Tangsel, Skalainfo.net| Momentum bahagia bersama (YGB) Yayasan Garuda Betawi – DPD Kota Tangsel diawal bulan Agustus 2026 ini, mengundang beberapa panti asuhan diwilayah Tangsel dalam acara bhakti peduli bersama matahari-matahari kecil. Merajut kepedulian dan mengukir senyum kebahagiaan ini, kali pertama dilaksanakan oleh YGB-DPD Kota Tangsel untuk merangkul persaudaraan dan menjaga negeri tercinta Indonesia. Bertempat di Mesjid Jami’ Baiturrohim, RW. 09, Kampung Bulak, Kelurahan Serua, Kecamtan Ciputat, Kota Tangsel. Sabtu, 01/08/2026.
Turut hadir, Ketum DPP-YGB Ahmad Nuryadi berserta jajaran pengurus pusat, ketua YGB-DPD Tangsel Djoko Agus Guntoro (babeh Agus), Dewan Pembina YGB Dr. Sudaryono. Eng., M.M, MBA, saudara Amir Syamsudin (tokoh masyarakat), saudara Kaliman (tokoh masyarakat), saudara Anto Popaye (tokoh pemuda), ketua RW. 09 Abdulah serta tamu undangan lainnya.

“Antusias anak-anak matahari kecil terlihat Bahagia sesekali tersenyum dengan memandang bapak-bapak Garuda Betawi yang duduk bersila dihadapan mereka. Pagi yang cerah dalam rumah Allah yang indah yaitu Mesjid Jami’ Baiturrohim menjadi payung perlindungan dalam diri mereka, serta menjadi tonggak yang kokoh bagi mereka untuk bangkit Ketika waktunya telah tiba. Walau saat ini mereka masih berada dirumah-rumah panti asuhan namun kehadiran Yayasan Garuda Betawi Kota Tangsel ini sudah menjadi ayah dan bunda, om dan tante menggantikan orangtua mereka”.
Menyantuni anak yatim adalah amalan yang mencerminkan akhlak mulia
Dikesempatan itu ketua umum Yayasan Garuda Betawi Raya Ahmad Nuryadi dalam kata sambutannya mengatakan, sebelumnya dalam Yayasan ini ada perbaikan tentang nama dan akhirnya disepakati Bersama dengan dewan pengurus menjadi Yayasan Garuda Betawi Raya. Mengapa ada sebutan Garuda, bahwa Garuda ini melambangkan persatuan berbeda-beda, kita tetap Bersatu ‘Bhinneka Tunggal Ika’, terangnya.
Awal berdiri dan terbentuk Yayasan Garuda Betawi
Yayasan Garuda Betawi kami ini beridiri pada bulan Mei 2026 lalu lanjut Ahmad Nuryadi, nah, sebelum melaksanakan kegiatan inti organisasi kami ingin melakukan hal-hal yang baik dulu, dengan santunan kepada adek-adek yatim ini. Kami berdoa kepada Allah SWT, mudah-mudahan diberikan kemudahan dan keberkahan dalam segala urusan kami kedepannya.

Kami di Garuda Betawi ini, memiliki website, juga di tik-tok, Instagram dan punya akses formular online serta beberapa korlap. Sudah terdata hingga hari ini sekitar 750 orang yang sudah bergabung sejabodetabek. Garuda Betawi ini adalah etnis yang ada di Jakarta lanjutnya, tetapi memang sudah menyebar dimana-mana dan inilah kita menyatukan rasa persaudaraan supaya berkumpul untuk sama-sama saling bersilaturrahim, katanya.
Jaga Jakarta dan jaga tradisi
Ahmad menambahkan, motto dari Garuda Betawi ini Adalah jaga Jakarta serta jaga tradisi yang berbasis di Jakarta, karena saat ini sudah melebar secara spesifiknya, ya jaga Indonesia. Karena Betawi, kita jaga Jakarta ya,.. kita tidak hanya menjaga keindahannya, tapi ketertibannya juga kita jaga. Karena, kalau kotanya itu sudah nyaman ya harus aman.
Kemudian Tradisi, tradisi kita sudah mulai agak memprihatinkan dan seperti sudah dilupakan orang-orang, sekarang itu sudah ikut-ikutan budaya luar negeri. Oleh karena itu kami ingin menggalakkan lagi budaya ke Betawian maupun budaya-budaya lainnya di Jakarta agar anak-anak itu lebih mencintai budaya Indonesia. Bisa dengan pakaian budaya nya dan juga kulinernya dan masih banyak factor budaya lainnya yang kita miliki di Indonesia ini, jelasnya.
Harapan kepada seluruh anggota Yayasan Garuda Betawi Raya
Saya selaku ketua umum Yayasan Garuda Betawi Raya kepada seluruhnya, terutama para relawan, kader dan mitra dari YGB ini, berharap agar selalu menjaga pribadi sebelum jaga wilayah, pribadi harus dijaga dulu. Yang Namanya adat, adab, sikap, ahklak nanti kalau kitanya baik, orang juga akan ikut baik. Jaga kampung jaga wilayah, yang Namanya keamanan, mitigasi, atau anak-anak mabok, narkoba, tawuran dan lain sebagainya kita harus jaga itu agar jangan sampai terjadi, katanya.
Pada intinya di Indonesia ini banyak yang harus kita jaga, budayanya kita lestarikan, tentunya kita harus bekerjasama dengan pemerintah daerah maupun pusat. Membuat organisasi itu gampang namun untuk merawatnya agak susah, makanya kita di Garuda Betawi Raya ini merangkul serta mempererat persaudaraan, tutupnya.
Tokoh Masyarakat mewakili RW. 09 saudara Kaliman mengatakan, bahwa Garuda Betawi eksis dibidang social juga bergerak dibidang keagamaan, seperti yang kita lihat Bersama hari ini, Garuda Betawi melaksanakan santunan anak yatim. Kami berharap juga sebagai Masyarakat kepada Garuda Betawi ini, tidak hanya bergerak pada bakti social namun untuk bidang yang lainnya agar Masyarakat bisa ikut dalam bidang-bidang lain itu, katanya.

Ketua DKM Mesjid Jami’ Baiturrohim Ustadz Ishak Iskandar mengatakan, bahwa kegiatan hari ini ada aksi dari Garuda Betawi yaitu bakti peduli menyantuni anak yatim. Secara pribadi saya sangat mengapresiasi dan tentunya Cerminan akhlak mulia ini semoga terus berlanjut kedepannya untuk mencintai anak yatim atau yang disebut matahari kecil. Harapannya Garuda Betawi ini tetap kompak dan istiqomah semangat menjalankan kegiatan-kegiatan yang bermamfaat buat Masyarakat, imbuhnya.
Ditempat yang sama, ketua DPD Garuda Betawi Kota Tangsel, Djoko Agus Guntoro (babeh Agus) mengatakan, berdirinya Garuda Betawi Kota Tangsel itu pada bulan Juni 2026 kemarin dan Ketum langsung yang datang kerumah menyampaikan amanah YGB ini untuk membuka kesekretariatan di Tangsel. Setelah membaca AD/RT dan visi/misinya ternyata nasionalis, modern dan relegius.
Kemudian jaga wilayah dan jaga tradisi, mengapa hampir ada persamaan dengan visi/misinya Tangsel, karena kita ini ingin mengangkat tentang keagamaan. Karena saat ini sering kita melihat adek-adek kita dan Kawan-kawan, kegiatannya sudah jauh diluar dari pada keagamaan. Dan jaga tradisi, kami akan menjaga tradisi dari pada kearifan lokal, katanya.
Khusus di kota Tangsel
Babeh Agus menambahkan bahwa kami di Kota Tangsel ini akan mengangkat kegiatan seni dan budaya, selain dari kegiatan santunan yatim, kita akan mempertahankan tradisi budayanya karena tradisi kebudayaan kita sudah hampir punah, jadi itu yang tetap akan kita pertahankan kedepannya. Selain itu lanjut babeh Agus, menjaga kampung itu bukan hanya keamanan akan tetapi pergaulan anak-anak dan bahaya narkoba. Kita akan Kerjasama dengan pihak kepolisian dan juga TNI untuk sama-sama menjaga kampung dari hal-hal yang negative, untuk mencapai lingkungan kita aman, tertib dan damai.
Untuk keanggotaan Garuda Betawi Kota Tangsel ini tentunya saya tidak membatasi mereka akan mengikuti oragnisasi manapun, tetapi saya meminta tolong komitmennya untuk membesarkan Garuda Betawi ini bertujuan untuk solid, kompak mengangkat nama baik Garuda Betawi kedepannya sesuai visi dan misinya dan lebih peduli lagi terhadap Masyarakat dan tradisinya, pungkas babeh Agus. (Red/Alfi).
