Tangsel, Skalainfo.net| Dalam rangka memperingati ‘Hari Krida Pertanian’ bersama 33 pemuda dan unsur komunitas serta mahasiswa menerapkan edukasi penanaman pohon kopi robusta dan arabika dipermukaan rendah sebagai percontohan bagi masyarakat pentingnya untuk pengelolaan dan pelatihan dalam ketahanan pangan. Bertempat di Kampung Lestari, Keramat Pulo Pamulang Timur. Rabu, 21/6/2023.

“Adapun sebagai pelaksana event bersama, Frontline Management, TCCA (Tangsel Creative City Art) Gerbang Mas (Gerakan Membangun Bersama Masyarakat) dan Laskara Community”.

Hadir diantaranya, Sangka Sitompul (Perwakilan Dirketur Perkebunan Kementan), Ir. Hidarwati (Sekjen Dewan Kopi Indonesia), Yepi Suherman (Kepala DKP3 Kota Tangsel), Mahasiswa/siswi Fakultas Unpam, unsur Pemuda/pemdi, Komunitas, Siswa/siswi SMK dan SMAN 6 Tangsel serta tamu undangan lainnya.

Ketua Poktan Gerbang Emas Daeng Rahmat dalam paparannya mengatakan, terinisiasi sejak zaman covid, pada September 2019 itu kita mendirikan perkumpulan Gerbang Emas dan muncullah ide-ide dengan memberikan solusi kepada masyarakat, jangan mengalah dengan keadaan dan harus survive tetap bertahan, katanya.

Saya tertarik dengan Perpres Nomor: 125 Tahun 2022 tentang ketahanan pangan, kami diskusi dengan teman-teman bagaimana kalau kita tananm lele disitu, ucapnya dan menambahkan bagi adek-adek yang ingin berkreativitas silahkan sampaikan programnya atur jadwalnya ayo kita sama-sama kembangkan disini, ungkapnya.

Ditempat yang sama, Ir. Hindarwati menjawab beberapa pertanyaan dari adek-adek mahasiswa/siswi tentang pengelolaan perkopian dan kopi-kopi shop ternama dengan kopi pada umumnya, agar tercapai keseimbangan disektor pertanian. Saat ini kita sebut triger yaitu bagaimana kita mendekatkan diri dengan areal perkopian yang lengkap peralatannya, sehingga kita ketahui cara mengolah kopi itu dari hulu sampai hilir, katanya.

Disini adalah percontohan bagaimana nantinya menjadi triger argowisata, sehingga menjadi kreativitas kita bagaimana cara menghidupkan suasana menanam kopi menjadi agrowisata disitu akan diberi tulisan atas nama wasatawan penanam kopi tersebut, tutupnya.

Ketua pelaksana penanaman pohon kopi dari unsur kepemudaan Derry mengatakan, saat ini kita sudah mulai menanam kopi sebagai perwajudan dan peduli tentang pertanian, harapannya dengan berkumpul bersama pelaku-pelaku tani Kota Tangsel juga dapat berkolaborasi dengan pelaku-pelaku usaha UMKM Tangsel, ucapnya.

Serta program-program lainya yang dapat disinergikan dengan teman-teman pelajar dari tingkat SLTA mencoba untuk berkreativitas disini dan berkomunikasi dengan pihak pemerintah. Bahwa Walikota dan wakil Walikota Tangsel dalam programnya memberi ruang seluas-luasnya untuk kita mahasiswa dan anak muda mengembangkan kreativitas serta mengembangkan potensi SDM yang ada di Kota Tangerang Selatan, terangnya.

Tentunya, tinggal bagaimana kita sebagai anak muda, mau berinisiatif dan berperan aktif untuk pengembangan bakat dan SDM yang ada didalam diri kita. Disini teman-teman bisa berkomunikasi dengan Tangsel Creative City Art terkait pertanian dan segala macamnya dan kita dapat berkomunikasi dengan sonior kita yaitu Daeng Rahmat, tutupnya.

exclusive

Dikesempatan itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Yepi Suherman mengatakan, kalau kita menanam padi pasti ada rumput yang tumbuh, kalau kita menanam rumput tidak mau ada padi, jadi bila kita menanam kopi ini nanti akan ada dampaknya yang kita lewati, ucapnya.

Seperti yang disebutkan oleh Perwakilan Direktur Perkebunan Kementan RI Sangka Sitompul tadi lanjutnya, bahwa ini bukan lahan milik kita, oleh karena itu saya bersama Daeng Rahmat, untuk jangka panjangnya ayo kita tertibkan dulu administrasinya. Kita merapat dulu kepada pengelola tol, kita merapat dulu kepada BBWS, dan ke PUPR, karena harapan saya ini tidak hanya untuk satu tahun, dua tahun atau lima tahun tetapi untuk selama Tangsel ada kita bisa kembangkan lahan ini menjadi sentral edukasi dan menjadi kawasan ekowisata, katanya.

Daripada lahan-lahan kewenangan diluar Tangsel, (kewenangan pusat), seperti BBWS, PUPR atau Tol didiamkan mangkrak akan tumbuh ilalang, lebih baik kita mamfaatkan buat kemakmuran atau buat kreativitas warga Tangsel, ayo kita sama-sama ngedampingi pak Daeng Rahmat menghadap ke Kementerian, menghadap ke BBWS diskusi, katanya.

Karena ini tidak akan merugikan negara, bahkan menguntungkan negara, menguntungkan wilayah Tangsel supaya warganya punya kreatifitas yang luar biasa. Bagi para mahasiswa yang berasal dari beberapa wilayah diluar Tangsel, selama masih di Tangsel untuk menuntut ilmu, ayo kita kembangkan komunitas-komunitas yang ada diinternal kampus, untuk pecinta lingkungan atau pertanian dikembangkan juga dari segi-segi bisnisnya, jelas Kadis Ketapang Yepi Suherman.

Diakhir acara tersebut Lurah Pamulang Timur Heri Ade Setiawan menyampaikan keinginannya bahwa , kedepan akan terbentuk Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) dikawasan Gerbang Emas tersebut, serta berdirinya perkumpulan Keramat Pulo dan beraktifitas di kolong jembatan tol layang Pamulang berdasarkan Undang-Undang Nomor: 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, tutupnya. (Red/Alfi).

By Admin

-+=