Tangsel, Skalainfo.net| ‘NGONSEB’ (Ngobrol Santai Seni Budaya) di Tambi Historia Tangsel the series Part. 18 dengan tema, “Mandiri Pangan dan Finansial lewat Budidaya Ikan Rumahan Dilahan Sempit,” Bersama narasumber H. Erwin Damayanto, S.Pi.,MM seorang pakar Teknik pembudidayaan ikan dan saat ini menjabat sebagai Kepala UPTD P3B (Produktifitas dan Pengembangan Perikanan Budidaya Provinsi Banten). Minggu, 06/09/2026.

Pada sore hari yang ceria ini mengupas tentang ikan air tawar dilingkup rumah walau lahan yang dimiliki sangat sempit namun bisa untuk membudidayakan ikan air tawar. Dasar utama Adalah asalkan ada kemauan dilahan yang sempit pun tidak ada masalah. Obrolan sore itupun semakin hangat dengan trik dan ilmu yang diberikan oleh narasumber berpengalaman edukasi budidaya ikan air tawar dan jenis ikan lainnya. Terekam langsung sore hari itu tepatnya di teras Tambi Historia dalam kawasan kampung Keramat Pulo, Kelurahan Pamulang Timur, Kecamatan Pamulang.

Sebagai moderator yaitu: Nue Farhan.

Turut hadir diantaranya, Ketua Yayasan Historia Tangsel Agam Pamungkas Lubah, Ketua GCP Kota Tangsel Daeng Rahmat, Ilham Suyatno, Kabid Pemuda Olahraga Dispora Kota Tangsel, Tim Historia Tangsel saudari Indah Arlie, Sari, Ijah, Robby Kharisma, Zulfikar, Ibnue, Agung dan tamu undangan lainnya.

Pada sore menjelang senja itu narasumber Erwin Damayanto menyampaikan keadaan bisnis perikanan dinegeri kita sedang tidak baik-baik saja. Kenapa demikian lanjutnya, harga pakan ikan saat ini sangat melambung tinggi sehingga pembudidaya ikan berat untuk mencukupi kebutuhan ternaknya. Bagi pembudidaya skala besar atau kuantiti besar itu mungkin masih bisa berharap ada lebih walupun tidak seperti yang biasanya. Namun untuk pembudidaya bisnis middle kecil itu yang sangat mengkhawatirkan, oleh karena itu saya akan meberikan tip-tip budidaya ikan rumahan dengan tempat yang sempit dengan skala kecil dan pakan yang murah, katanya.

Mensiasati lahan sempit budidaya ikan rumahan, tetapi dapat menghasilkan dengan produksi ikan terbatas seperti ikan lele, ikan nila yang sedikit menyerap oksigen terlarut. Kalau ikan mas itu tidak bisa karena penyerapan oksigennya sangat banyak, tambahnya.

Budidaya ikan rumahan untuk meningkatkan protein keluarga, misalnya untuk ibu-ibu hamil dan anak-anak sedang masa pertumbuhannya, dengan mengkonsumsi ikan setiap hari sangat bagus karena ikan itu lembut dagingnya tidak seperti ayam atau daging kerbau.

Caranya bagaimana,..? sekarang bisa membudidayakan ikan lele atau ikan nila rumahan itu dengan menggunakan ember, boleh juga dengan gallon sejenis aqua. Ternak ikan lele menggunakan gallon itu bisa kita tanam sekitar 20 sampai 25 ekor dengan ukuran 3 dan 5 centimeter.

Supaya panennya nanti bisa berkisinambungan dapat kita atur termin perminggu, misalnya minggu ini kita tanam 25 ekor bibit lele ukuran 3 atau 5 centimeter, minggu kedua kita tanam lagi 25 ekor ikan lele dengan gallon lagi. Kemudian dipelihara selama dua bulan, kita bisa lihat dalam dua bulan itu sudah mulai berukuran 7/10 cm, nah pada ukuran 7/10 itu sudah sama dengan ukuran jual dipasar berarti untuk kita panen atau dikonsumsi keluarga rumahan pun sudah layak.

Resikonya sangat kecil kemungkinan pada awal tanam benih ada yang mati 3 sampai 4 ekor, disarankan juga pakai ember itu lebih bagus karena bisa langsung kena sinar cahaya matahari pertumbuhan bibit lele sangat sehat. Higenis nya sangat terjaga karena terus kita pantau baik pola saat memberi pakan pellet maupun nutrisi tambahan berupa maggot yang kita olah melalui sayur-sayur buangan dari pasar dan rumah kita, katanya.

Apa syarat mendapatkan benih ikan dari UPTD-P3B

Erwin menjelaskan, bila pembudidaya ikan ingin mendapat benih ikan dari pemerintah kabupaten kota diwajibkan untuk membuat kelompok tani, sehingga dapat diketgorikan sebagai kelompok tani budidaya ikan air tawar. Dasar hukumnya Adalah di ketahui oleh kepala desa atau lurah setempat cukup ditandatangani maka sudah terbentuk kelompok tani. Lalu diverifikasi oleh dinas atau kabupaten/kota setelah itu mereka baru bisa membuat profosal untuk meminta benih ke UPTD-B3P Provinsi Banten, jelasnya.

Kemudian pihak UPTD-P3B ini akan turun langsung meninjau kelompok tani budidaya ikan tadi, berapa sih ukuran yang butuhkan itu, lalu berapa kolam yang akan dibudidayakan tersebut. Karena tidak bisa asal dibuatkan tempat lalu asal di isi sekian ribu, itu jadi fatal akibat pada bibit tersebut. Ada yang disebut dengan CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik) oleh karena itu kami akan memberikan cara budidayanya dengan baik dan sesuai ukuran apa yang akan di kembangkan dalam bioplok atau gallon dan ember rumahan tadi, katanya.

Ditempat yang sama saudara Ilham Kabid kepemudaan dan olahraga kota Tangsel mengatakan, bahwa pemuda-pemuda Tangsel ini sangat banyak yang dapat dilakukan untuk hal-hal yang positif, contoh mandiri pangan, pembudidayaan ikan air tawar ini. Saatnya kita memberikan arahan untuk merubah mindset kebiasaan nongkrong tanpa kejelasan dan menjadi pemuda yang memiliki tujuan jelas dimasa depan, katanya.

Tipe pemuda yang punya kemauan tapi tidak ada kemampuan dan ada juga pemuda yang punya kemampuan tapi tidak ada kemauan nah,..ini agak ribet juga untuk memulainya. Nah sekarang ini kita akan mencari pemuda Tangsel yang punya kemauan dan kemampuan untuk di arahkan agar bisa menjadi generasi emas dimasa yang akan datang, tambahnya.

Nah,..tentunya saya berharap semoga pemuda-pemuda Tangsel ini bisa berkolaborasi dengan dinas perikanan Tangsel dan juga dinas perikanan Provinsi, tutupnya.

Dipenghujung acara NGONSEB senja yang indah itu, sebagai closing statement diminta kepada narasumber H. Erwin Damayanto, S.Pi.,MM., memberikan arahannya yaitu, Historia Tangsel ini sangat Asri, sejuk dan nyaman. Kita bisa karena kita Bersama, suasana seperti ini karena kita Bersama maju dan berkembang untuk membangun Tambi Historia Tangsel lebih baik lagi, tutupnya. (Red/Alfi).

By Admin

-+=