• October 20, 2020

Simulasi Panduan Dan Penerapan Protokol Kesehatan Destinasi Banten

 Simulasi Panduan Dan Penerapan Protokol Kesehatan Destinasi Banten

Serang, Skalainfo.net| Meski situasi pendemic Dinas Pariwisata Banten, dan Kemenparekraf tetap menjalankan koridor protokol kesehatan. tujuan ini untuk memberi dukungan kepada dunia usaha pariwisata dan travel. Agar dunia pariwisata tetap berjalan dan tumbuh tetap mengindahkan peraturan protokol kesehatan. Kegiatan simulasi panduan diikuti beberapa Awak media. Dalam rangkaian meninjau langsung kesiapan destinasi untuk pelaksanaan CHSE-MICE, Serang, 8/10/2020.

Simulasi dilaksanakan berbagai Obyek Wisata yang ada di Banten diantaranya; Mengunjungi tempat Kesultanan Banten yaitu Kesultanan Kaibon, kata Kaibon ini dari ka-ibuan istana, persembahan untuk Ibunda Sultan Saefudin, ulasan TB. Mahdi dari keluarga Dewan Kenadziran.

“Setelah melihat kesiapan protokol kesehatan, mulai dari cek suhu, cuci tangan mengenakan masker dan jaga jarak, bila ada yang tidak menggunakan masker, akan ditegur oleh petugas setempat.”

Penempatan protokol kesehatan dilakukan dipintu gerbang utama masuk mesjid Agung Banten dan langsung diawasi oleh petugas keamanan, selain itu tetap harus dipatuhi bersama-sama protokol kesehatan, apa bila ada pengunjung yang tidak menggunakan masker akan ditegur oleh petugas setempat,” kata TB. Mahdi dari keluarga Dewan Kenaziran Banten.

Hasil pantauan awak media dilapangan, himbuan regulasi Pemerintah Provinsi Banten tetap jaga jarak dan mematuhi protokol kesehatan serta dengan adanya panduan CHSE-MICE protokol kesehatan yang sudah di keluarkan oleh Kemenparekraf, akan lebih bijaksana penerapannya digalakkan kepada masyarakat terlebih ditempat wisata destinasi Banten ini.

Setelah mendapatkan bagian dari berbagai tempat bersejarah Banten, kami pun mencari Spot-spot keche untuk mengambil Dokumentasi Foto dan Video, sambil melihat megahnya Masjid Kesultanan Banten, sebagai sejarah kejayaan Islam yang tetap kokoh hingga sampai sekarang.

Tak heran kalau Masjid Kesultanan ini masih banyak dikunjungi para wisatawan lokal untuk ziarah mau pun wisatawan dari Manca Negara. (Red/Novi).