• September 17, 2021

Agung Purnomo:  Kyai  Gus Ali Dari Sidoarjo Akui FPI Adalah Bagian Dari Nadhatul Ulama

 Agung Purnomo:  Kyai  Gus Ali Dari Sidoarjo Akui FPI Adalah Bagian Dari Nadhatul Ulama

Jakarta, skalainfo.net | Ada yang paling menarik untuk mengetahui lebih dalam tentang Front Pembela Islam (FPI). Ternyata ada  “fatwa” yang mengatakan FPI yang dilahirkan oleh Habieb Rizieq Shihab. HRS adalah Duryat Rossullilah atau keturunan Nabi Muhammad. Hal itu disampaikan sendiri oleh kyai Gus Ali dari Sidoarjo, Jawa Timur dalam sebuah kesempatan ceramahnya.

Dalam keyakinan muslim, keturunan Rossullilah Muhammad yang jelas – jelas dijamin mendapat surga. Sehingga tidak pantas andai ada oknum Santri NU, oknum Banser, oknum ANSOR yang seakan menentang dan memusuhi FPI?
Sehingga dipertanyakan, adakah takut pada Allah SWT atau takut pada Rezim?

” FPI Adalah Bagian Dari keluarga besar NU. Mereka tidak punya paham radikalisme sebagaimana yang dilansir oleh media yang membenci Islam. Yang radikal setidaknya ada 3 ciri. Pertama,  ingin mendirikan negara di dalam negara yang ada. Sedangkan FPI tidak ada arah ke situ,” kata Agung Purnomo, usai Sidang Kesaksian dalam Gugatan Kivlan Zen di PN Jakarta Selatan, Selasa (7/7/20) siang.

Kedua, lanjut Agung. Suka mengafirkan sesama muslim. Pedahal sesama muslim kita bersaudara. Dan yang ketiga, ingin merobah dasar negara. Ini yang cocok dikelompokkan sebagai radikalisme meski masih berbentuk gagasan.

Kita tahu, Negara berdasarkan Ketuhanan YME. Negara mempunyai sumber segala sumber hukum yaitu Pancasila. Mengapa mau dirubah dengan Gotong Royong semata (Eka Sila). Gotong royong itu kan tanggung jawab sebuah kementrian Pemberdayaan SDM dan Kebudayaan? Mana saja hasil nya untuk program Revolusi Mental yang didengung-dengungkan dengan Website miliaran rupiah tapi tidak ada hasil?

“Sehingga bila ada kekuatan politik seperti PDIP dan Golkar, misalnya yang ingin ngotot merubah Pancasila menjadi Trisila atau Ekasila, hal itu sudah masuk dalam ancaman keamanan negara. Yaitu ingin merubah dasar negara ini. MPR sewajarnya bersidang untuk memproses mereka,” Tutup Agung Purnomo.(why/red)