Pasuruan, Skalainfo.net| Ada sebuah lagu rohani yang berbunyi begini, “Hai muslimin Hai Muslimat, ayok sholat Jamaat, Ganjaranipun 27 Pitu Likur (Dua Puluh) Derajat”. Purwosari, Jum’at, 27/02/2026.
Derajat ROSO OREP SEJATI hari Jumat Berkat ini adalah 27 Derajat, jumlah 2+7 = 9 adalah sembilan lubang tubuh manusia yang sudah mampu selaras, damai dan harmoni dengan daya batin bersih_energinya dengan daya kemurnian, kebeningan dan kemurnian batin manusia, untuk secara total menyatu dan bersih_energi Kang Maha Suci dan Maha Kudus, itulah esensi intisari dari Laku Lampah Disiplin ROSO OREP SEJATI dalam ucapan, pikiran dan tindakan Kita, Kita tidak pernah putus dengan rasa cinta sejatinya dan tidak pernah putus dengan rasa data hidupNya yang sejati di dalam hati, batin dan kolbu Kita adaNya, dariNya bersamaNya sesuai kondrat IrodzatNya Kita masing masing.
SURUH SIRIH PASURUAN;
Jejer Pagelaran Wayang Kulit Ringgit Purwo Klasik oleh Ki Tohari Pimpinan Sanggar Panuwunan Kasampurnane Budi Luhur Desa Cendono Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Saresehan Roso Orep Sejati di Dusun Kandang Sari Desa Capang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, (Malam Selasa Kliwon, Anggoro Kasih, 8-9/10/2025).
Dalam Acara Pagelaran Wayang Kulit Ringgit Purwo Klasik di Saresehan Roso Orep Sejati tersebut, telah berhasil Kita lakukan dan gunakan secara Arif dan Bijaksana yaitu Jejer Gunungan Wayang Kulit Ringgit Purwo Klasik feat Turunnya Wahyu Daun Gondhong Jati, Wahyu Daun SURUH SIRIH dan Wahyu Daun Godhong Simbukan (Godhong Semar Ismayajati ya Asma Ya Jati, Jati wasesa Yo Jati Mulyo).
Perihal peristiwa diatas sebagai upaya pemenuhan uger uger, Tutur Tinular, atau Tradisi Lisan yang hidup di kalangan pelaku energi spiritual, para pertapa, para pelaku laku lampah di Puncak Gunung Arjuno serta Para Komunitas Budaya Peradaban Garuda Nusantara di Kawasan Lereng Gunung Arjuno. Bahwa, “Besok akan ada massa waktunya dari Ereng Ereng Lereng Gunung Arjuno Jawa Timur bakal muncul Wahyu Kahanan Jati berupa Jati Wasesa dan Jati Mulyo”.
Batik Motif Suruh (Daun Sirih) adalah ikon khas Kota Pasuruan yang menggambarkan kemakmuran, kesuburan, dan keharmonisan hidup masyarakat pesisir. Motif ini sering dipadukan dengan unsur lokal seperti Tugu Alun-alun, keris (Kearifan I Gusti Untung Suropati), dan ombak laut, serta warna-warna berani seperti hijau atau merah.
Sebagaimana tertulis hikmah bagi orang mukmin, orang yang sungguh beriman, percaya dan taat serta ikhlas padaNya, bakal disebut sebagai Orang Yang Beruntung yaitu:
Surat Al-Baqarah (2) ayat 5 berbunyi:
أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
(Al-Baqarah 2:5)
Artinya: “Mereka itu adalah pada jalan yang benar (petunjuk) dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”.
Salah satu pondasi Saresehan Roso Orep Sejati adalah membangun massa kesadaran iman yang tersinkronisasikan antara lahir dan batin; Kaweruh Batin Tulis Tanpa Papan Kasunyatan. (Baca: Suruh Sirih Temu ROS: Roso Orep Sejati), serta teraplikasikan keselarasan ucapan, pikiran dan tindakan menjadi akhlak Budi pekerti luhur adaNya, wadahNya, bersamaNya, denganNya, buktiNya dan saksiNya. (Red/Miftahuz Zainiah).
Penulis : Guntur Bisowarno (Ketua Bamboo Spirit Nusantara Support System).

