Mojokerto, Skalainfo.net| Keputusan Tanggap dan Cerdas; Diutara Gunung Welirang atau di lembah Gunung Pundak ketika covid 19 telah mereda tahun 2020 di kawasan Nusantara, berkumpulah pemuda-pemudi Desa Kembang Belor, Kec. Pacet, untuk mendirikan sebuah wahana wisata yang bermodalkan dari urunan atau bahasa kerennya saat ini investasi sebanyak 1200 warga. Pacet Mojokerto, Minggu, 22 Maret 2026.
Pembagian Hasil, sesudah Kinerja Proses 2 Tahun
Dan warga Kembang Belor tersebut membentuk sebuah badan usaha dengan sebutan CV Nusa Berkah De Villei yang dikomandoi oleh Direktur Mukhtar Efendi Kades, (Kepala Desa) dan seorang Manager Murtaji, (Kasun, Kepala Desa) untuk pengelolaan sehari-hari nya di amanahkan ke Putut.
“Perjalanan wanawisata Bernah De Villei ini mulai menampakkan hasil nya setelah berjalan 2 tahun dan mulai bisa membagikan ke para investor nya, yang juga masyarakat Desa Kembang Belor itu, dengan pembagian hasil selama 2 kali dalam setahun atau per 6 bulan”.
Dukungan Bupati Mojokerto
Gus Barra selaku Bupati Mojokerto juga pernah menjadi investor nya tapi hasil bagian beliau dikembalikan ke CV Nusa Berkah De Villei tersebut.
Dukungan Sesepuh dan Kyai
Tak lupa juga Kiyai Asep Syaifudin Chalim Pendiri Ponpes Amanatul Ummah juga ikut membantu awal berdirinya CV tersebut, ungkap Mas Putut, sambil menyeruput secangkir kopi juga beberapa hisapan rokok saat bercengkrama.
“Pak Kiyai Asep juga pernah menabur benih ikan di sungai Wanawisata Bernah De Villei tersebut !”, jelasnya.
Energi Hidup: Oksigenasi Sumber Daya Hutan
Kawasan Wanawisata ini luasnya sekitar 19.50 Ha dengan ditumbuhi Pohon Cemara yang menjulai tinggi sehingga membuat kawasan Wanawisata menjadi sejuk dibawah naungan Perhutani Pasuruan Jatim.
Harapan Sang Visioner
Mas Putut sebagai Pengelola Wanawisata berharap “Untuk sektor penanganan sampah bisa kerjasama dengan Pihak Universitas agar memberikan sarasehan, juga tentang sumber mata air nya yang berada diatas lahan Wanawisata Berkah De Villei ini juga ada materi dari kampus, seperti moment KKN”, harapan Mas Putut. Penulis akan membantu dengan bekerjasama dengan Universitas Airlangga Surabaya.
Merayakan Momentum dan Bersyukur
Setelah jam menunjukan pukul 15.00 penulis berpamitan sama Mas Putut sambil menanyakan lokasi tempat Ibadah dilokasi wanawisata tersebut.. Dan ditunjukkan juga lokasi musholla yang berada di tengah lahan Wanawisata tersebut.
Menguatkan Hubungan
Hampir 1 jam obrolan ringan tentang Wanawisata Bernah De Villei yang berada di warung Loh Jinawi..
Setelah mengelilingi Wanawisata tersebut sampai ke lokasi Jumping Truk yang berada di pintu gerbang dekat jalan Nogo Sari.
Peran Serta Mahasiswa
Penulis turun ke bawah, dan ternyata dilokasi parkir motor ketemu Muamar seorang mahasiswa Universitas Abdul Chalim dari NTT yang saat ini liburan ikut berpartisipasi di wanawisata tersebut. Ada sekitar 20 mahasiswa Universitas Abdul Chalim yang ikut berpartisipasi di Wanawisata Bernah De Villei, kata Muamar, yaitu, “Menjaga Wanawisata Bernah De Villei tersebut dengan berbagai ragam di lokasi”.
Peranan Corporate Social Responsibility, CSR: BAMBU.
PT Multi Brider Indonesia juga pernah membantu 1000 pohon bambu. (Red/Aminoto).
Editor : Guntur
