Tangsel, Skalainfo.net| Seiring bergulirnya waktu usia balita Historia Tangsel genap 4 tahun tepatnya pada 27 Agustus 2026, momen yang berbahagia itu dibersamai dengan rasa takjub dan Syukur, bahwa di usia yang sedang lucu-lucu serta menggemaskan ini terus melangkah untuk sebuah karya. Tempatnya terlihat kecil disudut kota, meski pun kecil namun dia ada, karena sudah ada dia gerak melangkah menembus ruang cita dan menciptakan ruang cerita. Kamis, 27/08/2026.
“Historia Tangsel semakin menggema, dalam gema menggaungkan cerita, diskusi penuh bermakna, untuk Kota Tangerang Selatan tercinta”.
Pada Hari Jadi yang ke-4 Historia Tangsel tahun 2026 ini, bertajuk: dalam diam ada gerak, dalam gerak tak pernah diam, meng-isyaratkan bahwa perjalanan menembus ruang itu tak akan pernah padam dan isi lah ruang-ruang itu dengan kalimat kasih seperti curahan Rahmat dari Sang Maha Pencipta. Bertempat di teras Tambi Historia dalam kawasan kampung Keramat Pulo, Kelurahan Pamulang Timur, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan.

Turut hadir diantaranya, Dik Doank (Raden Rizki Pratama), founder Gerai Lengkong Kota Tangsel bunda Lista Hurustiati, Ketua Yayasan Historia Tangsel Agam Pamungkas Lubah, Ketua GCP Kota Tangsel Daeng Rahmat Hidayat, Seniman Edi Bonet, saudara Bone, Tim kreatif saudara Inue, sudara Ali, saudara Miko, Tim Historia Tangsel Indah Arlie, tokoh Masyarakat saudara Ir. H. Fahmi, dan tamu undangan lainnya.
Dihari yang berbahagia Milad ke-4 historia tangsel, sebagai dewan Pembina Yayasan Historia Tangsel bunda Lista Hurustiati mengemukakan maklumatnya, ketika lahirnya Historia Tangsel ini sejatinya untuk mengangkat dan mengulik serta menjaga Sejarah yang ada di Kota Tangsel. Kegiatan yang dilakukan sejak awal Januari lalu dalam historia the series part to part itu nanti akan dirangkum dalam sebuah buku dan kemudian akan dipersembahkan pada hari jadinya Kota Tangsel, katanya.
Saya juga mengusulkan lanjut bunda Lista, Tangsel itu memiliki tujuh (7) Kecamatan dan lima puluh empat (54) Kelurahan juga akan dibuka Sejarah-sejarahnya, contoh dikecamatan Pamulang berdirinya tahun berapa dan sudah berapa tahun usianya juga kelurahn-kelurahan lainnya di Tangsel ini. Dibeberapa Kelurahan Kota Tangsel ini masih ada memiliki peninggalan zaman dahulu seperti tugu dan lain sebagainya. Tujuan kita agar Masyarakat luas itu tahu bahwa Tangsel itu memiliki nilai Sejarah yang kuat tertuma bagi warga Tangsel sendiri harus lebih paham tentang Sejarah Kota Tangsel ini, ucapnya.
Dipenghujung acara Milad Historia Tangsel sebagai doa penutup yang dilantunkan oleh seniman kondang Raden Rizki Pratama (Dik Doang) dan mengajak semua yang terlibat pada acara Milad ke-4 historia Tangsel itu sama-sama menglafalkan doa yang dipimpinnya. Surat-surat cinta dalam doa kasih sayang dari Sang Maha Pencipta menggetarkan hati bagi seluruh yang terlibat dan ada dalam acara tersebut. Tertunduk dalam renungan doa, penuh haru menyelimuti jiwa, sama-sama lafalkan surah Fatiha dan berkirim surah cinta Fatiha kepada 10 makhluk ciptaan Sang Pengasih dan Penyayang, pada getaran-getaran dimasing-masing jiwa insya Allah do’a kita akan dijabah oleh Sang Maha cinta hambanya, ujar Dik Doang pada closing statement acara.
Terpisah, ketua Yayasan historia Tangsel Agam Pamungkas Lubah mengatakan, pencapaian-pencapaian yang telah kami lakukan itu adalah riset, penelitian dan kajian literasi Sejarah. Khususnya yang ada di Kota Tangsel dan umumnya di Kawasan Jabodetabek dan Banten serta Bogor. Program yang sedang berjalan saat ini ada dua yaitu 1. Historia the series yang di gelar setiap minggu pada bulan berjalan, diawali pada bulan Januari lalu dan hingga saat ini sudah masuk ke part 17, dan diawal November nanti kita closing.
Kemudian kita buatkan buku, didalam satu buku itu dengan judul Tangsel bercerita di usia 18 tahun. Isi dari buku itu adalah perjalanan dari part to part, dari part satu narasumbernya siapa dan sampai terakhir nanti pada bulan November itu. Kita cetak bukunya dan kita kontribusikan dalam rangka hari jadi kota Tangerang Selatan, ucapnya.
Social dan keagamaan
Sosial dan keagamaan di historia Tangsel sedang ada kegiatan yaitu membangun sarana ibadah yang ada di Kabupaten Bogor, tepatnya itu Dusun Garsul, Desa Kadung Sawah, Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor. Nah,..apa hungannya,? kok historia Tangsel itu mau bangun capek-capek sarana ibadah di Bogor kenapa bukan di Tangsel.
Itulah yang Namanya historia Tangsel, bahwa historia Tangsel itu dalam menyuguhkan informasi Sejarah itu harus berangkat dari hulu ke hilir. Masuk dan berkembangnya peradaban-peradaban Islam maupun peradaban-peradaban ekonomi semua yang ada di Kota Tangsel ini. Pintu gerbangnya itu mulai dari daerah Jasinga itu, Batas Garis Kesultanan (GARISUL) makanya, disana itu kita bangun sebuah sarana ibadah dan nantinya tempat itu akan menjadi pusat kajian literasi Sejarah baik itu dari Bogor, Serang, Kota Tangerang, Kab. Tangerang dan Kota Tangsel. Jadi lanjutnya, kita jadikan itu posko kedua dari historia Tangsel, untuk pusat kajian literasi Sejarah yang ada di GARISUL itu, nah itu lah salahsatu program yang sedang berjalan di historia Tangsel saat ini, jelas Agam.
Kok bisa membangun dananya dari mana?
Kita tidak ada profosal, tidak punya donatur dan tidak punya sumber dana debitor semua ini murni dari sahabat-sahabat historia Tangsel secara kolektif dan berkesadaran penuh. Pentingnya pelestarian situs-situs cagar budaya yang ada di Provonsi Jawa Barat, Jakarta dan Banten. Kemudian historia Tangsel juga akan mencoba memberikan legacy, bahwasanya historia tangsel ini, dia berkontribusi juga kepada semua wilayah yang kaitannya itu dengan peradaban di masa lalu juga dengan Kota Tangsel ini, ucap Agam Pamungkas.apa
Apa program untuk kedepan?
Khususnya pada divisi litbang historia Tangsel itu akan membuat semacam kemah budaya dan mencoba untuk memperluas lahan disekitar sini. Disini juga ada komunitas yang bergerak seperti GCP, Gerakan Cinta Prabowo, ada dari komunitas Pokdarwis, ada Gerak Emas, ada Poktan juga nah,.. kita disini bersatu dan berbaur serta membuat giat-giat kemah buadaya tersebut. Harapannya historia Tangsel ini nantinya akan menjadi mercusuar informasi Sejarah, satu-satunya yang ada di provinsi Banten.
Pesan positif untuk seniman dan kaum muda Tangsel
Historia Tangsel memiliki motto yaitu, dalam diam ada Gerak, dalam Gerak tak pernah diam, semua pelaku Sejarah, seni budaya, penikmat maupun pengamat jangan pernah berhenti menciptakan ruang-ruang legacy dalam otak untuk berbuat sesuatu yang bermamfaat bagi orang banyak. Tidak semata-mata karena ada uang dan tidak punya uang, kreatifitas itu tidak bisa dibeli, kreatifitas itu merupakan anugerah talent yang Allah SWT pilih untuk hamba-hambanya, tutupnya.
Pada momen yang sama, divisi Lit-Bang Historia Tangsel Daeng Rahmat mengatakan, historia Tangesl ini adalah pengembang amanat bagaimana mencatat Sejarah yang lalu dan sedang terjadi dan Sejarah yang dibuat untuk dimasa yang akan datang. Kami sebagai komunitas Sejarah terpancing dalam diri kita, bagaimana membuat inovasi dan mencetak Sejarah, ungkapnya.
Kenapa di litbang itu bekerja keras Menyusun suatu konseb yang konfrehenship dan systematic serta bisa di implementasikan dalam bentuk satu produk. Contoh untuk saat ini, kita sudah melakukan kegiatan historia the series tangsel part to part. Kedepannya, kita akan berbenah dan semoga semakin baik, bukan hanya menghadirkan tokoh, tetapi bisa menghadiahkan ikonik yang bisa menjadi Representatif dari historia Tangsel dalam mengimplementasikan seni dan budaya untuk Kota Tangsel, jelasnya.
Salahsatu konsentrasi litbang historia Tangsel yaitu, part to part historia the series akan dijadikan sebuah buku tangsel bercerita di usia Kota Tangsel ke-18 tahun ini dan penelusuran kajian Sejarah serta literasi yang ada di GARISUL menjadi focus utama kami.
Pembenahan secretariat historia Tangsel
Focus kami ketiga adalah membenahi secretariat, dan tentunya untuk ruang media center dan ruang khusus untuk litbang bekerja. Mengembangkan dan mengoptimalkan potensi anggota historia untuk bisa menghasilkan suatu produk, produk unggulan yang bisa menjadi bahan literasi. Penelitian dan pengembangan historia Tangsel ini merencanakan pembuatan pojok seni, atau rumah budaya atau juga Gedung seni budaya. Semoga saja historia Tangsel ini nantinya memiliki akses langsung dengan Kementerian Kebudayaan yakni, saudara Fadli Zon untuk mensupport kita, mewujudkan satu rumah budaya sehingga kita bisa mengoptimalkan apa yang menjadi potensi budaya, bisa kita angkat kedepannya bahwa Tangsel memiliki ciri khas atau jati diri dalam berbudaya di Kota Tangerang Selatan ini, katanya.
Program dan pengembangan seni lainnya
Seni teater, rencananya kami akan membuat satu tempat atau ruang untuk seni teater. Tujuannya dalam mengexpresikan adek-adek kita yang tidak terakomodir ditempat sewajarnya, dia bisa diakomodir disini (seni teater historia). Kedepannya kita akan banyak membuat documenter-dokumenter tentang Sejarah kelurahan dan terbentuknya satu kelurahan, terbentuknya satu situs-situs cagar budaya di Kota Tangsel ini, tutupnya. (Red/Alfi).
