Pasuruan, Skalainfo.net| Semua memang demi massa dan ada waktunya, ada wayahe, massa waktu yang dibutuhkan untuk menjelaskan dan menaikkan berita ini ternyata membutuhkan massa perjalanan 14 Hari lamanya, dari 30 April 2026 hingga 14 Mei 2026. Purwosari Pasuruan Jawa Timur, Kamis Legi, 14 Mei 2026.
Latar Belakang Kejadian
Kaweruh Etnobio(hidup)sistem ini lahir kelahiran di lahirkan oleh Guntur Bisowarno dalam rangka Pengabdian Masyarakat Mandiri dan Berdikari di Desa Ngadirejo dengan 5 Dusunnya tersebut, dalam rangka Pembentukan Satgas Peduli Mata Air Nusantara Ngadirejo, berbasis Etnosains, Etnosistem serta Etnobio(hidup)sistem Putra Putri Peradaban Tengger Bromo, dengan materi mapping dan identifikasi nama nama Dusun, nama nama 62 mata air, nama nama fauna dan flora, serta Kaweruh Kearifan Lokal Universal dan Potensi Diri sesuai Kodrat IrodzatNya dalam Sumber Daya Manusia, yang ada di Desa Ngadirejo Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan Jawa Timur.
Kronologis Kelahiran
(Baca: 28/3/2026 menuju 30/4/2026 dan hari ini 14/5/2026, Butuh 33 hari+14 hari=47 hari sejak cetusan dari Sosok Bayangan Benito Lopulalan. 47 arti makna angkanya adalah Tempat Tujuan yang penuh Kawelasan 4+7=11.
Surat 47 adalah Surat Muhammad (Nabi Muhammad) di Al Quran, terdiri 38 ayat, 38 Kecamatan Kota dan Kabupaten Malang, 38 Kota dan Kabupaten Propinsi Jawa Timur, 38 Propinsi Se Indonesia Raya.
38 Juga Anggoro Kasih, 3 Selasa Anggoro dan 8 Kliwon Kasih.
Angka Aksara 47 Juga Nada Pelog Slendro dalam Prinsip Kaidah Bunyi Nada Irama Metalurgi Musik Pakarana Gamelan Jawa Baru Kuno Modern HORAIZO Klasik. 4+7=11, huruf K, Kabeh, Kasampurnane, Katentreman, Kebahagiaan, dst, dstnya. red.)

Berkat Ucapan dan Uraian dari Benito Lopulalan, seorang penulis, jurnalist, editor, organisator, konsultan, peneliti Indepence, serta Jaringan Forum Kalpataru, beliau telah melontarkan kata Etnosistem sesudah Kata Etnoscience, di dalam Acara Saresehan Inisiasi Dana Pendidikan Abadi, di Desa Ngadirejo, di serambi depan Rumah Pak Atemo Pimpinan LMDH Lembaga Masyarakat Desa Hutan Cemoro Indah, Jumat, 28/3/2026, maka Guntur Bisowarno Ketua Bamboo Spirit Nusantara Support System Purwosari Kabupaten Pasuruan Jawa Timur, menemukan dan merumuskan Kosa Kata Baru, yaitu Etnobio(hidup) sistem berbasis beberapa Ilmu Pengetahuan Sains dan Pengetahuan Ilmu Spiritual di bawah ini:
Pada mulanya adalah Bunyi; Etnonya adalah Jawa; Jawanologi dan Jawalite salah satu diantaranya ada di dalam Kitab Ajaran Kaweruh Batin Tulis Tanpa Papan Kasunyatan (KBTTPK) Pasuruan Satu dan Pasuruan Dua.
Inilah Sistem Mekanisme Berpikir dan Mekanisme Kerjanya
- Esensi Hidup & Realita, Esensi dari ciptaan adalah, oleh karena Tuhan ingin mengalami bersama ciptaan-Nya. Semua ciptaan-Nya di letakkan pada waktu. Materi dasarnya adalah sel. Sel adalah ciptaan yang tidak bisa rusak bahkan mati. Didalam sel ….tersimpan segala ramuan yang menjadikan sel dapat menjadi apa saja…tentu melalui berbagai proses.
- Inilah Sel, Sel…adalah ciptaan yang dapat hidup dan berkehidupan pada realita fisik. Dalam proses sel menjadi apa atau siapa, adalah melalui pemecahan sel. Dari satu menjadi dua, empat, delapan dst. Berikutnya membangun jejaring sel, organ, dan jejaring badan tubuh. Terkait manusia, bahwa manusia terdiri dari organ, dan anggota tubuh.
- Inilah Indera, Agar manusia dapat mempersepsi maka manusia dilengkapi dengan indera yang kita kenal dengan panca Untuk dapat melakukan gerak atau bekerja, maka manusia dilengkDan dengan indera bekerja. Memegang, berjalan, buang air besar kecil, makan dan minum serta bicara.
Kelompok indera persepsi dan gerak, tidak dapat bergerak atau beraktivitas kecuali punya pengalaman. Nah semua pengalaman yang pernah dialami tersimpan di dalam kelenjar otak. Otak tidak terlibat langsung dalam segalanya aktivitas.
- Pikirkanlah Komandonya. Segala aktivitas baik persepsi atau gerak…dirancang oleh pikiran. Pikirkanlah yang menjadi komando bagi semua aktivitas yang meliputi bicara, berpikir dan melakukan.
- Inilah Akal Itu, Untuk dapat beraktivitas, tentu harus ada contoh yang pernah dialami. Contoh ini datanya ada pada kelenjar otak. Untuk mengakses data yang ada pada otak, maka fisik dilengkapi dengan akal. Akallah mesin pencari segala data yang dibutuhkan oleh pikiran dalam mekanisme berpikir.
- Inilah Nafsu, Semua gerakan fisik butuh power..untuk itu hadirkah nafsu. Oleh karena nafsu Kita dapat bicara dst dst. Oleh karena nafsu, kita berkeinginan..yang menjadikan kita memiliki gelar akademis, pangkat dan golongan, kepemilikan harta benda dst, dst.
- Inilah Ego, Ciptaan tentu harus terjaga tetap hidup. Nah eksistensi yang menjadikan kita berupaya untuk hidup, maka hadirlah ego. Ego inilah yang menjadikan kita berkehendak bebas tanpa norma yang menjadikan bumi berwarna warni.
Fisik, butuh acuan untuk bisa mengenali berbagai realita …sekaligus butuh norma agar hidup dan kehidupan menjadi harmonis.
- Inilah Jiwa(Spirit). Norma dan segala data tentang Tuhan dan ciptaan ada pada bagian Tuhan yang ada pada setiap yang ada. Dan itulah yang disebut jiwa(spirit). Jiwa sang pembawa big data adalah bagian dari-Nya yang akan menjalani kehidupan melalui badan fisik.
- Inilah Rasa, Segala data yang ada pada jiwa(spirit) hanya bisa diakses oleh rasa. Rasa adalah fisik yang bekerja pada ranah spirit. Demikian juga akal, nafsu, ego dan pikiran. Akal, nafsu, pikiran dan ego adalah bagian fisik yang bekerja tanpa norma. Rasalah pembawa norma yang dibawa oleh jiwa. Mampu merasakan disebut sebagai cerdas. Mampu mengelola rasa, disebut sebagai kecerdasan.
- Inilah Mekanisme Berpikir, Setiap gerak fisik yang meliputi berpikir, berbuat dan atau berucap dalam keadaan sadar, selalu diawali dengan mekanisme berpikir. Oleh sebab itu, pikiran adalah komando bagi aktivitas berpikir, berucap dan atau berbuat.
- Inilah Akunya aku. Jadi ..jika ditanya, siapa sesungguhnya akunya aku ketika sadar ( ada, hadir, berada, insyaf dan seolah mengerti) adalah pikiran. Ketika tertidur, maka yang menjadi akunya aku adalah badan tubuh. Ketika meditasi, yang menjadi akunya aku adalah kesadaran Tuhan/Ilahi.
Fisik yang berasal dari sel..memiliki kesadaran ( mengerti ) fisik. Kesadaran tanpa norma laiknya hewan dan berkecenderungan jahat.
- Inilah Jiwa(Spirit) dan Rasa, Jiwa(spirit)lah yang membawa kesadaran Keilahian yang dijembatani oleh rasa. Rasa adalah kebenaran yang dapat menjadi acuan tentang apa saja. Rasa cabe disepakati “pedas” oleh karena informasi dari rasa. Jika cabe dirasakan manis…maka yang merasakan Gilak.
(Sumber Buku BSN Mengenal Akunya aku; Bahagia Dalam Takdir, Ucok Khairuddin Lubis dan Guntur Bisowarno, 2022). Diarsipkan di Perpustakaan Baru Kuno Modern HORAIZO Klasik Kawasan Gunung Arjuno Induk Peradaban Dunia, Kamis Pahing, 30 April 2026. Pukul 04.01, di publish baru bisa Kamis Legi 14 Mei 2026. (9Red).
Oleh: Guntur Bisowarno Ketua Bamboo Spirit Nusantara Support System.

