• October 27, 2020

Buronan Polres Labuhanbatu,DPO Dalam Perkara Curas, Sempat Berpindah Tempat Persembunyian, Akhirnya Tewas

 Buronan Polres Labuhanbatu,DPO Dalam Perkara Curas, Sempat Berpindah Tempat Persembunyian, Akhirnya Tewas

Labuhanbatu, Skalainfo.net | Merasa tidak tenang karena di hantui ketakutan, buronan polres Labuhanbatu, RM warga Kelurahan Guntingsaga Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumut dalam pelariannya sempat berpindah tempat persembunyian.

Pelaku pungli yang melawan dan merampas senjata api (Senpi), menembak Bripka Ranjinsyah Siregar yang saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara di Medan akhirnya tewas karena mencoba melarikan diri dengan melawan petugas saat mencari keberadaan rekannya Awi.

Dari keterangan pelaku sebelum tewas menyebutkan, RM bersama rekannya saat melarikan diri dari kejaran polisi, keduanya berencana ke Medan. Diperjalanan, Awi menyarankan untuk bersembunyi di tempat dimana dia pernah bekerja sebagai sopir truk di desa Padang Mahondang Ujung, Kabupaten Asahan.

Namun setelah sampai di sana, RM merasa tidak tenang dan dihantui ketakutan, sehingga melanjutkan perjalanannya menuju Siborong-borong Tapanuli Utara untuk bersembunyi dari kejaran polisi.

Akhir dari pelariannya, RM tewas karena mencoba melarikan diri dan melawan petugas saat Polres Labuhanbatu melakukan pengembangan penyelidikan mencari keberadaan rekannya disekitar desa Padang Mahondang Ujung, perkebunan kelapa sawit di Aek Loba Kabupaten Asahan.

Sebelum tewas karena timah panas, pelaku perampas senpi petugas itu sempat berkelahi dan memukul kepala Bripka Sumiadi yang mencoba menghalanginya hendak melarikan diri ketengah perkebunan kelapa sawit di Aek Loba saat melakukan pengembangan perkara tertembaknya Bripka Ranjinsyah Siregar di jalan lintas Sumatera Perkebunan Membang Muda, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara pada Rabu (23/9/2020) yang lalu.

Hal itu dipaparkan Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan dalam konferensi persnya, Senin (28/9/2020), “Setelah meringkus RM dari Siborong-borong, Tapanuli Utara, petugas melakukan pencarian keberadaan rekan pelaku Awi ditempat persembunyiannya, disitu pelaku mencoba melarikan diri dengan melawan team yang meringkusnya” ujarnya.

Dijelaskannya, saat disekitar desa Padang Mahondang Ujung, perkebunan kelapa sawit di Aek Loba Kabupaten Asahan, RM mencoba melarikan diri. Disitu buronan Polres Labuhanbatu itu sempat bergumul dengan petugas sampai masuk kedalam parit bekoan. Bahkan kepala Bripka Sumiadi Joko yang tidak menduga pelaku akan akan melawan untuk melarikan sempat kena pukul dengan benda keras.

Melihat itu, Bripka E Sitohang mencoba membantu rekannya satu teamnya dengan mencoba melepaskan genggaman RM dari baju Bripka Sumiadi Joko.Namun pelaku tidak menyerah,  malah mencoba merebut senpi Bripka E Sitohang yang sebelumnya memberikan tembakan peringatan keatas dua kali agar pelaku menyerah dan tidak melawan.

“RM bukannya menyerah, malah mencoba merebut senjata api milik Bripka E Sitohang. Tidak mau dirinya terluka seperti rekannya terdahulu, secara refleks Bripka E Sitohang terpaksa menembak pelaku hingga mengenai paha sebelah kanan pelaku,” papar Kapolres.

Mendengar ada suara letusan senjata api, Kanit Reskrim beserta dua team lainnya bergegas mancari asal suara senpi, disitu terlihat Bripka Sumiadi dan pelaku tergeletak dalam keadaan lemas dan berdarah.

“Kanit Reskrim beserta tim membawa keduanya untuk mendapat pertolongan medis.Namun karena jarak tempat kejadian perkara (TKP) cukup jauh dengan Rumah Sakit (RS) Lina di Aek Loba yang merupakan RS terdekat, pelaku tidak sempat mendapat pertolongan medis karena kekurangan darah.

“Pihak medis mengatakan pelaku tidak tertolong lagi karena kekurangan darah, sedangkan Bripka Sumiadi Joko mengalami luka robek pada bagian kepala sebelah kanan” ujar Kapolres.

Disisi lain, Kapolres menyebutkan, dari pelaku sebelum tewas, diketahui, senpi yang direbutnya dari Bripka Ranjinsyah Siregar sempat disembunyikannya dibelakang rumah saudaranya dan dimana dirinya terakhir kali berpisah dengan rekannya Awi.

“Dari catatan kepolisian, RM selama ini masuk daftar pencarian orang (DPO) dalam perkara curas yang terjadi pada Selasa (29/1/2019) sekira pukul 04.00 di jalinsum perlintasan kereta api gunting saga. Dia juga terlibat dalam pencurian dengan pemberatan pada Senin (27/7/2015) di jalan utama Panjang Bidang Kelurahan Gunting Saga” papar AKBP Deni Kurniawan.

Perlu diketahui, warga sempat melakukan aksi bakar ban bekas di Jalinsum Guntingsaga, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) mempertanyakan penyebab kematian RM, Sabtu (26/9/2020) sehingga jalinsum macet.

Kemudian, Bupati Labuhanbatu Utara H Kharuddinsyah Sitorus, mengambil inisiatif agar jasad RM dibawa ke Rumah Sakit Umum Jarasmen Saragih Pematang Siantar, untuk diautopsi.

Dari yang sudah dipublikasikan media, diketahui H Marpaung orang tua RM mempertanyakan kematian anaknya, karena sebelumnya melalui video call, putranya terlihat sehat-sehat saja.

“Kami keluarga meminta pertanggung jawaban. Karena itu kami minta jenazah di outopsi” ujar Herman

Selain Kapolres Labuhanbatu dalam konferensi pers tersebut, tampak di hadiri Waka Polres Kompol Muhamnad Taufik, Kasat Reskrim AKP Parikhesit SH MH, Kasub Bagian Humas AKP Murniati, dan puluhan wartawan dari berbagai jenis media di Labuhanbatu.(Damanik/red),