Oleh: Mukhlis, ST Ameh
BAG. 5.
Bengkulu, Skalainfo.net| Dengan melihat para bacalon yang muncul dalam rangka pilkanag Sulit Air yang akan datang menunjukkan betapa besar keperdulian para bacalon terhadap nagari, kita berharap akan ada pemilihan yang fair nanti setelah tersusunya atau terjadwal prosesi Pilwana nanti sampai ke perwakilan rakyat ditingkat nagari.
Begitu banyak persoalan nagari yang menjadi pekerjaan rumah oleh bakal calon yang terpilih nanti. Kalau secara umum diantara persoalan yang ada di kampuang /desa katakan di nagari kito antara lain:
– maslah sosial yang meliputi kesenjangan sosial, kemiskinan, rendahnya tingkat Pendidikan, tradisi yang kurang baik dan lain-lainnya.
– masalah ekonomi diantaranya meliputi pengangguran, kurangnya akses terhadap peluang kerja, dan lain-lainnya.
– masalah lingkungan yang meliputi maslah polusi, perubahan iklim, penipisan SDA, termasuk banyak tanah yang tidak produktif/nganggur, alias lahan tidur dan lain-lainnya.
Dan mungkin masih banyak lagi persoalan yang krusial akibat efek terjadi persoalan tersebut sehingga merembes ke masalah hukum dan maslah moral, yang menjadi tantangan yang indak ringan sehingga perlu penyelesaian yang arif dan bijaksana.
Kita bekeinginan bahwa masyarakat Sulit air yang memiliki hak suara akan jeli dan cerdas memilih wali nagari nanti. Jangan terobsesi dengan kemilau harta, harapan harapan palsu apalagi saat ini marak money Politic sehingga semua diukur dengan uang /pitih dan mengabaikan persolan nagari secara urgensi.
Kesalahan dalam memilih calon akan menyebabkan kerugian bagi nagari kita dimasa akan datang, 5 tahun atau 8 tahun bahkan lebih sehingga jauh dari bentuk nagari yang telah kito cita-citakan bersama yaitu masyarakat Sulit Air nan berkemajuan.
Sebagai para bacalon atau para pemikir yang berkeinginan Nagari Sulit Air maju, kita tidak usah terlalu ego dan terlalu memaksakan kehendak pribadi atau yang selalu memikirkan kepentingan sesaat/ kepentingan tertentu kecuali ingin nagari benar-benar mendapatkan seorang pemimpin Amanah, yang bijak yang benar-benar secara objektif benar-benar sesuai kebutuhan nagari bukan kepentingan lainnya.
Berikan narasi-narasi yang kondusif, sulutif, produktif dengan menyajikan sedikit data-data yang akurat secara statistik sehingga efektif dan efisien dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi nagari.
Kalau ada manusia yang tidak mau nagari nyo maju lantaran karena kepentingannya secara subbjektif tidak tercapai /tidak terakumulasi maka orang itu tidak usah di respon, dak usah dipilih. Atau karena akan menjadikan Sulit Air sbagai bahan eksploitasi saja setelah jadi wali nagari ditinggalkan alias cuek bahkan tidak mau lagi memikirkan nagari yang tentu saja akan menjadi semakin rusak dan parah.
Dan hal ini mungkin akan berdampak negatif kepada generasi yang akan datang. Wajar siapapun yang memiliki naluri yang positif akan selalu bergerak dan mencari solusi yang patent atau terbaik demi perbaikannya pembangunan nagari kita yang tercinta. (Red)
Penulis: Mukhlis, ST Ameh.
