Ngadirejo, Skalainfo.net| Pernyataan dan Pertanyaannya; Ditengah polemik global mengenai krisis iklim, Konsep Ekonomi Hijau muncul bukan hanya sekadar sebagai Tren Kebijakan, melainkan sebuah panggilan untuk kembali kepada harmonisasi dan keselarasan. Bagi masyarakat di Lereng Gunung Tengger Bromo, prinsip ini bukanlah suatu hal yang asing, ia telah lama hadir dan hidup dalam Urat Nadinya Darah Trah Tumerah Tradisi Tengger Bromo. Dalam Momentum Sarasehan Ekonomi Hijau dan Inisiasi Dana Abadi Pendidikan, Visi Masa Depan dan cita-cita luhur bersatu dalam satu Konsep yaitu Handarbeni Ngadirejo. Sabtu, 04 April 2026.
Menanam Akar di Bumi Airlangga
Melangkah menuju arah tujuan Universitas Airlangga Surabaya Jawa Timur, bukan hanya sebagai upaya mengejar Gelar Akademik atau Validasi Intelektual. Bagi Seorang Putri Daerah Peradaban Tengger Bromo, langkah ini adalah perwujudan dari Massa Kesadaran Diri, hasrat semangat yang kuat, tekad yang tidak pernah padam dan panggilan rasa jiwanya yang mendalam.
Strategi Yang Excellence With Morality
Menjadi bagian dari Civitas Akademika Universitas Airlangga Surabaya Jawa Timur adalah strategi untuk menjemput Ilmu Pengetahuan Modern guna membentengi Kearifan Lokal Universal, Cita-cita ini menjadi jembatan yang menghubungkan antara Tradisi Darah Trah Tumerah Leluhur Tengger Bromo, dengan Instrumen Kebijakan Ekonomi Hijau dan Skema Dana Abadi Pendidikan.
Nilai Penting Pendidikan
Pendidikan adalah “Investasi Hijau” yang paling murni, sebuah modal manusia yang tidak akan habis dimakan waktu. Pendidikan juga dipersiapkan untuk menjaga keberlangsungan Ekosistem, Etnosistem Tengger Bromo dan Martabat Manusia.
Tri-Manifestasi Handarbeni
Merasa memiliki dan siap menjaga Handarbeni adalah perasaan yang mendalam dan sarat makna. Dalam konteks Peradaban Tengger, ia tidak berdiri sendiri. Ia didampingi oleh Hangrungkebi (merasa wajib membela) dan Mulat Sarira Hangrasa Wani (berani mawas diri).
Tanggung Jawab ini terbagi dalam beberapa aspek mental spiritual, sosial budaya keluarga masyarakat desa Leluhur Tengger Bromo, ekonomi ekologis dan jagad semesta raya:
- Bakti pada Orang Tua dan Leluhur: menempuh pendidikan tinggi adalah cita-cita yang sangat mulia. Perjalanan yang ditempuh mungkin tidak mudah, tetapi keberanian bertekad ini muncul karena adanya mereka. Restu orang tua dan leluhur mengantarkan pada tekad yang sesungguhnya.
- Pengabdian pada Desa: Ilmu yang didapat harus kembali ke akar, membangun desa dengan prinsip keberlanjutan. Melalui pendidikan tinggi, seseorang dapat meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas guna memastikan air tetap mengalir dan tanah tetap subur.
- Harmoni dengan Alam: Alam Bromo Tengger bukan hanya sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai Subjek Massa Berkesadaran Utama,yang wajib dilindungi. Ekonomi Hijau memastikan bahwa kesejahteraan ekonomi tidak dibayar dengan kerusakan ekologi.
- Amanah Mental Spiritual, pendidikan dan perjuangan ekonomi ini pada akhirnya adalah sebuah bentuk ibadah. Amanah hidup yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa, seperti, Akal dan Pikiran: untuk merancang strategi pendidikan dan. pembangunan yang cerdas, kreatif, inovatif dan transformatif sesuai perubahan jamannya.
Kompas Batin Hati dan Rasa, untuk memastikan bahwa setiap langkah pendidikan dan pembangunan tetap memiliki massa kesadaran diri, empati dan menghargai kemanusiaan. Jiwa dan Sukmanik, sebagai landasan mentalitas komitmen spiritual bahwa setiap pikiran, ucapan dan tindakan manusia akan dipertanggungjawabkan langsung dengan Sang Pencipta, Sang Maha Hidup.
Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah mindset pola pikir yang mau berpikir dan mengubah dunia menjadi lebih harmonis dan berkeselarasan, namun karakter dan rasa memiliki (handarbeni) adalah sebuah kompas yang memastikan perubahan tersebut menuju arah tujuan yang benar.
Melalui Inisiasi Dana Abadi Pendidikan, Peluang bagi Putra Putri Peradaban Tengger Bromo, untuk bersaing dikancah nasional dan internasional kian terbuka lebar. Mulai berjalan dan melangkah kecil dengan besar harapan agar sampai pada arah tujuan cita-cita hidup yang mulia. Namun, setinggi apapun terbangnya, ia selalu tahu di mana ia harus hinggap.
Jejer Handarbeni menuntut kita untuk menjadi Putra Putri Peradaban Tengger Bromo, yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga kokoh secara mental spiritual. Kita adalah Penjaga Gerbang Tengger, Pembawa Estafet Kearifan Lokal Universal, dan Pionir Ekonomi Hijau yang akan memastikan bahwa Warisan Kaweruh Keluhuran Leluhur Tengger Bromo tetap Abadi, seiring dengan ilmu yang kita timba di perguruan tinggi
Seorang Putri Daerah Peradaban Tengger Bromo yang sedang meniti, melangkah kecil belajar dan belajar untuk bisa sampai pada arah tujuan yang mengarahkan yaitu menjadi bagian dari Mahasiswa Civitas Akademika Universitas Airlangga Surabaya Jawa Timur. Besar sekali tekad, hasrat dan harapan pada perjalanan kali ini, semoga Tuhan senantiasa memberikan kekuatan dan kabar semakin baik pada waktuNya sesuai dengan upaya yang dikerjakan. (Red/Miftahuz Zainiah).
Editor: Guntur Bisowarno Praktisi Pencerahan Timur Raya Prabascience Prasascience.

