Jogjakarta, Skalainfo.net| Dipimpin Oleh Rasa Nyata, Saya tulis apa yang saya rasakan ini dengan Djarum Emas, pola 76, bermotif Apel dan berabjad LA. Acara HBH Asparagus semalam ibarat bunga Seroja yang selalu mengulang indah dalam mendulang kerinduan disetiap tahunnya. Ada aroma dan antusias berbeda ketika acara ini akan di gelar. Kamis, 16/04/2026.

Potensi Kehadiran Rasa Itu

Peserta Gus dan Lora yang sangat membludak (sampai crodit) membuktikan satu fakta, silaturrahmi ini semakin dirasakan, menjadi gurita yang wajib dilestarikan dan dikembangkan.

Upaya Informasi Update Membangun Rasa Berkesadaran Itu

Silatnas ini bagi saya (penulis) banyak perbedaan yang terlihat dan dirasakan. Gus Hans selalu intentes menginfokan kabar terbaru digroup. Mulai pendataan untuk memastikan jumlah yang akan hadir dengan mengisi google form, memberikan solusi alternatif semisal terjadi kesalahan dilapangan, pengiriman E Cord secara pribadi ke setiap Gus dan Loranya. Ini tertib administrasi, Ini langkah besar.

Mapping Situasi Kondisi Kebutuhan Peserta Sungguh Terorganisir

Servise tuan rumah dengan menyediakan jemputan mobil sebab parkiran jauh juga patut diacungi jempol. Kita yang dari luar profensi sangat merasakan betul manfaat ini. Iringan gambus, tempat peserta yang luas, makanan dan minuman dengan berbagai pilihan dan para santri yang menyambut untuk mengisi list hadir.  Terlebih ada Doorprize yang cukup fantastis “Hainantiket” Yang harganya tidak main main.

Siapa Nakoda Proaktifnya

Kepengurusan ad hoc HBH yang di nahkodai Gus Munir memberikan satu rasa, PUAS BANGET !!! kecuali saya puasnya agak berkurang sebab tidak bisa merasakan menginap di Villa, outbound dan lain lainnya yang sudah disediakan oleh panitian dan tuan rumah. Saya ingat pesan Gus Munir sebagai ketua panitia “Asparagus itu tidak ada ketua, sekertaris, bendahar dan tidak ada AD ART. Dan bukan pula organisari apalagi asosiasi”.

Sentuhan Kehangatan Kopi Cangkrukan

Acara yang hidup itu, tentu takkan tumbuh dengan sendirinya, dengan bahasa  cangkruk an, Gus Han menyampaikan obrolan dentan ganyeng. Oh ya, beliau ditahun kemaren berkompentisi dibursa gubernur Jatim mendampingi bu risma, namun masih belum ada taqdir. Kalau tidak jadi Wabup, semoga ada taqdir jadi Menlu Gus, amin.

Pembekalan Wawasan Ilmu Pengetahuan Yang Istimewa

Acara semalampun dihadiri oleh Ketum PBNU Gus Yahya, Mentri Pangan Pak Dzulkifli Hasan dan Bambang Sudatmiko. Dialog interaktifpun mengalir dengan berbagai macam pembahasan. Hanya saja bagi saya pribadi (bisa jadi anda juga) merasa belum puas.

Ada satu unek-unek yang belum tersampaikan, saya coba menuliskan dengan singkat ……

Pencerahan Kesadaran Transformasi Informasi, Gagasan Inovasi Otentik

Point yang disampaikan oleh para Gus dan Lora pada Ketum dan Pak Mentri adalah bagaimana Pesantren diliat, dilibatkan dan dibantu. Tapi, sampai kapan kita terus meminta? Kenapa kita tidak memulai dari kita sendiri dengan berinovasi, tumbuh kembang dan maju? Sehingga pada ujungnya bukan kita yang meminta tapi kita yang ditawari dan diajak. Kok bisa?! Karena kita dianggap bisa menguntungkan dan punya nilai tawar ….!!

Sikap Kolaborasi dan Sinergitas yang Aktual

Oke, jadi begini … Setiap Gus dan Lora pasti memiliki kelebihan financial, spritual, akal alias ide, konsep dan pekerjaan yang bisa saling bekerja sama, saling menguntungkan. Contoh saya yang menggeluti dunia travel umroh haju. Bagi yang butuh umroh privet, tiket pesawat, visa, hotel makkah madinah silahkan ke saya (tulisan ini disisipi iklan hehe…)

Jadi ada dua menurut saya yang perlu diseriusi; dua (2) Gagasan Potensi Kolaborasi & Sinergitas yang Mengena. Satu secara individual. Kita saling menawarkan antar Gus dan Lora tentang pekerjaan kita apa. Bahwa kita membutuhkan ini dan ini, kita bisa saling memberi keuntungan financial, cuan broo….

Kedua, bersama sama… Kita ada ide, konsep, tapi butuh kebersamaan banyak orang untuk melakukan. Contoh, di daerah Madura Sampang terdapat suatu desa yang mayoritas laki lakinya menjadi TKI. Desa itu tergolong miskin yang hanya mengandalkan sawah, ladang untuk memenuhi kebutuhannya. Lantas, 10 orang pemuda rembukan, bagaimana kalau kita memaksimalkan apa yang ada didesa?! Dekelola bersama dengan pengolahan yang sangat transparan. Hasilnya? Desa itu kini tak perlu lagi menjadi TKI hanya untuk kebutuhan sehari hari.

Itulah Bukti Gerak Transformasi Tindakan Kesadaran Bersama

Mari berdaya bersama, satu lidi menghasilkan sedikit manfaat, seribu lidi memberikan ribuan manfaat. Bekal Sejarah & Ilmu untuk Keluarga Serta Based Community Kita.

Terahir, kepada Pengasuh Pondok Pesantren Wahid Hasyim Sleman Jogjakarta, semua panitia Ad hoc BHB, PT Djarum Fondation, saya ucapkan jazakumullah ahsanal jazak atas semua suguhan dan bingkisannya. Senyum manis akan saya ceritakan pada anak dan keluarga saya. Semoga kita berjumpa lagi di HBH Asparagus tahun depan dengan  lebih banyak kenangan indah, senyum manis yang dibawa, amin.

Bagi yang dalam perjalanan pulang, saya doakan semoga semuanya diberi keselamatan sampai rumah masing masing. Dan maafkan saya bila ada tulisan dan sikap yang kurang berkenan.

Seroja Asparagus

Sleman Jogjakarta, 15 April 2026

Al faqier Makmur Kamal Hasan, Jember.

(Red).

Reporter: Aminoto

Editor Guntur

By Admin

-+=