Yogyakarta, Skalainfo.net| Dalam laku lampah yang disertai penghayatan rasa perasaan yang mendalam, maka saat Kita membaca, peristiwa bersejarah di Hotel OAK Lawang, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, yang dihadiri oleh Team Skalainfo.net, maka Kita menemukan hubungan yang terkait dengan Lakon Pagelaran Wayang Kulit Ringgit Purwo Klasik, yang bertajuk – “Wahyu Katresnan Sejati: Anugerah Cinta Kasih Sayang Sejati, oleh Ki Dalang Tunanetra Ki Triya Handoko Desa Sumber Ngepoh Krapyakan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Indonesia (14/2/2026).
Informasi yang berhasil Kita dapatkan langsung berkat Jaringan Kerja Kemitraan dan Jaringan Relasi Komunikasi dari Satgas Mata Air Nusantara yang sudah mengadakan Kesepakatan Kemitraan dengan pihak Skalainfo.net, yang berkesesuaian dengan laku lampah perjalanan penemuan Kita. Dalam hal ini, adalah wujud perwujudan yang ada di dalam diri Puspo, Kembang, Bunga “Mahkota Widuri” yang ada di Tlatah Kita, bumi Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Minggu, 15/02/2026.
Asah Asih Asuh;
(Sebagaimana yang dilontarkan oleh Ki Tohari Pimpinan Sanggar Panuwunan Kasampurnane Budi Luhur Desa Cendono Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur dalam Saresehan Roso Orep Sejati di Hotel OAK Lawang, 14/2/2026).
Mahkota Pikiran yang biasa disebut Mindset, atau Pola Pikir, seyogyanya Kita ‘Asah’ terus menerus, yang dengan Penelusuran, Penalaran berupa Peneguhan dan Pencerahan yang Kita dapatkan dari Pelajaran Para Leluhur, disebutnya oleh Beliau dengan bahasa, “Karya Besar tidak akan timbul mawujud tanpa menggunakan Pola Pikir yang mau berpikir”.
Mengasah Kesadaran Diri Mengasuh Pencerahan, Mengasih Kaweruh Ilmu Sejati Para Leluhur Nusantara. Dalam kepercayaan Jawa Puspo Mahkota Widuri sering di gunakan dalam upacara Adat dan Ritual keageman seperti pernikahan, kitanan dan lain-lain.
Puspo Mahkota Widuri, juga bisa buat obat tradisional mengobati penyakit antara lain; demam, sakit kepala, dan masuk angin. Puspo Mahkota Widuri bisa juga di gunakan untuk pewarna makanan.
Makna Puspo Mahkota Widuri;
Puspo Mahkota Widuri adalah simbol kecantikan dan keanggunan, karna bentuknya yang indah dan warna yang lembut, warna ungu, Wungu, Wujud Ngugah Kesadaran & Pencerahan Hidup Sejati.
Warna Puspo Mahkota Widuri ada putihnya sebagai simbol “kebersihan” atau “kesucian” dan kesadaran. Warna Puspo Mahkota Widuri ada ungu sebagai simbol “Kebangkitan” atau “Pemberani, Tabah dan Kuat”.
Dalam konteks spiritual;
Puspo Mahkota Widuri sebagai simbol untuk menghormati “Dewa Dewi” dan “Poro Leluhur”, sebagai akibatnya, Kita bakal memperoleh ilmu untuk mencapai kesucian dan kebijaksanaan Ilahi nan alami dalam mengambil keputusan demi diri, keluarga, masyarakat, nusa bangsa, anak cucu Generasi Massa Depan serta Jagat Raya.
Kata Widuri sendiri di artikan sebagai “membuka” atau “mengungkapkan” yang melambangkan kemampuan untuk membuka hati dan pikiran untuk menerima kebenaran dan, anugerah serta energi spiritual hikmah kebijaksanaan Ilahi Alami.
Cahya yang menerangi Jalan hidup dalam mencapai Pencerahan Hidup Sejati;
Sehingga Kita mendapat Hikmah dan Anugerah Kesadaran Diri, Bu berupa Pencerahan Hidup Sejati melalui proses menghayati rasa perasaan yang mendalam dari keberadaan wujud kehadiran Puspo Mahkota Widuri di bumi Jawa ini, yaitu: “Penerangan Jalan Hidup, Pencerahan Hidup Sejati”.
Inilah Pilar da Bun Soko Guru Mahkota Nusantara Sejati, Kini Baru Kuno Modern (HORAIZO) Klasik. (Red/Miftahuz Zainiah).
Penulis : Anistha Nurrahayu/Team.
Editor: Guntur Bisowarno (Praktisi Manusia Sastra Budaya Canggih).
