranya. Kemuadian dilaksanakan di Masjid atau Musholla agak besar agar dapat lebih banyak lagi orang datang menyaksikan acara peringatan tersebut.

Dan penceramahnya pun bisa dipanggil dari luar Buton seperti lazimnya masyarakat diluar kepulauan Buton lakukan hampir sama juga seperti itu. (Red).

Karya naskah : La Ode Husna.