Mojokerto, Skalainfo.net| Ketua GMB (Gerakan Mojokerto Bersatu) Herianto berkomitmen mendukung proses pemindahan Ibukota Kab. Mojokerto / Kantor Bupati Mojokerto yang kini lagi di godok di DPRD Kab. Mojokerto. Dalam penyampaiannya, Herianto di gedung aula serba guna yang berada di Kawasan Pondok Pesantren Ammatul Ummah, Ketua GMB menyatakan siap mendukung dan mengawal hingga proses pemindahan Ibukota Kab. Mojokerto / Kantor Bupati Mojokerto bisa terwujud dengan baik. Pacet Mojokerto, Rabu, 04/03/2026.
Seperti diketahui bersama GMB adalah gabungan beberapa unsur organisasi dan elemen masyarakat diantaranya dari ormas, LSM, Tokoh Adat, PPAD dan beberapa media yang hadir 48 personil. Sedianya acara dalam balutan buka bersama ini di buka jam 16.00, sehubungan dengan kegiatan Kiyai Asep di Surabaya maka jam nya diundur jam 20.00.
Adapun rencana besar yang kini diimpikan pemerintah Kabupaten Mojokerto itu, saat ini belum sepenuhnya bisa berjalan mulus seperti apa yang diharapkan. Semua itu diduga belum adanya hasil rapat paripurna DPRD Kab. Mojokerto yang mengesahkan dan menyetujui agenda besar tersebut.
Bahkan desas-desus pemindahan Kantor Bupati Mojokerto atau yang lebih di kenal Pendopo Kabupaten Mojokerto dari sebelumnya di wilayah kota ke wilayah Mojosari, kini mulai memanas di kalangan politik.
Dari 9 fraksi yang ada di DPRD Kab. Mojokerto tersiar kabar ada 2 fraksi yang belum sepenuhnya menyatakan setuju adanya pemindahan Kantor Bupati yakni dari Fraksi PKB dan PKS.
Terlebih, saat ini yang menjabat sebagai ketua DPRD Kab. Mojokerto dari Fraksi PKB yakni Hj. Ayni Zuroh, S.E., M.M., tentunya punya pengaruh dan keputusannya masih diperhitungkan terhadap hasil sidang rapat paripurna.
Sementara itu, dalam sambutannya Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. (Kyai Asep) mengatakan bahwa suasana yang ada di DPRD saat ini hanya hambatan atau kerikil kecil yang menghalangi suatu perjalanan.
Persyaratan Transformasi Baru;
“Bukan menolak, namun diarahkan untuk melengkapi semua persyaratan yang ada, biar kedepannya tidak ada polemik yang berkaitan dengan pemindahan ibukota Kab. Mojokerto,” Kyai Asep memberi penjelasan yang Arif dan Bijaksana.
Alasan Strategis Transformasi Ibu Kota Kabupaten Mojokerto;
Dari Wilayah Kotamadya Mojokerto, Ke Kecamatan Mojosari Kab. Mojokerto, karena Kantor Kab. Mojokerto saat ini berada di Administrasi Kotamadya Mojokerto, sedangkan posisi Kec. Mojosari berada di tengah Kab. Mojokerto.
Pentingnya Posisi Strategis di Tengah Tengah Kabupaten Mojokerto;
Pilihan Posisi Tempat yang ‘Tepat, Arif dan Bijaksana’; ada di Posisi Tengah Tengah, Titik Nol Pusat Transformasi Peradaban Baru Kabupaten Mojokerto Maju, Kuat, Bersatu yaitu di Wilayah Kecamatan Mojosari.
Potensi Transformasi Kemajuan Kabupaten Mojokerto;
Kantor Kabupaten Mojokerto menuju Ibukota Baru di Kecamatan Mojosari, ada beberapa potensi dan peluang serta kemungkinan yang lebih strategis dan rasional adalah alasan mengapa kantor kabupaten dipindahkan, seperti:
– Perluasan atau renovasi gedung: Mungkin gedung lama tidak lagi memadai untuk menampung kebutuhan administrasi yang meningkat.
– Perubahan tata kota: Perpindahan kantor kabupaten bisa jadi bagian dari rencana pengembangan kota dan kabupaten untuk meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas.
– Kebutuhan infrastruktur: Mungkin lokasi baru memiliki infrastruktur yang lebih baik, seperti akses jalan yang lebih luas atau fasilitas publik yang lebih memadai.
Siapa Kyai Asep;
Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. (Kyai Asep) adalah pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah yang berlokasi di Pacet, Mojokerto dan Surabaya yang tak lain ayah dari . H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum (Gus Barra) yang saat ini menjabat sebagai Bupati Kab. Mojokerto.
Kyai Asep bukanlah pejabat nasional atau pejabat negara. Namun, meskipun bukan sebagai pejabat negara, Kyai Asep mempunyai pengaruh besar di kalangan para elit nasional, yang saat ini menjadi Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PB PERGUNU) bagian dari badan otonom Nahdlatul Ulama.
Itu semua dibuktikan dengan adanya kunjungan beberapa pejabat tinggi negara termasuk Presiden dan Wakilnya serta juga para menterinya.
Sebelum acara berakhir beliau mengajak Istighosah “Mari berdoa bersama agar proses pemindahan dan transformasi baru, Ibukota Kab. Mojokerto / Kantor Bupati Mojokerto bisa segera terwujud dengan baik sesuai dengan harapan kita bersama,” tutup Kyai Asep. (Red/Aminoto).
Editor Guntur.
