Tangsel, Skalainfo.net| Perlombaan bergengsi antar sekolah tingkat SMP se-Kota Tangsel berjalan lancar hampir sempurna, namun sangat disayangkan, pihak Walikota hingga Dinas Pendidikan Kota Tangsel seolah-olah tidak memahami esensi sebagai juri independent tersebut. Alih-alih menunggu proses jawab pihak Dinas Pendidikan Tangsel, sampai hari ini berita pun diturunkan ternyata belum dibayar oleh pihak Dinas Pendidikan honor para juri independent. Jum’at, 10/07/2026.

“Berulang kali diminta via whatsaap Kepala Bidang SMP Negeri Kota Tangsel untuk meluangkan waktunya ketemuan atau audensi dikantor Dinas Pendidikan namun, tidak pernah ditanggapi oleh sang Kabid SMPN Kota Tangsel. Malahan, setelan whatsaap Kabid SMPN Tangsel sengaja dirubah pesan hanya conteng satu dan ditelepon hanya memanggi sajal”.

Datang langsung untuk konfirmasi terkait kegiatan FLS3N (Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional) tingkat kabupaten/kota yang membawa Marwah Kota Tangsel melambung tinggi di kawasan Perkantoran Lengkong Wetan, Jalan Promoter No. 3, Kelurahan Lengkong Wetan, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten.

foto exclusive skalainfo.net Tangsel

Namun sangat disayangkan lagi, semua pejabat sedang ada kegiatan diluar, pesan di sampaikan oleh receptionis kantor Dinas Dindik Tangsel, bapak harus buat janji dulu karena pak Kadis dan pak Kabid sedang rapat dan ada pertemuan di sekolah. Begitu sempurna alasan classic para pejabat Dindik Tangsel saat ingin ditemui dikantor dinasnya.

Terpisah, seoerang juri yang ikut dalam mensukseskan acara bergengsi FLS3N tingkat SMP tersebut, tanpa sengaja bertemu dan lanjut ngopi disebuah warung tak jauh dari tempat pertemuan tadi dan mengatakan, lomba seni dan sastra siswa nasional itu sampai hari ini kok belum dibayar uang honorer sebagai juri pada acara itu ya, ucapnya kepada awak media ini dan langsung menyentuh pokok honor juri independent. (nama dan identitas juri kami sembunyikan).

Berapa orang juri independent yang ikut dalam lomba FLS3N itu?

Ada banyak ya lanjutnya, kita sebut saja Namanya (AN) kategori seni yang dilombakan itu ada tujuh (7 Item) dan masing-masing lomba ada tiga orang juri independent yang memberi nilai sempurna sesuai karakter seni yang di perlombakan. (AN) menambahkan, bahwa juri-juri independent ini adalah juri-juri yang bertalenta dibidang seni dan budaya, levelnya sudah nasional dan internasional. Bahkan ada tiga orang juri independent itu yang telah membawa anak-anak seni Indonesia ke mancanegara, jelas (AN).

Sebenarnya para juri-juri yang diminta ikut sebagai juri dalam kontes FLS3N tingkat SMP se-Kota Tangsel itu semuanya adalah juri seni yang memiliki legacy. Saya ini mengajar seni dibeberapa tempat sudah 20 tahun sampai sekarang masih mengajar. Katanya.

Mungkin hanya anda yang belum terima coba tanya yang lainnya?

Saat itu juga (AN) langsung menghubungi rekannya saat menjadi juri pada lomba FLS3N Tingkat SMP se-Kota Tangsel. Setelah (AN) berbicara via telpon genggamnya, lalu beralih bahasannya tentang honor yang belum diterima dirinya serta rekan-rekan juri lainnya pada kontes acara FLS3N hajat Walikota Tangsel yang dijalankan oleh Dinas Pendidikan Kota Tangsel itu.

“Seketika (AN) mengeraskan suaranya, tuh,…benerkaaan…. Dengan logat Bahasa Betawi Ciputat pun keluar demi meyakinkan awak media ini, bahwa apa yang telah dia sebutkan itu bukan bohong belaka”.

Kemudian (AN) menjelaskan, bahwa FLS3N (Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional) diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Kegiatan ini merupakan ajang kompetisi seni dan sastra tahunan yang bertujuan untuk mewadahi minat, bakat, dan kreativitas siswa dari berbagai jenjang Pendidikan, diseluruh Indonesia, katanya.

Apakah begitu caranya Pemkot Tangsel memberdayakan para juri-juri yang diminta secara professional sebagai juri dalam ajang bergengsi seperti FLS3N Tingkat SMP se-Tangsel ini. Semestinya Pemkot Tangsel melalui Dinas Pendidikan lebih focus untuk menjalankan acara FLS3N dari Kemendikdasmen itu, lebih berhati-hati dan bijaksana karena lomba itu sudah masuk pada tingkat nasional, tutupnya. (Red/Alfi).

By Admin

-+=