Baubau-Sultra, Skalainfo.net| Wakil Walikota (Wawali) Baubau La Ode Ahmad Monianse menekankan pentingnya mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) dalam pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH). Hal tersebut diungkapkan melalui sambutannya saat membuka dengan resmi STQH tingkat Kota Baubau di Bantea Umuri Bolu rumah jabatan Walikota Baubau, Ahad, (28/2/2021).

La Ode Ahmad Monianse menuturkan, sejak pandemik Covid-19 melanda, pelaksanaan MTQ maupun STQH mengalami penyesuaian-penyesuaian baik pada tingkat kabupaten/kota maupun tingkat nasional. Hal tersebut bertujuan untuk menekan laju penyebaran wabah Covid-19 ditengah-tengah masyarakat.

“Kita ketahui bersama bahwa pada tahun 2020 lalu, kita telah berhasil mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat Provinsi Sulawesi tenggara secara virtual. Tahun ini Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis dilaksanakan secara langsung dengan skala terbatas agar tidak terjadi kerumunan, karena kita harus tetap mengikuti protokol kesehatan,” tuturnya.

Wakil Walikota yang juga Ketua LPTQ Kota Baubau ini menjelaskan, hal tersebut dilakukan untuk menjaga Marwah STQH. Pasalnya, ia tidak ingin dalam pelaksanaan STQH tersebut muncul klaster baru penyebaran Covid-19. Untuk itu ia berharap agar panitia, peserta, pendamping dan ofisial senantiasa mengikuti anjuran pemerintah untuk selalu Menjaga jarak, Mencuci tangan dan Memakai masker.

“Sehingga pelaksanaan STQH dapat dijadikan media perenungan dan memotivasi untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wataala. Dengan momentum ini juga saya mengajak kita semua untuk sama-sama berdoa, semoga pandemi Covid-19 ini dapat dikendalikan bersama,” ujarnya.

La Ode Ahmad Moniandse menyadari, pelaksanaan STQH kali ini terasa sangat berbeda. Namun ia yakin, hal tersebut tidak mengubah esensi dari tujuan STQH itu sebagai syiar Islam dalam membina mental spiritual Umat. Menurutnya, pelaksanaan STQH tahun ini merupakan parameter untuk mengukur kapabilitas kita dalam membumikan Alqur’an.

“Hal ini tampak pada keseriusan pemerintah Kecamatan untuk mendukung pelaksanaan STQH tingkat Kota Baubau meskipun berada di tengah pandemik. Dan yang paling mengesankan adalah ketika Kecamatan yang selama ini minim peserta justru berbalik menjadi peserta terbanyak. Untuk itu saya berharap agar kecamatan lain bisa bangkit lagi,” imbuhnya.

La Ode Ahmad Monianse juga berharap. agar pembinaan kader-kader Qur’ani tersebut semakin meningkat. Hal tersebut bertujuan untuk menghadapi tantangan masa kini yang semakin berat. Hal tersebut terlihat pada kecenderungan generasi muda yang lebih suka bermain gadget atau smartphone ketimbang memperdalam bacaan Alqur’an.

“Saya yakin saudara-saudara pembina Markas Tilawah mampu mengubah itu semua, dengan inovasi-inovasi yang dapat menarik daya minat masyarakat khususnya generasi muda untuk mau belajar dan memperdalam bacaan Al-quraannya. Selanjutnya dalam rangka pembinaan berkelanjutan diharapkan selalu berkoordinasi dengan ketua LPTQ sehingga ke depannya semua cabang dan golongan, dapat diikuti oleh peserta Kota Baubau,” pungkasnya. (Red/M.Jampi).

Autentikasi : DINAS KOMINFO BAUBAU.

By Admin

-+=