• June 14, 2021

Rapat Koordinasi Membahas Situasi Darurat Penyebaran Covid -19 Di Surabaya Yang Semakin Meningkat

 Rapat Koordinasi Membahas Situasi Darurat Penyebaran Covid -19 Di Surabaya Yang Semakin Meningkat

Surabaya, Skalainfo/ Rapat koordinasi guna membahas persiapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) untuk wilayah kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik di mulai. Bersama Gubernur Jawa Timur beserta Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Walikota Surabaya, Bupati Sidoarjo, Bupati Gresik, dihadiri 50 orang, penanggung jawab Ibu Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur) selaku Ketua Gugus Tugas Covid -19 Jawa Timur, terkait membahas situasi darurat penyebaran Covid -19 di Surabaya yang semakin meningkat, bertempat di Gedung Negara Grahadi Jl. Gubernur Suryo No. 07 pada hari minggu, Pukul. 14. 20 s/d 16. 40 19 April 2020.

Adapun yang hadir dalam acara tersebut sebagai berikut :

  1. Ibu Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur) selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur.
  2. Bapak Emil Elistianto Dardak (Wagub Jatim)
  3. Irjenpol Luky Hermawan (kapolda Jatim)
  4. Brigjend TNI Bambang Ismawan (Kasdam V/Brw)
  5. Brigjend TNI (Mar) Purwadi (Kasgar III/Surabaya)
  6. Bapak Heru Tjahjono (sekda Jatim)
  7. Ibu Tri Rismaharini (Walikota Surabaya)
  8. H. Nur Ahmad Syaifuddin, SH (Wakil Bupati Sidoarjo)
  9. Dr. Ir. H. Sambari Halim Radianto, S.T., M.Si. (Bupati Gresik)
  10. Kolonel Inf. Darwis Efendi (Asintel Kasdam V/Brw)
  11. Kombes Pol. Slamet Hariyadi (Dirintelkam Polda Jatim)
  12. Kolonel Inf Slamet Riadi (Asops Kasdam V/Brw)
  13. Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko (Dirhumas Polda Jatim)
  14. Kolonel Arm Imam Hariyadi (Kapendam V/Brw)
  15. Bapak Agung Subagyo (Kabiro Humas dan Protokol Sekda jatim)
  16. Bapak Suban Wahyudiono, ST, MT (Kepala Pelaksana BPBD Jatim)
  17. Dr. Joni Wahyuhadi, dr., Sp.BS (K) (Direktur RS. Dr. Soetomo)
  18. Dr. Kohar Hari Susanto (Ketua Rumpun Tim Tracing Gugus Tugas Penanganan Covid-19)
  19. Para unsur Forkopimda Kota Surabaya
  20. Para unsur Forkopimda Kabupaten Sidoarjo
  21. Para unsur Forkopimda Kabupaten Gresik.

Pada pukul 14.22 WIB, kata sambutan Ibu Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur) menyampaikan, rapat hari ini membahas perlunya perlindungan masyarakat Jawa Timur terhadap wabah Covid-19 agar wabah Covid-19 tidak secara luas penyebaran diseluruh Jawa Timur, Ungkap Khofifah.

Dikesempatan itu langsung disambut baik oleh Dr. Joni Wahyuhadi, dr.,Sp.BS (K) Direktur RS Dr. Soetomo mengatakan, Virus corona ini merupakan penyakit yang baru merupakan Virus keluarga dari Sars, dan ini merupakan virus yang sangat menular dengan resiko kematian, berdasarkan kajian epidemiologi yang dilakukan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair, telah dilakukan penilaian (scoring) yang merujuk kepada metode evaluasi epidemiologi yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) terkait PSBB. Berdasarkan penilaian tersebut, total nilai untuk Surabaya mencapai nilai 10, atau tertinggi dari skala evaluasi. Profil kasus Covid-19 ada peningkatan dari kota Surabaya, Sidoarjo dan Gresik memiliki pola interaksi kewilayahan yang sangat erat, turut menunjukkan kenaikan kasus Covid-19 yang sangat signifikan.

Dari 18 kecamatan di Gresik, saat ini 11 Kecamatan telah memiliki kasus konfirmasi positif Covid-19, tercatat per-tanggal 18 April 2020, yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 20 orang, PDP sebanyak 102 orang, dan ODP sebanyak 1073 orang. Sedangkan dari 18 Kecamatan di Sidoarjo, saat ini 14 Kecamatan telah memiliki kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 55 orang, PDP sebanyak 118 orang dan ODP sebanyak 497 orang.

‘’Berdasarkan peta persebaran kasus konfirmasi positif Covid-19 berbasis GIS dengan kedalaman data di tingkat Kecamatan, Kecamatan-kecamatan di Gresik dan Sidoarjo yang memiliki kasus konfirmasi positif menunjukkan pola cluster atau terkonsentrasi di wilayah perbatasan dengan kota Surabaya’’.

Masih dikatakannya, perkembangan yang terjadi di Surabaya, maupun di Sidoarjo dan Gresik, menunjukkan indikasi yang sejalan dengan petunjuk penentuan tingkat urgensi dari penerapan status PSBB dalam Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 9 Tahun 2020 tentang pedoman PSBB. Pasien Covid 19 yang teconform ataupun harus mendapatkan perawatan / isolasi yang bagus, apabila tidak ada tindakan maka akan banyak kasus yang semakin banyak di wilayah kota Surabaya, Sidoarjo dan Gresik, Ucap Dr. Joni.  

Perlu adanya tempat isolasi atau Bed di rumah sakit atau di luar rumah sakit di wilayah Kota Surabaya, Sidoarjo dan Gresik umum nya di wilayah Jawa Timur, karena gejala klinis dari Covid-19 saat ini sudah sangat bervariasi, dan selanjutnya untuk perlu di adakan Sosial Distancing terus menerus, Pungkas Dr. Joni.

Pada pukul 14.44 WIB, Dr. Kohar (Ketua Rumpun Tim Tracing Gugus Tugas Penanganan Covid-19) menyampaikan dialognya, saat ini gambaran kota Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Lamongan jumlahnya sangat mengkwatirkan, saat ini beberapa temuan orang tanpa gejala banyak peningkatan, belum lagi pasien ODP, PDP yang status meningkat menjadi positif. Lakukan Pemutusan mata rantai Covid-19 dengan pola hidup sehat, pola makan yang sehat dan jaga jarak, Ucapnya.

Irjend Pol. Luky Hermawan (kapolda Jatim) tetap koperatif menjaga wilayah binaannya dengan dibantu bersama Kodam sudah banyak melakukan operasi akan tetapi peningkatan Covid-19 di Jawa Timur tetap meningkat. Saat ini Covid-19 di wilayah Jawa Timur selalu adanya peningkatan angka positif Covid-19, Ungkap Luky.

‘’Polda Jatim telah melakukan kajian dan penelitian terhadap Pasien ODP/PDD yang sudah di karangtina mandiri, apakah pasien dilainnya sudah menerapkan karangtina tersebut’’.

Hal hal seperti ini yang harus jadi kajian percuma apabila di adakan PSBB apabila Pasien dari ODP/PDP yang melakukan karangtina mandiri tidak mematuhi SOP dari karangtina tersebut, Pungkasnya.

Polri – TNI akan mendukung dari program Pemerintah Pusat/Daerah, apalagi perlu pasien-pasien ODP/PDP untuk di lakukan karangtina dengan penjagaan ketat agar Penyebaran Covid-19 tidak lagi lebih luas.

Tepat pukul 15.00 WIB, Brigjend TNI Bambang Ismawan (Kasdam V/Brw) menyampaikan Permohonan maaf, karena Pangdam V/Brw tidak bisa hadir pada rapat kordinasi karena beliau lagi di Jakarta rencana akan melakukan serah terima jabatan. Upaya tindakan yang sudah di laksanakan dari TNI – POLRI mulai dari tingkat Kabupaten Kota, Kecamatan dan Desa, akan tetapi saat ini peningkatan Covid-19 masih meningkat terus perlu adanya evaluasi dan langkah agar Covid-19 tidak semakin bertambah, Tutur Brigjend Bambang.

Kodam V/Brw akan selalu mendukung upaya program dari Pemerintah Pusat/Daerah dalam Pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19, Pungkasnya.

Walikota Surabaya Ibu Tri Rismaharini mengatakan, Analisis situasi kasus Covid-19 di Kota Surabaya sampai saat ini tanggal 19 April 2020 apabila akan di laksanakan PSBB di Kota Surabaya dan seluruhnya, dan yang terjangkit sebagai berikut :

ODP : 1806, Dipantau: 1063, Selesai : 743

Meninggal: 0, PDP : 703, Pengawasan: 475 Selesai : 226   , Meninggal : 2

CONFIRM : 270, Sembuh : 45         Dirawat : 196 Meninggal : 29

Perubahan status saat ini di Surabaya banyak perubahan, Pemerintah Kota Surabaya akan melakukan Test karena keterbatasan alat rapid test. Pemerintah Kota Surabaya telah bekerja-sama dengan Bimas dan Babinsa untuk melakukan pengawasan terhadap ODP /PDP yang melakukan isolasi mandiri, setelah melakukan karangtina mandiri akan di laksanakan test ulang Kembali, Ucap Risma (Walikota Surabaya).

Adanya penambahan/temuan baru kasus Covid-19, baik ODR, OTG, ODP, PDP dan positif di Kota Surabaya yang sudah terjadi sesuai dengan Tracing dan Cluster dan semua itu sudah sesuai dengan alamat yang di lakukan pemantauan, Tambahnya.

Setiap hari Gugus Covid-19 Kota Surabaya terus melakukan pemantauan/Tracing terhadap Cluster dari posisi Covid-19, yang melakukan kegiatan isolasi mandiri, apakah dari Cluster tersebut ada perubahan terhadap Cluster pada saat ada perubahan adanya grafik Covid-19 di Kota Surabaya, Pungkas Risma (Walikota Surabaya).

H. Nur Ahmad Syaifuddin, S.H (Wakil Bupati Sidoarjo) menyebutkan, kedudukan Kabupaten Sidoarjo sudah level 10, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sudah melakukan upaya-upaya Sosial terhadap penyebaran Covid-19, dengan memberikan sumbangan sosial baik berupa logistik maupun alat Kesehatan, Tuturnya.

Upaya sosialisasi dengan himbauan terkait Sosial Distancing dan penambahan rumah sakit tempat isolasi berbagai upaya sudah di laksanakan akan tetapi masih terjadi peningkatan Covid-19. Apa yang sudah di lakukan dengan usaha yang maksimal oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, akan ragu apabila saat ini masyarakat sudah mulai menurun terkait SOP dari sosial Distancing. Apabila di laksanakan PSBB apa yang harus di lakukan dan persiapan yang harus di lakukan dan efek serta dampak dari penerapan PSBB baik dari segi ekonomi bagi masyarakat, Ucap Nur Ahmat.

Tepat pukul 15.40 WIB, Dr. Ir. H. Sambari Halim Radianto, S.T., M.Si. (Bupati Gresik) dalam diaolognya, upaya Kabupaten Gresik dalam pencegahan penyebaran Covid-19 tidak jauh beda dengan Kota Surabaya dan Sidoarjo bekerja sama dengan 3 Pilar Pemerintah Kabupaten Gresik, TNI dan Polri. Berbagai upaya yang di lakukan dengan pembagian Masker, pembagian hand sanitaizer, penyemprotan Disinfektan dan pemberian sosialisasi terkait Sosial Distancing dengan melakukan operasi di tempat perkumpulan masyarakat seperti warung kopi dan tempat ibadah dan lain-lain, akan tetapi masih terjadi peningkatan, Ucap Dr. Sambiri.

Pemerintah Kabupaten Gresik akan mengikuti perintah dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam upaya Pemutusan mata rantai Covid-19 agar segera terselesaikan, Imbuhnya.

Data Covid-19 tgl 19 April 2020 di wilayah Kabupaten Gresik sebagai berikut :

ODP 1073 Dipantau : 573    Selesai : 500   Meninggal : 0

PDP 102 Pengawasan : 65    Selesai : 33    Meninggal : 4

CONFIRM 20 Sembuh : 2     Dirawat : 16   Meninggal : 2

Cluster penyebaran Covid-19 di Kabupaten Gresik antara lain dari Surabaya 11 orang dari Jakarta 5 orang dan Haji 2 kasus sebaran terbanyak dari pintu-pintu masuk Kota Surabaya sebanyak 13 orang, Pungkasnya.

Pukul 15.51 WIB, Ibu Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur) menyikapi berbagai iktiar yang sudah di lakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara berlapis dalam pencegahan Penyebaran Covid-19, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam waktu dekat akan memberikan bantuan tunai, Non tunai dan sembako kepada masyarakat Provinsi Jawa Timur yang terdampak kasus Covid-19 pada titik yang sangat terdampak Penyebaran virus Covid -19. Kartu pra-kerja akan diberikan terutama korban PHK atau dirumahkan dan rencana minggu depan akan di buka lagi pendaftaran pra-kerja, Ungkap Khofifah.

Penyiapan format PSBB bagi Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik akan diberikan kepada Bupati/walikota masing-masing dan langkah selanjutnya Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan melakukan penyuratan terhadap Kementerian Kesehatan.

Penyiapan SOP PSBB sesuai peraturan Perbub/Perwali masing-masing agar di laksanakan pembahasan terhadap pelaku usaha di wilayah masing-masing, berikan pengertian bahwa hal ini bukan Lokwdonw akan tetapi pembatasan Sosial Berskala Besar dan akan melakukan mekanisme kegiatan di wilayah sesuai SOP masing-masing, Pungkas Khofifah.

Pukul 16. 40 WIB, Rapat Koordinasi selesai selama kegiatan berjalan dengan tertib dan aman. (Red/Team/Guntur).