‘Persiapan Hari Mata Air Dunia’ Berbasis Jamu Jamuan Perjamuan Agung Indonesia 2020.

‘Persiapan Hari Mata Air Dunia’ Berbasis Jamu Jamuan Perjamuan Agung Indonesia 2020.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Purwosari, Skalainfo.net| Sejak awal Juli 2020, proses memantapkan tindakan program, kerja kinerja hingga penyelarasan dengan Alam dan Semesta Semesra Raya sudah dilakukan oleh Guntur Bisowarno S. Si., Apt Ketua ASJI (Apoteker Saintifikasi Jamu Indonesia), bersama-sama dengan Agus Karyadi Team Ekspedisi Arjuno, Djoko Gaharuh Padepokan Sekar TAJI TajiNya Tali JiwaNya Gunung Arjuno, Bayu Hadi Waluyo dan Harso Waluyo Joglo Kejayan Pasuruan, Yohanes Kurniawan Petani Wisata Tengger, Ki Suryo Candi Jago Tumpang dalam Program 9 Mata Air Nawa Tirtanya, serta dengan Ki Dalang Jagad Raya, Ki Dalang Sucipto yang sedang Melakukan Gelar Dalang Jagad Raya 7 Hari 7 Malam di Mata Air Umbulan Pasuruan, Wahyudi Kapal Bamboo Peradaban, Ruwet Santoso Kopi KOBUTIK Kopi Bambu Batik, Ki Warno Jamu Purwosari, Mohammad Moe salah satu dari 3 orang yang mendapat wahyu, wiwik, dawuh, dan wewarah yang sudah di teguhkan oleh Amak Yusup, tetua Adat SASAK LOMBOK adaNya wadahNya, perkara keputusan Program Mandhita Mahkota Utama Hari Mata Air Dunia, 29 Juli 2020, Pasuruan Jawa Timur, 17 Juli 2020.

Ki Dalang Cipto menceriterakan salah satu Sosok dan Bayangan; yang bisa dijadikan sumber keteladanan bagi kita sebagai manusia berjati diri dan manusia yang betul-betul sudah berhasil mampu mengenal Sejarah Peristiwa Kejadian dan Kisah Air dan Mata Air SejatiNya, Suci Muliya adaNya adalah Tokoh Brontoseno, saat Seno mencari “Pohon Agung Susuhananing Angin, Pohon Agung Sarangnya Angin”.

Artinya pohon itu sumber penghidupan yang tumbuh di dunia jagad ini, pohon yang memiliki esensi dan substansi yang agung besar ber-intisari kan,  sumber misteri daya hidup di dunia dan akhirat, terutama saat benar-bener penerapannya, yaitu betul-betul digunakan untuk tujuan kebaikan dan kebajikan, serta kebijaksanaan hidup dalam kehidupan nyata ghoib, pada pohon sarangnya angin itu tidak sekedar menjadi lubang lewat keluar masuknya angin nafas kita saja.

Saat kita bisa merasakannya dan mengolahnya dalam keheningan yang utama, kita pasti mampu menggetarkan rasa syukur yang sangat mendalam dari karunia aliran nafas hidup Sang Pencipta Seluruh Alam Raya beserta segala seisiNya, lakunya Seno dilanjutkan dengan mencari upayanya Seno untuk menemukan banyu suci, air suci, tirta kudus muliya di dalam samudera lubuk hatinya, kalbunya yang terdalam, untuk selanjutnya biar di wedar dan dijabarkan sampai jelas, sejelas jelasnya oleh Ki Dalang Cipto dalam acara Ndalang 7 Hari 7 Malam di Mata Air Umbulan Pasuruan Jawa Timur, dengan panitia penyenggalara utama dari Team Kesenian Tjipto Laras Jl. Erlangga Gang Anggrek Kota Pasuruan. (Bab, 1).

“Dalam Tradisi Jawa Kuno, ‘Mudeng Nang Orepe’ : ‘Paham Akan Hidupnya’,” Kita tekun belajar menyediakan waktu dan ajeg konsisten persisten hingga dapat “Mersudi” Kita sungguh-sungguh tekun mencari tepatnya tindakan dengan keheningan utama, untuk memahami hidup sejati dan rasa sejati, laku ilmu ngelmu MUJA JAMU JAMUAN PERJAMUAN AGUNG INDONESIA 2020, melakukan tata hidup kehidupan yang seperti itu sama sejatiNya begitu adaNya, namun di sesuaikan pada situasi kondisi karakter masing-masing di  bioregion, wilayah, kawasan, raga, jiwa RuhNya, adat istiadat, budaya, agama dan jalan spiritualitas masing-masing, dalam melakukan “MUJA JAMU JAdi KeteMU HIDUP SEJATI dan RASA SEJATINya hidupNya hidup dari Sang Pencipta Sendiri. Hasil Dialog Ki Warno Jamu Purwosari, Pasuruan dengan Ki Bisowarno, menggenapi paparan kita ini.

“Nafas Jiwa Buana itulah kekuatan gelombang elektromagnetik dalam telaah ilmu ngelmu Jamu Jamuan Perjamuan Agung Indonesia Lahir Baru Jagad Renovasi Total 2020,” begitulah Guntur Bisowarno S. Si., Apt Ketua (ASJI) menjalin daya spirit tali jiwaNya untuk Benang Merah Kerangka Kerja Program Bersamanya.

Pengalaman Penghayatan dari Aliran Nafas Pernafasan Hidup Kehidupan itulah sumber latihan jeda hening marhaening, aliran gerak Hidup Sejati dalam Kehidupan yang melampaui Esensi Substansi Kelahiran Kehidupan dan Kematian, itulah aliran Misteri Daya Hidup Ilahi dalam Nafas Tan Nafas, Nufus Tan Nufus, serangkaian latihan olah pengolahan nafas pernafasan yang mampu digunakan untuk memahami inti sari dari Dzat hidup abadi, Energi Kekal dan Wahana Tata Semesta Alam Raya, Tri Bawaan Langgeng, “ungkap Ki Tondo Budi Singosari, yang sudah minum Jamu Kulit Buah Gaharuh, sampai mengulang 2 Kapsul, Tak Mual, Tak Mencret Diare dan Tak Muntah sama sekali, sebuah Proses Jamu Detoksifikasi Badan dan Jiwa dan Ruh nya, lolos serta lulus sehat komprehensif dan bugar holistik, berkat olah nafas pernafasan misteri daya hidup alami insani dan ilahi tersebut”. (Bab, 2).

Untuk mendapat restu dan berkah dari para pendahulu dan para eyang punden Desa-desa yang sudah berbakti berjasa luhur mulia untuk membuka lahan dan membuka halaman Desa Kampung Dusun, di lereng Gunung Arjuno ada Tradisi Jawa Kuno untuk “Menyekari”, mengirim Serangkaian Macam Bunga Setaman, namanya, dengan Dipa Dupa Ning Gusti, untuk memohonkan restu dan berkah semesta dalam membangun keterhubungan atas seluruh niat kehendak baik, dalam segenap rangkaian “Acara Ekspedisi Arjuno Hari Mata Air Dunia, 29 Juli 2020”.

Guntur Bisowarno S.Si., Apt Ketua (ASJI) sudah melakukan doa ritual berbasis Kembang Setaman dan Dipa Dupa Ning Gusti tersebut, pada Punden Kecamatan Purwosari dan Purwodadi sebagai Poros Kegiatan Hari Mata Air Dunia 29/07/2020, bersama pemandu penden, mas Dayat dan selanjutnya begitu pula bakal dilakukan oleh Team Ekspedisi Arjuno dan kawan-kawan beserta setiap peserta yang ikut lainnya. Pada setiap Punden Desa dan biasanya selalu dekat dengan Mata Air Mata Air Desa Dusun, atawa Pohon Kebaikan dan Pohon Kehidupan yang di tua dan dituahkan serta di keramatkan di  Desa, Dusun tersebut di seluruh lereng Gunung Arjuno Jawa Timur. Penulis : Ki Sudho Husodo. (Red/Moch Cholil).


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Fokus Herba Jamu Indonesia Openi Bukan Opini Terkini