• October 31, 2020

Adaptasi Kebiasaan Baru, Kesadaran Masyarakat Mematuhi Protokol Kesehatan Merupakan Salah Satu Kunci

 Adaptasi Kebiasaan Baru, Kesadaran Masyarakat Mematuhi Protokol Kesehatan Merupakan Salah Satu Kunci

Jakarta, Skalainfo.net| Staf Ahli Panglima TNI dalam bidang Kesehatan Militer, dr. Ben Yura R, MARS mengatakan bahwa terdapat empat skenario untuk menyelesaikan pandemi Covid-19, diantaranya melalui vaksin. Namun vaksin membutuhkan waktu yang panjang serta biaya yang besar. Opsi tersebut tetap akan dilakukan hingga vaksin siap diproduksi secara masal, Jakarta, 17/7/2020.

Cara kedua, melepaskan begitu saja seperti yang dilakukan Swedia. Tentu saja cara ini tidak akan diberlakukan di Indonesia. Cara ketiga yang di adopsi  dari China yaitu menutup total atau lockdown kegiatan masyarakat. Lockdown dan (PSBB) yang digaungkan Pemerintah berarti membatasi penerbangan, alat transportasi lainnya. (PSBB) akan dilanjutkan dengan New Normal atau adaptasi kebiasaan baru. Cara keempat yaitu memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran terhadap ancaman covid -19.

Saat ini Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai cara seperti mendorong penemuan vaksin  covid-19, melakukan (PSBB), menerapkan disiplin protokol kesehatan, serta membuat strategi kebijakan dengan membuat budaya atau kebiasaan baru.

“Presiden telah secara bijaksana dan serius dalam menghadapi pandemi Covid -19, harus dipahami bahwa langkah yang ditempuh masyarakat turut berperan dalam adaptasi terhadap hidup di era kebiasaan baru dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.” Kata dokter Ben saat menghadiri TalkShow, di Jakarta, Jumat, 17/7/2020.

Selain di Indonesia, adaptasi kebiasaan baru juga dipilih oleh beberapa Negara dalam menanggulangi pandemi covid-19. Hal ini juga diharapkan dapat memulihkan aktivitas sosial dan ekonomi. Namun strategi dalam menanggulangi pandemi covid – 19, juga memiliki beberapa tantangan dan hambatan, tambahnya.

“Adapun tantangan terbesar dalam menghadapi pandemi Covid-19 adalah populasi di Indonesia. Negara kita memiliki jumlah penduduk yang besar, tingkat pendidikan beragam serta kebebasan berpendapat. Sementara, sebagian masyarakat tidak terlalu peduli (aware) terhadap ancaman covid -19, karena tidak memiliki kesadaran mengenai bahayanya.” Ujar Dokter Ben yang sekaligus menjadi pengawas di Wisma Atlet.

Masyarakat menjadi dasar dalam mengubah kebiasaan atau budaya hidup sehat. Salah satunya dengan mentaati protokol kesehatan yang di sosialisasikan oleh Pemerintah. Regulasi yang mengatur hal tersebut diharapkan mampu membangkitkan kesadaran masyarakat dalam memutus mata rantai penyebaran covid -19.

“Kesadaran masyarakat harus ditingkatkan, salah satunya dengan adanya persamaan persepsi baik dari Pemerintah, parpol maupun masyarakat dalam menanggulangi pandemi covid -19. Setiap orang memiliki peran untuk memutus rantai penyebaran covid -19,” lanjut dr Ben.

Saat ini masyarakat  diharapkan dapat menjaga soliditas untuk berjuang melawan covid -19. Dilain sisi, Pemerintah dan segenap jajarannya akan terus berupaya melakukan berbagai langkah yang optimal dalam menanggulangi pandemi covid 19, masyarakat hanya perlu memiliki pandangan yang sama untuk menerapkan protokol kesehatan, ucapnya.

Ditempat yang sama Kolonel Ckm. Dr Stefanus Donny, mengatakan, Pentingnya Penerapan Protokol Kesehatan di Kalangan Masyarakat.

Sebagian masyarakat cenderung masih mengabaikan penerapan protokol kesehatan di ruang publik maupun sarana transportasi umum. Hal ini menjadi perhatian sejumlah kalangan, mengingat saat ini masyarakat dihadapkan dengan adaptasi kebiasaan baru. Sikap abai masyarakat tersebut cenderung akan kontra produktif dengan upaya percepatan penanganan Covid-19.

Mencermati hal tersebut, Koordinator Operasional RS Wisma Atlet, Jakarta, Kolonel Ckm. Dr Stefanus Donny, mengatakan adaptasi kebiasaan baru perlu dibangun motivasi dan dukungan besar pemerintah, karena hal ini tidak mudah. Sejak Maret 2020, hingga saat ini belum ada penurunan yang signifikan. Proses menuju ke adaptasi kebiasaan baru adalah upaya untuk kembali mengoptimalkan kondisi sosial dan ekonomi nasional.

“Protokol kesehatan harus dijadikan patokan disiplin masyarakat untuk mencegah peningkatan angka penularan covid-19. Wisma Atlet merupakan RS Karantina Nasional, dalam hal ini tidak hanya pasien dari Jakarta saja, namun dari berbagai wilayah. Segala aktivitas budaya masyarakat harus didorong dengan mematuhi protokol kesehatan demi mendukung penanganan wabah pandemi Covid-19. Langkah-langkah yang ditempuh pemerintah harus dijalankan masyarakat demi mencegah dan meminimalisir tertularnya covid-19. Kerjasama antar lembaga dan institusi diperkuat untuk mensukeskan kebiasaan baru agar masyarakt tetap bisa beraktifitas dengan aman di tengah Covid-19.” Pungkasnya. (Red/Suhud).