Bengkulu, Skalainfo.net| Bantuan kelurahan berupa SINABUNG (Sedekah Nasi Bungkus) dibagikan lansung oleh Lurah Sawah Lebar Baru, Kecamatan Ratu Agung, pada tanggal 10 April 2026 kemarin. Banjir terjadi pada beberapa hari sebelumnya, kurun waktu tiga (3) hari baru terlihat genangan air benar-benar sudah surut. Selasa, 14/04/2026.

Banjir tersebut merendam sebahagian daerah termasuk di Kelurahan Sawah Lebar Baru. Nellywati, S.PKP sebagai Kepala Kelurahan menyampaikan rasa prihatinnya terhadap warga atas musibah banjir yang sering  terjadi, termasuk di beberapa desa Kelurahan Sawah Lebar Baru ini.

Beberapa hari terakhir termasuk di daerah rawan banjir lainnya, seperti Tanjung Agung, Suka Merindu, Rawa Makmur Bentiring Betungan,Panorama dan daerah lainnya. Sebagai Kepala Kelurahan kami tetap memantau melalui RT dan RW kami di lingkup Kelurahan Sawah Lebar Baru, ucap Nellywati.

Memang ada bebeapa tempat di Provinsi yang juga sedang dilanda banjir termasuk Lebong, Seluma Curup (Rejang Lebong) dan Kota Bengkulu, tambahnya.

Hujan lebat yang mengguyur hampir selama kurang lebih 6 jam itu dimulai magrib sampi pukul 02.00 WIB dini hari. Tidak terkecuali termasuk beberapa tempat di kota Bengkulu seperti Tanjung Agung Bentiring, Suka merindu, Rawa Makmur, Panorama Lingkar Barat, Betungan termasuk Perum Prima Indah Sawah Lebar Baru.

Banjir pada hari minggu tanggal (05/26) mulai dari malam sampai pagi itu dan baru air mulai surut pada dini hari tanggal (08/26), sehingga sampai pada hari ini, Selasa pagi (14/26) baru kering dan bisa di bersihkan, jelasnya.

Seperti sebelumnya komplek Prima Indah juga dikunjungi oleh Pemerintah Daerah Kota Bengkulu yang diwaklii dari dinas Pemberdayaan Masyarakat Kota Bengkulu Sofyan Tosani dan Asisten II Setda Kota Bengkulu Drs. Sehmi Alnur, M.Pd., serta beberapa orang staf lainnya.

Salahsatu warga Komplek Prima indah yang termasuk baru beberapa tahun tinggal dikomplek tersebut yaitu Farizal Paduko dan Mukhlis, St Ameh menyampaikan apresiasi terhadap pemberian  bantuan berupa nasi bungkus kepada warga komplek Prima Indah yang terdampak oleh banjir. Namun yang paling penting adalah bagaimana mengatasi masalah Banjir dan meminimalisir dampaknya sehingga peristiwa seperti ini tidak sering terjadi lagi ketika volume hujan cukup besar.

Ditambah ada air kiriman dari hulu dan laut pasang, yang selama ini melanda di daerah sini termasuk beberapa tempat di kota Bengkulu yang merupakan hal itu Adalah menjadi Tanggung Jawab dari pemerintah, ucap dua orang tokoh Masyarakat komplek Prima Indah.

“Warga sudah merasa jenuh mendengar kata-kata manis pemerintah, Kami membutuhkan bukti kepedulian Pemerintah bukan hanya lip service saja”.

Perlu diketahui juga bahwa banjir yang terjadi bukan hanya karena hujan lebat dan daerah rendah rawan banjir, akan tetapi karena banjir kiriman yang membuat banjir bertambah parah. Sehingga berhari-hari rumah warga terendam air yang menyebabkan rusaknya peralatan dan kondisi fisik rumah, tambahnya.

Akhirnya secara spontanitas Pemerintah Daerah mengatakan insya Allah sudah tinggal pelaksanaan setelah meninggikan badan jalan beberapa centimeter kurang lebih Panjang. Beberapa meter disekitar Tanjung Agung dan sekitarnya dekat Pintu Air sedang pembuatan embung Air yang berfungsi menyimpan air dan akan dikeluarkan secara bertahap ketika luapan air sudah berkurang di musim kering.

Memang melalui Anggaran Pemerintah Pusat melalului Kementrian PUPR telah berjalan dan tinggal menunggu tergantung anggarannya. Semoga terlaksana, bukan sekedar iming iming janji palsui, ucap warga Prima Indah. (Red/Mukhlis).

By Admin

-+=