Tangsel, Skalainfo.net| ‘Di Tambi Historia Tangsel’ (Ngobrol Santai Seni Budaya), pada sore hari yang ceria ini membahas tentang transformasi digital yang tentunya para pelaku mikro pun tak lepas dari perubahan zaman tersebut. Memaknai Era serta pemberdayaan manajemen menggeluti suatu usaha sering kali mengalami kebuntuan, oleh karena itu dalam bahasan yang terekam langsung sore hari ini tepatnya di teras Tambi Historia dalam kawasan kampung Keramat Pulo, Kelurahan Pamulang Timur, Kecamatan Pamulang. Minggu, 16/08/2026.

“Historia the series Part-15 tahun 2026, mengundang seoerang narasumber yang telah mencapai keberhasilan dibidang usaha peternakan dan kuliner. Kehadirannya di sore ceria ini sangat dinanti-nati oleh para pelaku usaha mikro dalam membangun usaha”.

Sebagai moderator yaitu: Abi Carlos, serta narasumber utama Susi Karnawati (pengusaha entrerpreneur dan tokoh perempuan Tangsel).

Turut hadir diantaranya, Ketua Yayasan Historia Tangsel Agam Pamungkas Lubah, Ketua GCP Kota Tangsel Daeng Rahmat, Anggota Tim 9 Perumusan Lambang aerah Kota Tangsel Fahrudin Juhri, Tim Historia Tangsel Indah Arlie, tokoh Masyarakat saudara Inue, dan tamu undangan lainnya.

Pada sore menjelang senja itu mengambil tema: ‘Perempuan di Era Transformasi Digital dalam Efisiensi Manajemen Pakan dan Mikroklimat Kandang,’ senantiasa memberi semangat bagi para pelaku usaha menciptakan manajemen positif dengan keberanian memulai usaha untuk menjadi pengusaha sukses kedepannya.

Kata sambutan yang disampaikan Agam Pamungkas menerangkan, bahwa perjalanan Ngonseb (ngobrol santai seni budaya) sudah sampai dibulan pertengahan Agustus ini dari awal Januari 2026 lalu, dan pada awal November nanti kita akan closing. Kemudian Menyusun dari pada perjalanan historia Tangsel ini dan di hari jadi Tangsel pada usia ke-18 tahun itu kita akan mengisi dan bercerita dengan historia part to part perjalanan historia untuk Kota Tangsel, tuturnya.

Abi Carlos pembawa acara yang familiar dengan canda humornya sengaja menghentakkan suasana menjadi relax seraya ingin mengajak penonton dan para tamu undangan pun ingin nimbrung untuk ikut diskusi Bersama entrepreneur sukses dan menjadi pengusaha sukses dimasa depan.

Susi Karnawati dalam paparannya mengatakan, bahwa dirinya juga tak luput dari seorang ibu rumah tangga dan memiliki dua orang anak tempat tinggal di daerah BSD. Walaupun sebagai ibu rumah tangga lanjutnya, tetapi tak ingin hanya berdiam diri saja dan kalau melihat dimana ada peluang disitu pasti saya akan tabrak dulu, katanya.

Pada awalnya itu saya memulai usaha diternak ayam, disamping saya juga hobinya berternak sekalian belajar juga bagaimana agar pelaku usaha ternak bisa mapan serta menjamin dalam kehidupan. Memang usaha ternak ayam itu tidak langsung untung, butuh perwatan dan pakan yang cukup untuk perkembangan dan Kesehatan ayam tersebut.

Sejak memulai usaha berapa lama hingga mempunyai hasil yang memuaskan?

Sapaan akrabnya bunda Susi menerangkan bahwa usaha ternak ayam itu penghasilannya naik turun, apalagi di ada yang Namanya flu burung saat itu mulai mewabah ternak, maka disitu akan hancur, namun kita terlebih dulu untuk antisipasi menyiapkan pakan yang betul-betul bagus dan Kesehatan ayam terkontrol setiap waktunya, katanya.

Apa tantangan terberat menjadi usaha ternak ayam?

Tantangan terbersat itu, saat tiba penyakit ayan atau yang disebut telo, oleh karena itu secepat mungkin kita berikan obatnya, walaupun kita ini bukan ahli dokter hewan ya,..namun gejala-gejala ayan itu sudah kita ketahui dari pengalaman-pengalaman sebelumnya. Kalau ayam itu terjangkit Telo atau ayan, bisa kita perhatikan dan lihat. Umpamanya dari kejauhan ayam itu terlihat layu dan terkadang seperti muter-muter disatu tempat saja. Maka itu dapat dipastikan sudah mulai terjangkit, lalu dengan cepat diberikan obatnya, kalau sedikit terlambat maka ayam akan keburu mati, katanya.

Dalam kesempatan diskusi hangat itu seorang aktivis dan Tim 9 Perumusan Bank Daerah Kota Tangsel Fahrudin Juhri menyampaikan maklumatnya, gagasan serta kreativitas yang diperbuat hari ini menunjukkan kemajuan warga Masyarakat dalam menggerakkan roda ekonomi dan budaya di Kota Tangsel ini. Tentunya dengan keberanian dan ingin berubah berdasarkan pola pandang positif kedepan, katanya.

Dipenghujung acara sebagai penutup Agam Pamungkas memberi rangkuman pertemuan di Teras Tambi Historia Tangsel bahwa diskusi hangat ini sangat bermakna luar biasa. Melihat sosok bunda Susi adalah seorang pebisnis atau pengusaha, kegiatan lainnya sebagai aktivis Perempuan, aktif juga pada pemerintahan serta aktif diberbagai organisasi. Mudah-mudahan bunda Susi dapat mendatangkan pebisnis yang bisa bermitra dan mengangkat citra dari Hitoria Tangsel ini sangat kami hargai sekali, katanya.

Hanya sekedar mengingatkan dengan Bahasa guyon lanjut Agam, bahwa Historia ini akan kita bangun yang lebih bagus lagi kedepannya, kita tidak neko-neko bangunannya cukup memakai bambu sesuai arahan pimpinan dan mungkin tambahannya dengan baja ringan. Yang biasa kita lakukan itu hanya dengan profosal saja, peralatan dan bahan yang dibutuhkan itu sudah masuk dalam angka nominal. Disebutkan secara transparan biayanya kepada tamu diskusi dua narasumber di teras Tambi Historia yaitu bapak Fahrudin Juhri dan bunda Susi Karnawati.

Harapan kami sebagai seniman dan intertainment lanjut Agam Pamungkas terhadap tamu diskusi hari ini dapat dimaknai dengan baik, semoga niat yang tulus dan transparan ini bisa di dengar oleh semuanya dalam rangka memajukan Historia Tangsel lebih terarah, cerdas, modern dan relegius, tutupnya. (Red/Alfi).

By Admin

-+=