Pasuruan, Skalainfo.net| Dengan adanya perjalanan dan proses perencanaan pembuatan Motif BATIK Berfilosofi dengan Aplikasi Pengembangan Terpadu Teknologi Baru Kuno Modern (HORAIZO) Klasik bersama Satgas Mata Air Nusantara, Khususnya di Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur, yaitu Pembuatan Batik Berfilosofi dengan Teknik Grading, hasil Penemuan Terpadu Prof. Dr. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd., dari Universitas Negeri Malang, yang dikukuhkan Guru Besarnya di bidang temuan tersebut, pada Hari Kamis, 5/2/2026, sebagai Guru Besar FT. Ranting Ilmu/Kepakaran Kependidikan dan Pembelajaran Vokasional Bidang Busana. Kamis, 26/02/2026.
Kita mulai dari BATIK SURUH SIRIH, Batik Singosari Berfilosofi, Karena SiNgoSari adalah Singkatan dari Sarinya SIJI SONGO (19); sarinya badan tubuh manusia berlubang 9; yang bakal menjadi bidang garap Vokasional Busana Kita berteknologi Baru Kuno Modern (HORAIZO) Klasik, khususnya Teknik Grading.
SURUH SIRIH SINGOSARI;
Ada makna Filosofis di BATIKnya BATIK SURUH SIRIH, BATIK SINGOSARI, ada makna tersirat dibalik Motif Batiknya tersebut.
Karena BATIK itu KITAB dan butuh dilakoni, dikerjakan BAKTI, dengan penuh laku kejujuran, ketulusan, serta sinkronisasi antara lahir dan batin, keselarasan pikiran, ucapan dan tindakannya, maka sehingga pengetahuan, pemahaman dan pengertian BATIK SINGOSARI berbeda dengan BATIK di Singosari.
BATIK SINGOSARI adalah BATIK KITAB BAKTI yang asli dan original, hasil laku lampah seni art, skill, serta energi spiritual yang murni, sedangkan Batik di Singosari adalah Usaha Batik yang berada di Singosari, yang belum tentu hasil dari Proses Pembuatan BATIK KITAB BAKTI yang Berfilosofi, berdasarkan skill keterampilan, ilmu turun temurun, ajaran para empu BATIK KITAB BATIK yang mumpuni, dalam hal ini di BATIK SINGOSARI, adalah Garis Keturunan Ilmu Elmu Kasepuhan Empu Eyang Tati almarhum (92 Tahun, meninggal Desember Tahun 2025).
Pancingan Kiasan Simbol Gambar BATIK Berfilosofi sesungguhnya adalah Kata Gambar yang terpapar untuk Kita bisa mengetahui, memahami, mengerti, apa maksud yang dimaksud oleh Pembatiknya, yang di asah asuh asih, oleh Empu Batik, Sang Guru dan ditempa oleh Proses Alam Perjalanan Pembelajaran dan Pendidikan oleh Sang Penerusnya, guna manfaat massa kesadaran diri bagi Pembatik dan Pemakai Batik untuk menemukan Jati Diri lengkap dengan Kebutuhan Lahir dan Batinnya, cukup lengkap layak Papan, Pangan, Sandangnya (Edisi Kini Kuno); Sandang, Pangan, Papan ( Edisi BATIK Berfilosofi).
BATIK SURUH SIRIH adalah BATIK Temu Roso, di Satgas Mata Air Nusantara digunakan sebagai Simbol Lambang serentak wujud pikiran, ucapan dan tindakan, Olah Roso Orep Sejati yang di Saresehan kan, tidak ada guru tidak ada murid, Kita sama sama belajar dengan rendah hati, cerdas cermat untuk betul dan benar dalam memahami serta mengerti ajaran keluhuran Budi Pekerti Luhur dari Para Leluhur Nusantara, melalui Ilmu Pengetahuan BATIK KITAB BAKTI Berfilosofi.
Sesungguhnya Angka 26 02 20 26 itu adalah Angka BAGUS, Dalam Kebagusan_Kebagusan Dalam, itulah tanggal istimewa di bulan Januari 2026, Pas di Hari Kamis KeMas; Kejayaan dan Keemasan; Kita berhasil menguak rahasia alam perihal, SIRIH SURUH BATIK KITAB BATIK, Pantulan dan Cerminan Diri Kita sejati ada dalam Ucapan, Pikiran dan Tindakan yang konkruensi, sinkron dan sefrekuensi, ditandai Hari Kamis 26 02 20 26. Inilah Pertemuan Mindset dan Kaweruh Batin Tulis Tanpa Papan Kasunyatan secara harmonis, damai dan selaras IS BEGUN. (Red/Miftahuz Zainiah).
Penulis: Guntur Bisowarno (Ketua Bamboo Spirit Nusantara Support System).
