Pasuruan, Skalainfo.net| Pengukuhan Satgas Mata Air Ngadirejo di kediaman Bapak Atemo selaku Ketua LMDH Cemara Indah Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan. Pengukuhan ini disaksikan oleh Para Pengurus LMDH dari Kecamatan Tutur, Kecamatan Tosari, dan Gus Makrus Solikin yang berfokus pada Penyuluhan Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) mewakili Kecamatan Puspo. Juga disaksikan oleh H. Samsu Edy Suyono dari Kelompok Tani Hutan Gondosuli Kecamatan Puspo, Perwakilan Masyarakat Peduli Hutan dari Kecamatan Purwosari, Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan, Kecamatan Lawang dan Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Ngadirejo, Kec. Tutur, Kab. Pasuruan. Jumat, 13 Februari 2026.

Launching Satgas Mata Air Ngadirejo;

Launching Satgas Mata Air di desa Ngadirejo dilakukan secara simbolis dengan Penyerahan Topi UNAIR, yang mewakili Penyerahan Buku Panduan Sendhakep Angawe Awe (SAA) kepada Bapak Atemo LMDH Cemara Indah, Kapolsek dan Danramil Nongkojajar. Penyerahan secara simbolis ini disaksikan oleh tokoh masyarakat Desa Ngadirejo, Media Indepence Skalainfo.net Rekso Aminoto, Guntur Bisowarno Kelurahan Purwosari Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan, para petani, dan para ibu ibu masyarakat desa Ngadirejo.

Kesuksesan acara tersebut tidak luput dari campur tangan petani dan para ibu-ibu. Sebelum acara Pengukuhan Satgas Mata Air Ngadirejo ini berlangsung, para ibu-ibu sangat antusias mempersiapkan jamuan untuk tamu. Para ibu-ibu bahu-membahu di dapur untuk mengolah berbagai macam hidangan. Mengupas kentang lalu menggorengnya sebagai salah satu hasil sayuran di desa Ngadirejo.

Di tengah kesibukan dapur, ibu-ibu selalu tertawa, bercanda ria, terlihat bahagia, namun ada beberapa yang mengeluhkan kondisi pertanian yang sering kali gagal panen. “Pertanian sudah tidak seperti dulu lagi ya, harganya murah sedangkan biaya perawatannya mahal,” ujar Bu Ten (salah satu masyarakat desa Ngadirejo, yang berada di dapur).

Respon Para Petani;

Penanaman Pohon ini juga dibantu oleh para petani desa Ngadirejo yang sangat welcome atas kehadiran Prof. Dr. H. Muhammad Adib, Drs., M.A. selaku Kepala Laboratorium Manusia Budaya & Ragawi (Universitas Airlangga Surabaya) dan Bapak Guntur Bisowarno, S.SI.APT sebagai Koordinator Kemitraan Satgas Mata Air Nusantara.

Para petani berbondong-bondong ke rumah pak Atemo LMDH Cemara Indah, untuk mengikuti event penanaman 10.000 bibit pohon cemara di kawasan hutan Ngadirejo. Mereka mencicipi hidangan dan meminum kopi sambil mengikuti rangkaian acara dengan seksama.

‘(12.02.2026)’

Salahsatu petani ditengah obrolan sederhana itu bilang “kalau musim kemarau, biasanya kita melakukan pengairan tanaman dan membeli pipa sangat mahal. Alhamdulillah ada bantuan pipa untuk desa Ngadirejo yang bisa membantu, jadi biaya tidak sepenuhnya untuk hanya membeli pipa, karena kita juga ada kebutuhan lain”.

Adanya program Satgas Mata Air dan Penanaman 10.000 bibit pohon cemara ini sangat membantu terhadap keberlangsungan hidup masyarakat Desa Ngadirejo. Meringankan beban di pundaknya dan memikul harapan besar. Para ibu-ibu juga berharap, agar kehadiran sosok inspiratif seperti Prof. Adib, Pak Guntur, dan orang-orang hebat lainnya dapat memberikan pengaruh positif terhadap pertanian desa Ngadirejo. Dan Satgas Mata Air serta penanaman 10.000 bibit pohon cemara adalah langkah awal menuju Desa yang lebih yang makmur dan sejahtera, serta disempatkan foto bareng perwakilan para ibu-ibu dengan Prof. Adib, sebagai rasa hormat dan respek kepada mereka.

Peran para petani dan ibu-ibu sangat penting terhadap kesuksesan acara Pengukuhan Satgas Mata Air di desa Ngadirejo.  Tanpa kehadiran mereka, acara ini seperti kalimat yang rumpang, kosong dan hampa. Mereka memang orang-orang sederhana, bahkan ketika bertemu orang hebat di tengah acara tersebut adalah sebuah keberuntungan yang mungkin tidak bertemu pada waktu lain. Perannya sangat besar meskipun langkahnya kecil nyaris tak terlihat.

Inilah Bukti Sinergitas Ibu, Guru dan Petani sebagai Induk Peradaban Dunia serta Acara;

Bukan hanya sekadar gambaran, namun sebuah implementasi nyata bagaimana kebersamaan, sinergitas, dan kolaborasi para ibu-ibu Desa Ngadirejo, bersama para mentor, guru kemajuan pemajuan budaya peradaban Desa Ngadirejo dan para petani, masyarakat desa hutan telah terlibat dan berpartisipasi aktif dalam membentuk kebersamaan satu, persatu dalam persatuan & kesatuan demi massa depan hidup kehidupan masyarakat desa Ngadirejo, untuk kemajuan dan pemajuan Budaya Peradaban desa, bangsa dan negara. (Red/Miftahuz Zainiah).

Editorial: Mbah Openi (Praktisi Manusia Sastra Budaya Canggih).

-+=