Pasuruan, Skalainfo.net| Angka Aksara Sandhi Sastra Budaya Jawa. Hari Rabu berangka 7 dan Pasaran Legi berangka 5, jadi 7+5=12, kembali 12 =Rolas; Ronge Las, Gua Garba, Tanda Kelahiran Baru.

Angka 12, juga merujuk ke jumlah bulan ada 12, berarti kelahiran baru pada hari ini, bakal berdurasi dan berepisode, berdurasi pada: setiap 12 bulan, setiap 12 hari, setiap 12 jam, 12 menit dan 12 detik sejak ini ditetapkan, Rabu Legi, 29 April 2026, jam 14.04 WIB. Purwosari Pasuruan Jawa Timur, Rabu Legi, 29 April 2026.

Angka Aksara Sandhi Sastra China Kuno

Menurut Kitab I Ching, Kitab Perubahan China Kuno, Angka 29 adalah Unsur Air Air, Energi Jiwa(Spirit)nya Sangat Dalam, Air Banyu Her Thirta Water di dalam terkandung semua unsur elemen, dzat, mineral yang dibutuhkan oleh semua makhluk hidup untuk menjalankan tugas hidupnya, secara mandiri, Independen sesuai maksud tujuan, fungsi manfaat kodrat irodzatnya dari awal mula ciptaan di adakanNya.

Apa Itu Kecerdasan

Pinter merasakan namanya cerdas, kemampuan mengolahnya rasa rasanya itu disebut kecerdasan.

(Rasa) Air Kesadaran Candi Borobudur

Belajar untuk belajar merasakan, sehingga Kita menjadi pintar dan semakin pinter/mahir dalam merasakan, salah satu media yang bisa pintar merasakan, adalah dzatNya Air, maka belajarlah dari Air, Banyu, Her, Thirta Pawitra adaNya, karena air unsur dzatNya yang paling lengkap, dan ada di setiap realitas yang ada.

Siraman Air 7 Rasa Deklarasi Borobudur 2012

Di Realitas Waktu, 21 Juni 2012.  Saat Kita mengadakan acara Tumpengan Agung (Deklarasi DUR Dignity Universal Responsibility) Martabat Tanggung Universal, pada saat itu, Ucok Khairuddin Lubis dan Elita, membawa Sumber Mata Air Danau, yang dikenal dengan sebutan Sumber Mata Air 7 Rasa.

Merajut Hubungan Kembali

Di Tahun 2017, dalam perjalanan Laku Lampah Spiritual selanjutnya, Kita Team Bamboo Spirit Nusantara Support System Purwosari Kabupaten Pasuruan Jawa Timur, bersama Ucok Khairuddin Lubis dan Elita, mendapat jawaban dan Kunci Kecerdasan di Candi Borobudur, yaitu Kita disuruh sadar dan sabar menanti bakal,  munculnya Tanda Tanda Alam berupa terjadinya Pelangi Jaman.

Pelangi Berbentuk Bulat Lingkaran (Bundar) di atas Candi Borobudur dan saat munculnya, keluar nya sumber air dari dalam Candi Borobudur, Waskita ini baru terwujud sesudah Kita lakukan Acara Kirab Budaya, Ritual Spiritual Tumpengan Kenduri Agung Nusantara dan Pradaksina Muteri Candi Borobudur, pada 23 Juli 2023 bersama-sama lagi, Kita bertiga tersebut dengan Keluarga Besar Komunitas Lembaga Kaweruh Batin Tulis Tanpa Papan Kasunyatan Jati Singgangsono, Pimpinan Mbah Trisno Raharjo di Desa Temon Jangkar dan Mbah Nangsir Soenanto Paguyuban Trajumas Kulon Progo Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta Jawa Tengah.

Pelangi Jaman di Atas Gunung Arjuno Tahun 2009

Ki Tohari Pimpinan Sanggar Panuwunan Kasampurnane Budi Luhur Desa Cendono Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan Jawa Timur, tepat berada di Puncak Gunung Arjuno, saat peristiwa munculnya Pelangi Bulat Ser (Bunder) di Atas Gunung Arjuno, ada saksi kesaksian yang turut  bersama Ki Tohari pada saat itu, sehingga Peristiwa langka tersebut sempat terabadikan dalam foto pigura Ki Tohari di atas Gunung Arjuno, dengan latar belakang Pelangi Bundar di belakangnya.

Rasa Kesadaran Realitas

Ini ada ruang nya, ini ada tempatnya dan ini ada orangnya. Kamu mencari ruangnya, apa orangnya.

Kamu mau mencari dan ingin memiliki yang dimiliki atau ingin memiliki yang memiliki, ya orangnya, ya Roso Orep Sejati dalam diri orangnya yang menghasilkan sesuatu yang dimilikinya itu.

Sehingga karena Kita tidak punya rasa saling memiliki, sehingga tidak menjadi pendangkalan rasa Handarbeni, rasa turut memilikinya menjadi tidak ada, hanya sebatas menjalankan tugas kewajiban  pekerjaan, Kita hanya terbatas, karena di batasi waktu, jadwal, deadline.

Bedanya Rasa Pengabdian vs Sekedar Tugas Kewajiban

Dengan Kita lebih punya rasa memiliki; rasa saling Handarbeni atas pemilik yang memiliki itu, disebutlah ini Rasa Pengabdian, pendalaman yang mendalam arti kata, bahasa dan ilmu, dari setiap yang ada di dalam diri Kita, dan di luar diri Kita, yang terdekat di sekitar Kita adaNya.

Inilah multidimensi dalam satu keilmuan, tidak monoton.

Dan itu sudah tersimpan dalam memori rasa kesadaran, yang lebih pintar dalam mengenali rasa pikir, rasa akal, rasa batin yang tidak sebatas jadwal tanpa isi, hanya kronos kronologis, namun ada energi kairosnya, ada bobot mutunya, ada isinya, ada nyawanya, ada sukmanya.

Bukan hidup dimiliki jadwal, namun punya rasa memiliki hidup, memiliki rasa kesadaran bahwa hidup dengannya saling memiliki Handarbeni, disebut Kairos, waktu berkualitas, dalam konteks konsep Budaya Yunani, Yo Ono Muno Muni, Kronos Kairos.

Energi Jiwa(Spirit) itu Transformasi, Data Angka itu Informasi

Transformasi lah yang mengubah menjadi nilai, makna, arti dan maksud, sedang informasi hanya sebatas data, sebatas referensi dari luar, sangat berbeda kalau referensi nya dari rasa, “Rasa  Orep Sejati,” yang disebut kemampuan manusia sejati, karena memiliki rasa, maka bisa merasakan, proses transformasi dari dalam diri, itulah transformasi energi, hasil dari daya energi jiwa(spirit) hidup merasakan ini yang menghasilkan rasa yang lebih berisi, rasa yang lebih bernyawa  dan rasa yang lebih bersukma, yang menghasilkan produk jasa yang disebut Kecerdasan, karena “Roso Orep Sejati” lah yang mampu menempuh, melampaui dan menjembatani jarak budaya dan waktu, karena secara natural dapat mengalami transferensi vibrasi gelombang multi rasa dari beragam pengalaman, yang terpadu dan berkolaborasi dengan rasa ketemu rasa dalam sistem memori rasa kesadaran di dalam diri manusia (sehingga manusia tidak hidup berbasis jadwal, kronos kronologis, ini hanya sebatas informasi bukan transformasi diri, sehingga manusia di hidupnya berbasis energi, “Enerjologi-Enerjolite” yang berada dari dalam dirinya, sehingga yess clear bukan no clear, dari luar itu informasi dan dari dalam itu energi jiwa(spirit) ter transformasi kan, yang mampu membuat transformasi perubahan potensi diri, perubahan kualitas diri, itulah letak kedudukan kata, bahasa dan makna arti maksud yang jejer).

Kemampuan Transformasi Energi Jiwa(Spirit) itu Kecerdasan

Kita seyogyanya mampu menjelaskan secara mendetail kata, bahasa, simbol, “Sloka Sastra Realita,” berarti ada sumber daya energi Jiwa(spirit) manusia yang mempunyai kapasitas yang berkemampuan, sangat sadar berkesadaran tentang perjalanan, yang ada peristiwa kejadiannya, ruang tempat waktunya, ada orang dan siapa yang terlibat, sehingga bukan sebatas informasi pencitraan, chasing, yang impersonal, legalitas hukum tertulis semata mata, namun tidak ada subyek ya besar yang memiliki Energi Jiwa(Spirit) yang menjadi sumber kesadaran dan kecerdasan yang menghasilkan produk jasa yang cerdas tersebut.

Rabu Legi, 29 April 2026.

Hasil Saresehan Roso Orep Sejati Ki Tohari dan Guntur Bisowarno diarsipkan di Perpustakaan Baru Kuno Modern HORAIZO Klasik Kawasan Gunung Arjuno.

(Red)>

Oleh: Mbah Openi Praktisi Manusia Sastra Budaya Canggih.

By Admin

-+=