Pasuruan, Skalainfo.net| Dasar yang Mendasari Momentum; Berangkat dari Aktivitas Bersama Saresehan Roso Orep Sejati X (6-8/4/2026 dan Saresehan ROS XI 13-15/4/206) oleh Guntur Bisowarno Ketua Bamboo Spirit Nusantara Support System Purwosari Kabupaten Pasuruan Jawa Timur dan Team Intinya. Bersama Ki Tohari Pimpinan Sanggar Panuwunan Kasampurnane Budi Luhur Desa Cendono Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan Jawa Timur, bertepatan dengan Deklarasi Penetapan Kawasan Gunung Arjuno Induk Peradaban Dunia dengan Perpustakaan Baru Kuno Modern HORAIZO Klasiknya (10/4/2026). Purwosari, Kamis Pon, 16 April 2026.
Penggenapan Ejawantah
Kami menyelenggarakan Pagelaran Wayang Kulit Ringgit Purwo Klasik dengan Lakon Wahyu Kamulyan Jati di Desa Sekar Mojo Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan Jawa Timur oleh Duet Bapak Anak Ki Dalang Sudarto Carito Sanggar Sekar Sari Purwosari Pasuruan dan Dalang Tunanetra Ki Triya Handoko Desa Sumber Ngepoh Krapyakan Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Berkesesuaian dengan Kegiatan Kearifan Lokal Universal, dalam Hajatan Perkawinan Ki Dalang Muda berketerampilan Pembuatan Wayang Kulit Ringgit yaitu Ki Argo S. (Baca: Sesuai Kontekstualnya, nama Argo yang artinya Gunung, Dengan Kawasan Gunung Arjuno Kawasan Induk Peradaban Dunia dan Perpustakaan Baru Kuno Modern HORAIZO Klasik. red.) dan Sinden Mbak Dahlia (Baca: Cocok dengan Judul Lakon SuDah Mulia, Tumurun ya Wahyu Kamulyan Jati. red.), Rabu Pahing Malam, 15/4/2026 hingga Kamis Pon Pagi, 16/4/2026.
Literasi Umum Perihal Wayan Kulit
Wayang Kulit Ringgit Purwo adalah seni pertunjukan tradisional Jawa yang lebih dari sekadar tontonan, melainkan sebuah pagelaran hidup kehidupan yang sarat akan nilai filosofis, moral, dan spiritual.
Apa ISI ISO Wayang Kulit Ringgit Purwo
Wayang Kulit Ringgit Purwo digambarkan sebagai simbol kehidupan manusia yang lengkap, mencerminkan siklus kehidupan, perjalanan jati diri, dan interaksi manusia dengan sesama maupun Tuhan.
Alasan Paparan dan Gambaran Tersebut
Berikut adalah poin-poin penting mengapa Wayang Kulit Ringgit Purwo disebut pagelaran hidup kehidupan.
Refleksi Kehidupan Sehari-hari: Pertunjukan wayang kulit mencerminkan perilaku manusia sehari-hari, termasuk perjuangan antara kebaikan dan kejahatan (seperti dalam kisah Pandawa dan Kurawa).
Filosofi Cakra Manggilingan: Filosofi ini menggambarkan siklus hidup manusia yang berputar, layaknya roda kehidupan yang tidak pernah berhenti.
Simbolisme Simbolis: Setiap elemen memiliki makna; Dalang melambangkan pengatur kehidupan (Tuhan/guru), kelir (layar putih) melambangkan alam semesta, dan wayang melambangkan manusia Tuntunan.
Bukan Sekadar Tontonan: Wayang kulit berfungsi sebagai media penyampaian pesan moral, etika, pendidikan, dan nasihat kehidupan (tuntunan) bagi masyarakat.
Harmoni dan Keseimbangan: Pertunjukan ini mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara unsur material dan spiritual dalam hidup. Wayang kulit telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia yang kaya akan makna mendalam bagi kehidupan.
LITERASI KHUSUS
Berdasarkan Reset Riset Metode Kualitatif PAR Partisipasipatory Active Research, Partisipan Terlibat Langsung disempurnakan dengan Metode Analisis OR & R, yaitu Operation Riset dan RealPolitika Bamboo Spirit Nusantara Support System Purwosari dengan Ki Tohari Pimpinan Sanggar Panuwunan Kasampurnane Budi Luhur Desa Cendono Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Tentang Ilmu Pengetahuan Sains dan Pengetahuan Ilmu Spiritual Gunung Arjuno, di verifikasi dengan Laku Lampah Kaweruh Batin Tulis Tanpa Papan Kasunyatan telah menghasilkan:
Pakem Wayang Ringgit Purwo Klasik
Di Puncak Gunung Arjuno ada Puncak Purwo Ringgit, inilah landasan Ki Dalang Sulaiman Almarhum Pasuruan, berdasarkan Sesepuh KBTTPK Kaweruh Batin Tulis Tanpa Papan Kasunyatan Pasuruan I, Pak Mulyadi almarhum, untuk berangkat naik ke Puncak Gunung Arjuno disanalah terdapat Pusat Enerjologi sebagai lokasi verifikasi dan literasi keberadaan sumber Pengetahuan llmu Sains dan Pengetahuan Ilmu Spiritual Dari Hakekat Makrifat Wayang Kulit Ringgit Purwo Klasik Jawa Timur, JawaDwipa, Jawanologi, sehingga bisa Kita simpulkan dan tetapkan bahwa sesungguhnya Pusat Peradaban Wayang Kulit Ringgit Purwo Klasik, sudah ada berada, sadar Berkesadaran di Kawasan Gunung Arjuno Induk Peradaban Dunia, Sejak Gunung Arjuno bernama Gunung Jun, sudah ada sejak awal mula PenciptaanNya, dan penamaan Puncak Gunung Purwo Ringgit (BSN 2024 -2026).
Tiga Macam Arti Makna Ringgit
Kita telah menemukan hasil Riset Reset, dimana Ringgit bisa diarti maknakan 3 macam:
Pertama, sebagai Duwet Uang dalam bahasa Jawa Kuno Klasik, bisa
Kedua sebagai Wayang Kulit Purwo, bisa
Ketiga sebagai Ilmu Pengetahuan Sains dan Pengetahuan Ilmu Spiritual Ringgit Lingga Yoni, rahasia alami ilahi ilmiah, asal usul asli keberadaan umat manusia sesudah keberadaan Adam Hawa. (Red).
Oleh: Guntur Bisowarno Praktisi Manusia Sastra Budaya Canggih.

