Tangsel, Skalainfo.net| NGONSEB – Historia The Series Part-9, kali ini mengundang narasumber dari organisasi perangkat daerah Kota Tangsel. Bertajuk “Dari Pemuda untuk Bangsa, Bergerak Nyata Bukan Sekedar Narasi,” mengulik UU-No. 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah mengatur penyelenggaraan otonomi daerah seluas-luasnya di NKRI. Pamulang, Minggu, 01.02/2026.

Pagi yang cerah ini, Historia The Series Part-9, Ngobrol Santai Seni Budaya Kota Tangsel (NGONSEB) telah kedatangan tamu seorang tokoh dna juga pimpinan wilayah yaitu Camat Serpong, Syaifuddin, SP.d., M.Si, bergerak dalam menyemarakkan acara NGONSEB yang terus menganalisis pertumbuhan dan perkembangan untuk kemajuan serta kesejahteraan warga masyarakat Kota Tangsel.

Diskusi santai dan penuh makna tersebut, dibuka oleh Bung Ibnu Kawakib Noor, S.Ip, salasatu penggerak pemuda dan juga pernah menjabat sebagai ketua KNPI Kota Tangsel pada tahun lalu.

Bung Ibnu menyampaikan tentang UU-No. 23 tahun 2014 yang mana dalam mengimplementasikan itu tentunya secara fundamental camat berperan aktif, dari yang semula diposisikan sebagai kepala wilayah dengan kewenangan otonom di era Orde Baru, kini camat berfungsi sebagai perangkat daerah yang melaksanakan sebagian kewenangan delegasian dari Bupati atau Walikota.

Bagaimanakah peran camat dalm perubahan ini yang menimbulkan berbagai implikasi, baik dari sisi kewenangan, fungsi koordinasi, pelayanan publik, maupun hubungan kerja dengan pemerintah desa dan kelurahan. Forum ini krusial untuk mengkaji tantangan implementasi dan memperkuat efektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah pada tingkat kecamatan, ucap Bung Ibnu.

Lanjut Bung Ibnu, bahwa target pembahasan spesifik dalam forum ini meliputi perbandingan peran camat lintas era serta analisis, faktor partisipasi, aktif masyarakat dalam konteks pembangunan lokal, seperti melalui mekanisme musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang), jelasnya.

Aksi Nyata Dimulai dari Hal Kecil;

Menanggapi tema ‘Bergerak nyata bukan sekadar narasi,’ Camat Serpong Syaiffudin memaparkan uraian singkat tapi padat tentang tema yang ditulis tim panitia diatas. Bahwa dirinya pun sejalan dengan tema tersebut sebagai tokoh pemuda inspiratif, Ia menyampaikan pesan kuat bagi generasi muda di Kota Tangerang Selatan pentingnya mengkonversi ide kritis menjadi kontribusi konkret, terangnya.

Aksi nyata bisa dimulai dari langkah kecil, seperti pemilahan sampah dari rumah kita masing-masing. Itu adalah bentuk nyata kepedulian lingkungan, jelas Syaiffudin dan menambahkan bahwa anak muda harus bisa kritis, namun juga mampu berkonsentrasi pada pemikiran serta aksi nyata dalam rangka meningkatkan kompetensi diri ditengah-tengah masyarakat, tutupnya.

Diskusi semakin hangat dan cermat, Bung Ibnu yang terus memberikan tanggapan dan pertanyaan sehingga mendapat kesimpulan dan arti untuk kemajuan demokrasi Kota Tangsel. Tak terasa waktu berlalu dan dipenghujung acara saling bersahaja dengan foto bersama dengan tim panitia dan tamu undangan laninnya. (Red/Alfi).

-+=