Tangsel, Skalainfo.net| Luka dan sedih melihat tempat ibadah umat muslim yang berada dijalur pipa gas Pamulang Permai dibongkar oleh pihak Pertamina Gas dengan dalih jalur pipa gas sangat berbahaya dipakai untuk sarana ibadah. Pada zaman itu sekitar 25 tahun silam, para orangtua serta sesepuh komplek perumahan Pamulang Permai 1 Kota Tangsel punya agenda untuk membangun sarana ibadah walaupun kecil, mengingat dalam komplek tersebut tidak ada musholla untuk umat muslim, dan lahan pasos-pasum pun saat itu sudah terpakai untuk kegiatan warga komplek perumahan Pamulang Permai.

Ketika itu dalam kesepakatan umat muslim komplek Pamulang Permai 1, ingin mendirikan musholla Darul Iman berukuran (6×6 centimeter+-) dijalur pipa gas milik PT. Pertamina Gas (BUMN). Bangunan semi permanen itu untuk keperluan ibadah umat muslim serta belajar mengaji untuk anak-anak komplek perumahan yang mau memperdalam ilmu Alqur’an.
Cucuran air mata luka menyelimuti sedih
“Puluhan tahun silam, dalam bangunan semi permanen itu telah banyak melahirkan genersi-generasi anak-anak gemar membaca Alqur’an serta generasi budaya silat beladiri, telah banyak juga yang bekerja di pemerintahan pusat maupun Kota Tangsel”.
Ditempat kejadian, seorang sesepuh yang masih aktif dalam merawat keberadaan musholla Darul Iman hingga saat ini yaitu bapak Haji Darman. Dia yang gigih dalam membela agar musholla Darul Iman mendapat kebijakan dan memohon kepada pihak Pertamina Gas supaya tidak membongkar musholla Darul Iman.
Tonggak kepercayaan terasa mulai runtuh
Segala Upaya dalam membela musholla Darul Iman dan meminta kebijakan kepada pemerintah pusat maupun daerah serta RDP melalui DPRD Tangsel semua itu sudah dilakukan, namun Upaya itu tidak berhasil.
Saat ditemui awak media ini, Haji Darman mengatakan, saya sudah tua, tenaga saya sudah melemah, permononan saya hormatilah rumah Allah SWT jangan abai. Seluruh kemampuan saya untuk mempertahankan rumahMu ya Rob, dengan tangan ku yang sudah tak berdaya ini tak mampu melawan penguasa zaman lagi ya Rob, keberadaan saya dahulu yang gagah berjuang di jalan Mu, sekarang saya sudah tak dipandang lagi,..Maaf kan hamba ya Rob,…ucap Haji Darman dengan nada sesenggukan dan cucuran air matanya.
Ketika berfikir jangan Abaikan tempat ibadah
Wahai saudaraku umat muslim lanjut Haji Darman, dengan kesedihan yang mendalam saya sampaikan permohonan maaf untuk sesepuh yang dahulu ikut mendirikan musholla Darul Iman ini, satu Cahaya di Pamulang Permai telah diredupkan oleh mereka. Saya berkata, tolong jangan abaikan rumah ibadah ini, kelak kita semua akan dipertanyakan tentang rumahNya, tutupnya sembari menahan air mata.

Dilokasi pembongkaran, tim pengawas pembongkaran musholla Darul Iman dari pihak Pertamina Gas saudara Putra mengatakan, kami dapat perintah dari atasan bahwa sepanjang jalur pipa gas atau ROW (Right of Way) pipa gas untuk dinetralisasi dan melarang segala bentuk atau bangunan yang berada dijalur pipa gas, katanya.
Dalam hal ini lanjutnya, kami dari Pertamina Gas tidak pandang bulu atau tidak ada memihak kepada siapapun dalam penertiban jalur ROW pipa gas ini. Dan kami melakukan penertiban ini secara bertahap saat ini kami focus di ROW Pamulang, dari pinggir jalan raya sana sampai ke Bambu Apus disana, katanya.
Apakah penetralisasi ROW pipas Gas ini sampai ke hilir?
Iya lanjut Putra, apabila ditemukan adanya pelanggaran-pelanggaran dijalur pipa gas kami akan melakukan sterilisasi. Sekali lagi apapun bentuknya yang berada ditanah pipa gas tetap kami sterilisasi. Kita tidak melihat bangunan itu musholla atau bangunan kecil, disana itu ada juga rumah warga pak, tetap kami lakukan penertiban bila memakai tanah pipa gas, tambahnya.
Pertamina gas menghimbau warga Tangsel
Untuk warga Tangsel yang berada didekat jalur pipa gas, untuk tidak menempati lahan yang bukan haknya. Karena, yang utama itu Adalah masalah safety, kita tidak mau ada korban dan sebagainya bila ada kebocoran didalam pipa gas.
Jadi kami menghimau kepada warga untuk tidak menempati ROW atau jalur pipa dari Pertagas dan intinya menjaga keselamatan dan jangan mendekati daerah yang berbahaya, pungkasnya. (Red/Boye).
Bersambung**

