Pasuruan, Skalainfo.net| Ejawantah Laku Fisik Kerja Spiritual; Itulah dasar yang menjadi dasar untuk Sinergitas Korela(shine)rgi Puncak Indrokilo Gunung Arjuno dan Puncak Suroloyo Bukit Menoreh. Purwosari Pasuruan Jawa Timur. Jumat Wage, 17 April 2026.

4 Tokoh Dalam Satu Resonansi Sadar Berkesadaran

Bersama 4 Tokoh Laku Lampah Manusia Martabat Tanggung Jawab Universal, sadar Berkesadaran Bahagia Dalam Takdir Mengenal Akunya aku, yaitu:

Pertama: Guntur Bisowarno Ketua Bamboo Spirit Nusantara Support System Purwosari Kabupaten Pasuruan Jawa Timur.

Kedua: Mbah Nangsir Sunanto Penasehat dan Pembina Paguyuban Trajumas Kulon Progo Yogyakarta.

Ketiga: Ki Tohari Pimpinan Sanggar Panuwunan Kasampurnane Budi Luhur Desa Cendono Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan Jawa Timur.

Keempat: Alfi Syahri Lubis Pimpinan Redaksi Media Indepence PT. Skalainfo.net Tangerang Selatan.

Kita sewajarnya perlu mengetahui, mengenali, memahami dan mengerti hakekat dan esensi Enerjologi Transformasi Informasi di bawah ini:

Puncak Indrokilo Gunung Arjuno

Puncak Indrokilo Gunung Arjuno, sebagai Puncak Sadar kesadaran berkesadaran melalui pertumbuhan pengenalan, pemahaman dan pengertian dari kepekaan 15 Pancaindera Manusia.

Adapun ketiga esensi Kategori Pancaindra tersebut adalah:

15 Pancaindera Fisik, Bekerja Belajar dan Spiritual

Pancaindera Fisik: 5 indera pancaindera untuk pengetahuan, mata, telinga, hidup, mulut dan roso fisik. Pancaindera Bekerja: 5 pancaindera bekerja yaitu laku tangan, kaki, berucap, indera pembuangan. air dan kotoran besar. Pancaindera Spiritual: 5 Pancaindera Spiritual: Akal, Pikir, Napsu, Ego, Rasa Inti Rasa Batin Sir.

(Baca: Berbasis Ilmu Pengetahuan Sains dan Pengetahuan Ilmu Spiritual Ucok Khairuddin Lubis dan Guntur Bisowarno terbitan Bamboo Spirit Nusantara Support System 2022, dengan buku bertajuk:  Bahagia Dalam Takdir, Mengenal Akunya aku. red.).

Puncak Suroloyo Bukit Menoreh Kulon Progo

Suroloyo itu Istana nya Kahyangan dengan Gedong Pendopo Setinggilnya; Siti Inggilnya, dengan Rajanya Bethoro Guru, Sloka Sastranya Bethoro Guru adalah: Betho, Membawa Roso Ketekunan dan Kesadarannya, Konsisten Persisten, I Will Until… Betah Tekun Sabar Tawakal Nrima Iklas Temen, dalam melakukan memperhatikan Laku mengGugu Kaweruh; mencari Kaweruh, sedangkan Sandhi Sastra sebutan Guru bisa bertransformasi menjadi Goru, Golek Kaweruh, mencari Kaweruh di Go Gu Gunung, Gunung sastra selokanya adalah teguh yang didunung, teguh mencari yang dituju, maksud yang dimaksud sehingga bakal bekalnya dalam mencari sampai dapat, dengan tanda tanda yang tepat tindak tanduk Budi pekerti luhurnya, dengan sarana kemurnian keheningan kebeningan rasa kepekaan sadar Berkesadaran sampai pada tatatan utama, tatatan yang  hinggil (GeDong Sitinggil, Golek Dong Understanding Jiwa Jawa, Tahu, Kenal, Paham dan Mengerti Realitas sesuai  perwujudan dan Eja-Jawa-wantah Ejawantah nya).

Pancar Ketemu Pancer

Kita sudah Laku Fisik, Kerja, Spiritualnya dari 23 Juli 2023 – 17 April 2026, 3 tahun lamanya, sejak acara Ritual Spiritual Tumpengan Doa Kolaborasi Kombinasi Gabungan Lintas Agama, Budaya, dan Komunitas, yaitu Acara Kenduri Agung Nusantara 23 Juli 2023, sah DUR Dignity Universal Responsibility (12/6/2012), SAH Pradaksina Borobudur (12/6/2012), SAH ISI ISO 2026.

Pancar Pancer: Teknologi Baru Kuno Modern HORAIZO Klasik; Limboo 8 Purwosari, Guntur Bisowarno.

Pancer Pancar: Pendopo Agung Kencono Rukmi Adikarto Nuswantara, Padepokan Tulis Tanpa Papan Kasunyatan Jati Singgangsono, Desa Temon Jangkar Kulon Progo Yogyakarta, Pimpinan Mbah Trisno Raharjo. (Red).

Penulis : Guntur Bisowarno Ketua Bamboo Spirit Nusantara Support System.

-+=